Rombongan Pengantin Perempuan Melayu Terangah Disambut Adat Aceh Tari Ranup Lampuan dan Peusijuk

Berita33 Dilihat

Foto : Dara Baroe asal Binjai Sumut dan Lintoe dar Aceh dipeusijuk adat Aceh di Banda Aceh. (LM / 067)

Laskarmedia. com. Banda Aceh – Dara Baro ( Pengantin perempuan) asal Melayu Binjai Sumatera Utara dan rombongan terperangah dan terharu disambut acara adat Aceh dan lantunan lagu Aceh berupa tarian Ranup Lampuan dan Peusijuk.

Peusijuk merupakan sempena yang dilakukan petua gampong atau Teungku dan Abu juga bisa dilakukan ibu rumah tangga dalam acara adat istiadat Aceh.

Prosesi pelaksanaan resam tersebut bagi yang dituakan pada Gampong dari Linto Baroe atau Dara Baro,pasangan membelai(laki-wanita), seperti pada Sabtu Siang (11/05),pasangan dara baro ini, disambut tarian Ranup Lampuan,yang dibawakan para gadis remaja yang masih duduk di Sekolah Dasar.

Usai itu saat dara baro dan linto baro,dipeusijuk,(Tepung Tawar),oleh pengetua adat (ibu rumah tangga), dalam suasana semakin khitmat, kedua pasangan ini tentunya sudah bermohon kerizaan Allah SWT.

Acara pesta perkawinan antara Puteri Aceh dan Pengantin laki Melayu ini,juga para tamu pengantar dara baro,disuguhi makanan dan minuman, terutama makan nasi lauk pauk  kuah Beulangong khas Aceh Besar dan 20 -30 merpakan besan dimintakan masuk ke ruang yang sudah disediakan sementara rombongan lainnya disuguhi makanan yang telah disediakan tempat.

Prosesi Dara baroe keluarga bapak Dadang Suganda asal Binjai Sumatera Utara, menjadi salah satu bukti mampu menyesuaikan lidah menikmati makanan khas Aceh Besar berupa kuah beulangeng.

Dalam hal ini tradisi adat istiadat di seluruh daerah di Indonesia nyaris sama apalagi Adat Aceh dan Melayu.

Buktinya lagi pihak Linto Baroe anak dari Bapak Jailani dan Dara Baroe anak dari bapak Dadang Suganda Binjai Sumatera Utara, menjadi salah satu kenyataan adat Melayu dan Aceh dan disuguhi kuah belanggoeadat Melayu dan Aceh dan disuguhi kuah beulangoeg
,menjadi tradisi bahkan setiap acara pesta dan kanduri hayatan lainya, pungkas sejumlah tokoh masyarakat di Gampong itu (LM 067)