Himpunan Do’a Kebaikan dari Al – Qur’an (Bagian Pertama)

Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil.*
“Dan manusia (seringkali) berdo’a untuk kejahatan sebagaimana do’a untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa” (Qur’an Surat al-Israa’: 11).

Do’a sejatinya adalah harapan kebaikan. Takdir atau ketetapan buruk di masa depan bahkan dikatakan dapat dirubah dengan do’a, tentunya selain dengan usaha para hamba sebagai perwujudan dan langkah ke arah perubahan yang diharapkan baik.

Kebaikan yang ada baik untuk kehidupan khas dunia maupun keabadian di akhirat kelak dapat ditemukan dalam al-Qur’an. Selain sebagai peringatan, al-Qur’an juga membawa banyak kabar dan harapan baik akan kehidupan di masa depan.

Selain usaha, kebaikan dan harapan dapat ditempuh melalui lafal do’a-do’a sebagaimana yang tercantum dalam al-Qur’an, baik berupa seruan secara langsung secara tegas juga gugahan, terdapat juga hikmah-hikmah dari orang salih terutama para Nabi terdahulu.

Sebagai petunjuk berisi kebaikan, maka sepatutnya tidak senantiasa menjadi bagian dari yang disebut zalim terhadap ayat-ayat Allah dalam hal ini adalah al-Qur’an, dengan mengamalkannya di antaranya dengan menjadikannya sebagai wasilah mencari kebaikan yang sejatinya semata di tangan Allah.

Disebut juga dzikir (“adz-Dzikr”), ayat-ayat l-Qur’an mengandung lantunan dzikir atau mengingat Allah. Sebagaimana Dzikir pagi dan petang, Dzikir sebelum dan ketika bangun tidur dan lain sebagainya yang di dalamnya juga terkandung do’a-do’a, berikut beberapa penggalan do’a beserta artinya dari ayat-ayat al-Qur’an sebagai sumber yang tidak diragukan isi di dalamnya (“laa roiba Fiihi”) sekaligus penutup ulasan kali ini.

Berharap kebaikan dunia akhirat atau yang sering disebut do’a sapu jagat: “Robbanaa aatinaa fid-dunya Hasanah wa fil-aakhiroti Hasanah wa qinaa adzaaban-naar” artinya “ya Tuhan kami berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat kebaikan, dan jauhkanlah kami dari api neraka!”.

Memohon Rahmat Allah untuk kedua orang tua: “Robbirhamhumaa kamaa robbayany shoghiiro” artinya: “ya Tuhanku ampunkanlah aku dan sayangilah keduanya (orang tua) sebagaimana mereka mendidikku sewaktu kecil!”
Memohon kepada Allah agar kita memasuki suatu ibadah dan selesai daripadanya dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan serta bersih dari riya’ dan dari sesuatu yang merusakkan pahala: “Robbi adkhilny mudkhola shidqin wa akhrijny mukhroja shidqin waj’ally min ladunka sulthoonan nashiiron” artinya: “ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku).”

Memohon tempat tujuan yang baik dari suatu perjalanan (besar): “Robbi anzilny munzalan mubarokatan wa anta khoirul-munziliin” artinya: “ya Tuhan turunkanlah aku (dari perjalanan ini) dengan tempat turun yang penuh keberkahan dan Engkaulah sebaik-baik yang menurunkan (ke tempat tujuan)”.

Memohon permohonan yang baik: “Robbi a’uudzubika an’aslaka maa laisa bihi ilmun wa Illa taghfirly wa tarhamny akun minal-khoosiriin” artinya: ya Tuhan sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari memohon kepadaMu yang aku tidak punya ilmu tentang itu.

Dan jika tidak Engkau ampuni aku dan kasihi aku niscaya aku termasuk di antara orang-orang yang rugi”
Memohon dipenuhi kebaikan yang sangat dibutuhkan: “Robbi li maa anzalta ilayya min khoirin faqiir” artinya: “ya Tuhanku turunkanlah kepadaku kebaikan yang aku faqir (tidak dimiliki namun sangat dibutuhkan) akan hal tersebut!”.

Do”a agar disempurnakan/ditingkatkan lagi terhadap petunjuk yang telah ada: “Robbanaa aa’tinaa min ladunka rohmatan wa hayyi’lanaa min amronaa rosyadan” artinya: “ya Tuhan kami. Berikanlah Rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami!”
(Bersambung…). (LM- 025)

*Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera*