Viral Kondisi Herry Wirawan dengan Wajah Babak Belur, Kepala Rutan Bandung Tidak Benarkan

Berita, Daerah, Hukrim, Ragam331 Dilihat

Laskarmedia.com, Medan–Foto viral yang menunjukkan wajah pelaku kejahatan seksual Herry Wirawan dalam kondisi wajah babak belur tak dibenarkan oleh Kepala Rumah Tahanan Negara Klas I Bandung, Riko Stiven. Dia mengatakan sudah memastikan secara langsung bahwa kondisi Herry dalam kondisi baik-baik saja.

Diketahui Herry Wirawan sudah berada di rutan sejak 28 September 2021. Kini dia sedang menunggu persidangan yang dijadwalkan pada 21 Desember 2021.

Dia pun memastikan, pihaknya akan memfasilitasi kebutuhan proses persidangan yang akan diikuti Herry secara virtual.

Sementara itu, saat ditanya soal respons warga binaan lainnya terhadap Herry, Riko menjawab, “Semua kami perlakukan sama, tidak ada yang dikhususkan atau diistimewakan, termasuk terhadap HW.”

“Sebelum viral, memang kami dan warga binaan lainnya belum tahu bahwa yang bersangkutan merupakan pelaku itu (tindak pidana kekerasan seksual), tapi sejak Minggu kemarin juga semua sudah tahu, karena viral di mana-mana, dan juga informasinya menyebar dari mulut ke mulut dari warga binaan,” ujarnya saat dihubungi pers melalui telepon, Senin (13/12/2021), dikutip dari TribunJabar.id.

Riko menegaskan, meski warga binaan lainnya sudah mengetahui yang bersangkutan berada di antara mereka, namun sejauh ini tidak ada gejolak maupun intervensi baik fisik maupun psikis yang diterima Herry.

“Ya meskipun sudah pada tahu, tapi semua biasa-biasa saja, tidak ada gejolak atau intervensi baik fisik dan psikis terhadap HW. Alhamdulilah warga binaan di sini baik-baik. Dan perlu digarisbawahi adalah, semua (warga binaan) kami berikan hak yang sama, tidak ada perlakuan khusus sama sekali siapa pun itu,” ucapnya.

Fakta-fakta pilu mulai terkuak satu per satu dalam kasus rudapaksa santriwati oleh gurunya sendiri di Bandung, Jawa Barat.

Seperti diketahui, puluhan santri tersebut menjadi korban aksi biadab Herry Wirawan, pemilik pesantren. Akibat dari perbuatan bejat pelaku, korban ada yang hamil dan melahirkan bayi.

Terkini, korban yang awalnya berjumlah belasan kini bertambah menjadi 21 santriwati.

Hal tersebut diungkap Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, dikutip dari TribunJabar.id. Para korban tersebut bukan hanya warga Garut, namun juga daerah lain.

Diketahui, awalnya para santri tersebut bermaksud menuntut ilmu di pesantren milik Herry lantaran gratis. Mayoritas para santriwati berasal dari keluarga menengah ke bawah, bahkan ada yang merantau dari Garut.

Kuasa hukum korban, Yudi Kurnia, mengatakan, para santriwati itu tidak sepenuhnya belajar 100 persen, namun dijadikan mesin uang oleh pelaku.

Setiap harinya santriwati tersebut ditugaskan pelaku membuat banyak proposal untuk menggaet donatur agar mau berdonasi untuk pesantren tersebut, dikutip dari TribunJabar.id.

“Belajarnya tidak full 100 persen, menurut keterangan korban, dia sebetulnya setiap harinya bukan belajar. Mereka itu setiap hari disuruh bikin proposal. Ada yang bagian ngetik, ada yang bagian beres-beres. Proposal galang dana,” ucap Yudi di Garut, Jumat (10/12/2021).

Tidak hanya itu para santriwati ini juga disuruh menjadi kuli bangunan, untuk ikut serta membangun gedung pesantren.

Hal tersebut diungkap Agus Tatang, warga di sekitar Madani Boarding School Cibiru, sekolah yang masih dikelola Herry Wirawan.

Menurutnya hal tersebut seharusnya tidak dikerjakan oleh para santriwati, namun oleh laki-laki.

“Kalau ada proses pembangunan di sana, santriwati yang disuruh kerja, ada yang ngecat, ada yang nembok, yang harusnya mah ladennya (buruh kasar) dikerjain sama laki-laki. Tapi, di sana mah perempuan semua enggak ada laki-lakinya,” ucapnya.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam dan mengutuk tindakan kekerasan seksual yang dilakukan seorang guru pesantren di Kabupaten Bandung, Herry Wirawan, terhadap 21 santriwati.

Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya termasuk hukuman kebiri, dikutip dari Tribunnews.

Awalnya, Helmy menilai apa yang dilakukan Herry adalah sebuah tindakan yang sangat biadab.

“Kami mendorong dan percaya sepenuhnya kepada Polri untuk menindak tegas perbuatan Herry Wiryawan. Kita yakin bahwa pihak kepolisian bergerak cepat dan cermat dalam menangani kasus ini,” kata Hemly dalam keterangan yang diterima, Sabtu (11/12/2021).

Dia mengatakan, apa yang dilakukan Herry sangat merugikan nama baik pesantren. “Sebab apa yang dilakukan Herry sangat jauh dari akhlak yang diajarkan dan ditradisi oleh kalangan pesantren,” tambahnya. (LM-009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *