Polres Nagekeo Gencar Sosialisasi Bahaya Radikalisme Dan Terorisme Di Nagekeo

Berita, Sosial271 Dilihat

Laskarmedia.com,MBAY-Polres Nagekeo melalui Kasat Intelkam Ipda Thomas Aquino Mere menggelar sosialisasi waspada gerakan radikalisme dan bahaya terorisme di Desa Waekokak Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Kamis (03/11/2022).

Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Waekokak dibuka secara resmi oleh Kades Waekokak Yohanis Samparaja yang juga dihadiri oleh tim dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nagekeo yang dihadiri seluruh masyarakat Desa Waekokak.

Diawal sambutannya Yohanis Samparaja menyampaikan Kewaspadaan Nasional terhadap radikalisme dan terorisme merupakan upaya bersama untuk mencegah lebih awal sebelum terjadi masalah terorisme dan radikalisme khususnya di wilayah kabupaten Nagekeo.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo telah menunjuk setiap kecamatan 1 orang perwakilan yang menjadi perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama ( FKUB).

Cara mewujudkan Ketahanan Nasional adalah dengan tanamkan jiwa nasionalisme, patriotisme dan cinta terhadap NKRI, waspadai profokasi , hasutan dan pola rekrutmen teroris baik di masyarakat maupun media sosial dan membentuk dan membangun jejaring dengan komunitas damai.

Masyarakat yang berpegang teguh pada Empat Pilar Kebangsaan yakni : Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI tanpa terpengaruh dengan setiap Potensi ancaman lainnya yang dapat mengganggu kestabilan kamtibmas Nasional.

“Saya mengajak setiap peserta kegiatan untuk selalu peka dan lebih mencitai Tanah Air sebagai upaya pembentukan pribadi masyarakat yang berpegang teguh pada Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI tanpa terpengaruh dengan setiap Potensi ancaman lainnya”.Demikian disampaikan Samparaja dalam sambutannya.

Beberapa faktor penyebab seseorang masuk dalam bahaya terorisme seperti disampaikan Ipda Thomas Aquino Mere yakni :

1.Faktor Internal (Kondisi Ekonomi)
– Ketidakadilan/Diskriminasi
– Adanya ketidakpuasan terhadap Kebijakan Pemerintah.

2.Faktor Eksternal (Ketidakpuasan dengan negara-negara Adikuasa).

3.Faktor Cultural (Minimnya Pehaman Agama yang dipeluk masing-masing pribadi Manusia.

“Kita semua sebagai warga negara wajib secara bersama-sama harus memerangi masalah ini. Karena tindakan itu dilahirkan dari cara yang keliru dan paham yang salah yang bertentangan dengan nilai nilai agama dan nilai-nilai luhur Ketuhanan yang termaktub dalam ajaran setiap agama”.papar Ipda Thomas.

Ipda Thomas Aquino juga menjelaskan bahaya dan ancaman radikalisme dan terorisme dilatarbelakangi oleh Ideologi Politik, Ekonomi dan ingin akan kekuasaan namun menggunakan cara-cara yang keliru untuk mencapai tujuan.

“Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, saya juga berharap para peserta dapat mengetahui dan memahami secara jelas sehingga dapat mendeteksi dini hal-hal yang berkaitan dengan paham radikal dan terorisme tersebut untuk dapat dikoordinasikan dengan kami secepat mungkin, guna mengambil langkah-langkah pencegahan dan tidak berujung pada hal-hal yang tidak kita inginkan. Saya juga sangat mengharapkan agar semua peserta, dapat bekerja sama dalam mendeteksi setiap potensi gangguan, baik yang mengganggu nilai-nilai kebangsaan di Negara Indonesia maupun masalah sosial lainnya, sehingga dapat dikoordinasikan pihak kami selaku pemelihara situasi Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Nagekeo ini, agar dapat ditangani secara cepat dan tepat”.tambahnya.

Tujuan dilakukannya sosialisasi tersebut yakni untuk  memberikan pencerahan kepada peserta sosialisasi, agar dapat mencegah paham radikal dan terorisme yang beredar di Negara Kesatuan Republik Indonesia Ini. Setiap Potensi permasalahan yang ada diwilayah Kabupaten Nagekeo, dapat dicegah dan dihindari secara baik melalui peningkatan toleransi antar umat manusia serta dengan terjalinnya kerjasama antar instansi terkait yang ada di Wilayah Kabupaten Nagekeo dalam menangkal setiap potensi tersebut sejak dini.

Masih menurut Ipda Thomas, kejahatan Online (Cyber Crime) merupakan kegiatan yang marak terjadi di Wilayah Kabupaten Nagekeo dimana para pelaku kejahatan tersebut memanfaatkan kekurangan P
pengetahuan masyarakat Kabupaten Nagekeo terkait minimnya pengetahuan masyarakat terkait penggunaan Media Sosial, sehingga sangat mudah terjerumus.

Langkah protect yakni dengan melakukan deteksi dini dan deteksi aksi terkait Radikalisme dan Terorisme, melakukan sosialisasi terkait bahaya radikalisme dan terorisme kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nagekeo dan mengajak kerja sama yang baik dengan peserta sosialiasi agar dapat menjadi Mitra Polri dalam menjaga situasi Kamtimbas di wilayah Kabupaten Nagekeo.

“Untuk itu kegiatan kita hari ini ada beberapa hal yang menjadi rekomendasi kita bersama seperti melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Nagekeo guna melakukan rencana tindak lanjut terkait kegiatan sosialisasi bahaya radikalisme dan terorisme agar lebih menguatkan ketahanan masyarakat Kabupaten Nagekeo dalam menjaga keutuhan NKRI ini dengan memandang Empat Pilar Kebangsaan sebagai Pedoman Hidup. Mengoptimalkan peran dan fungsi Bhabinkamtibmas dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait setiap modus kejahatan sosial serta dapat menjadikan Seluruh Masyarakat Kabupaten Nagekeo sebagai Mitra Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas diwilayah Hukum Polres Nagekeo”.tutup Ipda Thomas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Yohana Kristina Kune, Pemateri dari FKUB Abu Bakar Husen, para Perangkat Desa Waekokak, Ketua BPD Desa Waekokak, Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita dan Tokoh Muda.(LM/132).