oleh

Peringatan 10 Muharram 1443 H Sajikan Kuliner Biryani Ala Abu Muslim Guree Harun

-Dakwah-148 Dilihat

Laskarmedia.com-Langkat : Warga Desa Pantai Gemi Langkat menggelar peringatan 10 Muharram 1443 H sekaligus menyajikan “Kuliner Biryani (Nasi Kebuli Plus) Ala Abu Muslim Guree Harun”.

Peringatan 10 Muharram yang di adakan pada Jum’at 21 Agustus 2021 d itengah wabah covid19 itu atas kerjasama dengan Majelis Rindu Baitullah 3Mitraplus.co.id dengan sajian hidangan Nasi Biryani dengan rempah khusus khas arabian

Kuliner ini disiapkan dan dimasak langsung oleh Tim Majelis Rindu Baitullah 3Mitraplus.co.id plus bubur asyura yakni makanan khas daerah Melayu. Bahan utama biji-bijian dimasak seperti bubur.

Dalam upacara keagamaan 10 Muharram 1443 H, bubur ini hadir sebagai salah satu jenis makanan yang disajikan. Bubur ini tentu saja dibuat pada bulan Asyura atau bulan Muharam tepat pada tanggal 10 Muharram khususnya di desaPantai Gemi Langkat.

Bubur Asyura juga merupakan hidangan yang dibuat untuk memperingati peristiwa syahidnya cucu Nabi Muhammad di Karbala bernama Husain bin Ali

Acara yang diadakan di Group Pelayanan 3MitraPlus | Guru Sabaruddin (pak guru) desa Pantai Gemi Langkat dimulai pada pukul 19:00 wib oleh protokol Nova Damayanti, SH, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustad. Ir. H. Muslim Guree Harun, SE, M.Sc. (Founder 3Mitraplus.co.id) kemudian pemberian santunan kepada 30 orang anak yatim/piatu.

Di hadiri lebih dari oleh ratusan Majelis Rindu Baitullah, warga dan undangan terlihat antusias mendengarkan tausiah singkat yang disampaikan langsung oleh Ustd. Ir. H. Muslim Guree Harun, SE, M.Sc. dengan tetap menjaga dan mematuhi menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

Dalam tausiah singkat nya beliau menyampaikan bahwa terdapat peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada 10 Muharram di antaranya disebutkan sebagai berikut :

1- Nabi Adam ‘alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya.
2- Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan.

3- Selamatnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar.4. Nabi Yusuf ‘alaihissalam dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah.

5- Nabi Yunus ‘alaihissalam selamat, keluar dari perut ikan hiu.
6- Nabi Ayyub ‘alaihissalam disembuhkan Allah dari penyakitnya yang menjijikkan.

7- Nabi Musa ‘alaihissalam dan umatnya kaum Bani Israil selamat dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah. Beliau dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka.

Dalam kesempatan itu Ustd. Ir H Muslim Guree Harun, SE, M.Sc. juga mengisahkan sejarah puasa Asyura dikisahkan oleh Sayyidah Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam menyatakan bahwa hari Asyura adalah hari orang-orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah, Rasulullah juga ikut mengerjakannya.

Setelah Nabi berhijrah ke Madinah beliau terus mengerjakan puasa itu dan memerintahkan para sahabat agar berpuasa juga. Setelah diwajibkan puasa dalam bulan Ramadhan,
Nabi SAW. Menetapkan : “Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya.” (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987).

Ibnu Abbas seorang sahabat, saudara sepupu Nabi yang dikenal sangat ahli dalam tafsir al-Qur’an meriwayatkan bahwa saat Nabi berhijrah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di sana mengerjakan puasa Asyura.

Nabi pun bertanya tentang alasan mereka berpuasa. Mereka menjawab: “Allah telah melepaskan Musa dan Umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Firaun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allah”.

Nabi bersabda : “Aku lebih berhak terhadap Musa dari mereka.” Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga.” (HR. Bukhari; No: 1865 & Muslim, No: 1910)

Abu Musa al-Asy’ari mengatakan: “Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu.” (H.R. Bukhari, No: 1866; Muslim, No: 1912).

Dengan demikian, patut digarisbawahi bahwa hari Asyura merupakan hari bersejarah yang diagungkan dari masa ke masa.
Tradisi berkumpul dan berdoa memohon keberkahan atas anugerah kehidupan adalah hal baik yang harus tetap dijaga dan dilestarikan walau dalam kedaan sulit seperti saat ini karena tiada kesan selain berbagi kebahagiaan antar sesama.

Ikut hadir dalam acara tersebut Ulil Albab Muslim, Izza Mauliza, Bapak Halim dan Ibu Nova Damayanti SH dari tim Majelis Rindu Baitullah 3mitraplus [Nv-3mp] (yar)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.