RI Bakal Produksi 1 Ton Emas Batangan per Minggu!

Berita, Ekonomi1028 Dilihat

Laskarmedia.com, Jakarta – PT Freeport Indonesia disebutkan akan memproduksi emas sebesar 1 ton per minggu dari pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) yang saat ini tengah dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Webinar BRI Microfinance Outlook 2022 yang bertajuk “Boosting Economic Growth Through Ultra Micro Empowerment” yang berlangsung secara hibrida, Kamis (10/2/2022).

Dia menyebut, untuk tahap awal, berkat investasi US$ 200 juta, PTFI bisa memproduksi 35 ton emas per tahun.

Dengan memproduksi emas yang besar di dalam negeri, maka menurutnya ini bisa membuat Indonesia segera membentuk bullion bank atau bank yang bisa menerima transaksi emas, selain mata uang biasa.

Dia menyebut, bullion bank ini ditargetkan bisa segera dibentuk pada tahun depan.

“Sehingga kalau ditangkap ini dengan bullion bank ini tidak perlu dikirim ke Singapura, karena kebanyakan sekarang dikirim ke Singapura, dari Singapura masuk lagi ke Indonesia. Sehingga hampir seluruh industri perhiasan itu adalah cost-nya hanya tolling fee karena tentu kaitannya dengan insentif fiskal dengan PPN,” jelas Airlangga.

Seperti diketahui, smelter tembaga Freeport di KEK JIIPE, Gresik, Jawa Timur ini sudah diresmikan proses awal pembangunannya alias groundbreaking langsung dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 12 Oktober 2021 lalu.

Proyek smelter senilai Rp 42 triliun ini akan mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan memproduksi 600 ribu ton katoda tembaga dan 35 ton emas per tahunnya.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya juga sempat mengatakan bahwa dengan memproduksi 35 ton emas per tahunnya, maka nilai transaksi yang dihasilkan bisa mencapai Rp 30 triliun per tahun.

“Sehingga bisa rata-rata hasilkan produksi 35 ton emas per tahun yang nilai transaksinya Rp 30 triliun,” ungkap Erick saat groundbreaking smelter, 12 Oktober 2021 lalu.

Lebih lanjut Erick menyampaikan, selama masa konstruksi diperkirakan bakal menyerap tenaga kerja sampai dengan 40 ribu tenaga kerja. Menurutnya, Gubernur Jawa Timur meminta agar tenaga kerja yang diserap mayoritas bisa berasal dari Jawa Timur, sehingga ada kepastian pembukaan lapangan kerja.

“Di sini disampaikan pak Tony (Presdir PT Freeport Indonesia), rencana akan menyerap 40 ribu tenaga kerja selama konstruksi,” jelasnya.

PTFI menggandeng PT Chiyoda International Indonesia untuk melakukan pekerjaan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) di tahap konstruksi. Adapun konstruksi smelter ini ditargetkan rampung pada 2023-2024 mendatang.

Dari sisi tambangnya sendiri, PT Freeport Indonesia menargetkan bisa memproduksi 1,5 juta ons emas dan 1,5 miliar pon tembaga pada 2022 ini, naik dari 1,3 juta ons emas dan 1,3 miliar pon tembaga pada 2021 lalu.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas sempat mengatakan bahwa ada dua metode penambangan yang dijalankan Freeport di tambang Grasberg, yakni pertambangan terbuka (open pit) dan juga tambang bawah tanah (underground).

Saat ini dia sebut tambang terbuka sudah rampung penambangannya. Artinya, tidak ada aktivitas penambangan lagi dari tambang terbuka, sehingga produksi akan secara penuh dari tambang bawah tanah.

“Tambang bawah tanah ini sudah develop sejak tahun 2004. Dan mulai tahun 2015 ditambang dan kini sudah kira-kira 90% dari kapasitas normal dan tahun depan akan kapasitas penuh 100%,” tuturnya kepada CNBC Indonesia pada 22 September 2021 lalu. (LM-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *