www.laskarmedia.com.Bireuen – Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdisbud Kabupaten Bireuen, Abdul Majid, SH, MM menyebut, benar lima guru belum cair Tunjangan Profesi Guru ASN , semester dua periode 1 Juli – 31 Desember 2023.
Namun tidak benar seperti diungkapkan Kartini Guru di UPTD SMPN 3 Gandapura bahwa Disdikbud Kabupaten Bireuen uang tidak ada lagi dan nanti tahun anggaran 2024 sebagaimana dilansir di Laskarmedia. com, Jum’at (9/2)
Abdul Majid, SH, MM menjelaskan penyebab tidak cairnya tunjangan profesi karena ke lima guru tersebut telat terbit SKTP, mereka terbit SKPT di atas batas amprahan keuangan di DPKD 20 Desember 2023 (keterlambatan terbit sktp)
Akibatnya mereka di system secara juknis pembayaran TPG menjadi cary over dan akan dikeluarkan SK Cary Over tahun 2024 untuk 5 orang terrsebut.
Setelah diusulkan SK cary over melalui SIMBAR (aplikasi sistem pembayaran TPG) yang terkoneksi Kemendikbudristek.
Ditambahkan Kemendikbudristek melalui dirjen GTK akan menerbitkan SK cary over untuk bisa dibayar ke 5 orang guru tersebut di tahun 2024. Apabila belum terbit SK cary over tim pengelola aneka tunjangan di dinas pendidikan belum bisa membayar
Nah..jelasnya bukan seperti di ungkapkan mereka di media yang katanya tidak cukup anggaran, tetapi SKPT terbit di atas batas amprahan 20 Desember 2023.
Memang kata Pak Majid setiap tahun selalu ada cary over, dan guru guru sebagian sudah paham kok, tahun 2010 s.d 2014 pernah ribuan cary over, tahun berikutnya terbayar
Dijelaskan, selama ini tidak ada satupun guru yang tidak terbayar tunjangan profesinya selama terbit SKPT tunjangan profesi guru, tidak terbayar ditahun berjalan akan dibayar di tahun depannya sesuai mekanisme .
Ditambahkan, itu Juknis nya, Permendikbudristek nomor 45 tahun 2023 tentang juknis pemberian tunjangan guru ASN Daerah.
Sebetulnya tim pengelola tunjangan tidak ingin ada guru yang harus cary over, karena akan menjadi pekerjaan rumah , karena harus mengusulkan SK cary over di tahun selanjutnya ( LM 067)

















