Mengapa Meriam Kapal Perang Modern Ukurannya Lebih Kecil dari Meriam Tank

Laskarmedia.com Solo 23/05/2024 – Mengapa meriam kapal perang modern ukurannya lebih kecil dari meriam tank. …..????

Saya jawab dengan lengkap, seperti ini :

Doktrin sudah berubah
Kapal tidak sekeras tank
Meriam kapal multifungsi
Spesifikasi cukup tinggi
Doktrin

Dulu meriam kapal dibuat besar agar firepower lebih terasa. Jadi kapal dulu dirancang untuk menahan serangan sebanyak-banyaknya.

Setelah itu muncul rudal yang lebih presisi. Percuma kapal dibuat keras, kalau setiap tembakan rudal pasti kena → endingnya tenggelam juga.

Karena itu doktrin berubah, kapal dirancang untuk mencegat serangan sebelum kena kapal. Diciptakanlah CIWS, countermeasure seperti Chaff, dan yang modern menggunakan Electronic countermeasure.

Phalanx CIWS bisa digunakan untuk mencegat serangan rudal maupun aircraft yang terbang rendah.

Mencegat ancaman bisa juga dengan rudal, contohnya RIM-7 Sea Sparrow.

Maka dari itu, karena perbedaan doktrin maka kapal modern tidak perlu meriam dengan kaliber yang terlalu besar.

Ketahanan kapal

Kapal modern armornya berkisar antara 5 – 40 mm, meriam kaliber kecil pun sudah cukup berbahaya. Berbeda dengan kapal era lama yang ketebalannya bisa mencapai 300 – 600 mm. Berbeda juga dengan armor tank yang dibuat khusus untuk menahan tembakan hingga penetrasi 300 – 1.000 mm meskipun ketebalan armornya tidak terlalu besar.

Puing dari Battleship Yamato, bisa terlihat sangat tebal.

Kapal modern tidak perlu armor yang tebal karena sangat jarang bertempur jarak dekat. Armor tebal akan menambah bobot kapal → perlu mesin besar (boros) → performa terbatas (lambat).

Peran meriam

Meriam tidak hanya untuk anti-kapal, tapi multifungsi sebagai artileri untuk pesisir dan bisa juga untuk anti-udara dengan munisi khusus.

Peluru DART milik OTO Melara 76 mm, digunakan khusus untuk anti-udara

Semua meriam kapal memiliki amunisi khusus seperti ini, tentunya dengan spesifikasi yang berbeda-beda.

Berbeda dengan tank yang amunisinya kebanyakan dirancang untuk menembus armor yang tebal atau sebagai anti-personel. Peluru meriam kapal tidak dibuat untuk menembus armor – ukuran kecil pun sudah mematikan untuk sesama kapal atau untuk target udara.

Spesifikasi

Kaliber boleh kecil, tapi fire ratenya sangat tinggi. Sebagai contoh OTO Melara 76 mm punya fire rate hingga 85–120 rpm, berbeda dengan meriam 120 mm MBT yang hanya bisa menembak 6–7 peluru per menit.

Anggap saja akurasinya 100% dan tidak ada cooldown untuk tembakan, saya rasa 120 peluru 76 mm lebih bahaya dibandingkan 7 peluru 120 mm.

OTO Melara 76 mm, meriam yang cukup populer digunakan oleh Fregat di dunia.

OTO Melara 76 mm juga digunakan oleh OTOMATIC SPAAG. Spesifikasinya sama persis, hanya beda platform dan fire control.

Selain itu, tidak semua meriam kapal lebih kecil dibanding meriam tank. Contohnya :

5″/54 Mk 45 Mod 4 (127 mm), digunakan oleh destroyer kelas Arleigh Burke milik AS. Juga digunakan oleh sebagian kapal penjelajah kelas Ticonderoga – sebagian lainnya menggunakan varian 5″/62.

Digunakan oleh banyak kapal negara lain, seperti Jepang, Spanyol, Australia, Korsel, dll.

Fire ratenya 20 rpm, cukup tinggi untuk kaliber besar.

AK-130 milik Rusia. Digunakan oleh Kirov-class, Slava-class, dan 2 kelas lainnya.

Fire ratenya 10–40 rpm per laras, totalnya bisa hingga 80 rpm untuk satu meriam.

BY:GGG. (LM- 025)