Dirman Danker Ketum LSM BARAPI Kecam Adanya Pungli Di SMA Negeri 7 Takalar Berdalih Sumbangan Musholla

Berita142 Dilihat

Laskarmedia.com.Takalar-Disinyalir adanya praktik dugaan nilai ijazah yang dimainkan pihak tertentu di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Takalar yang berlokasi di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Rabu,(28/9/2022)

Dihubungi via WhatsApp Direktur eksekutif LSM BARAPI Dirman Danker sangat mengecam adanya pungutan di SMA Negeri 7 Takalar yang memakai modus untuk pembangunan musholla.

“Seharusnya pihak yang berwajib Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan penyelidikan terhadap salah satu SMA di Takalar, karena hal ini tersebut sudah masuk ranah pungli” Ucap Danker.

Lanjut Danker mengatakan, Insya Allah adek-adek Barapi akan turun langsung kelapangan untuk investigasi dugaan pungli tersebut, “ujarnya.

Adanya informasi yang beredar di lapangan dengan adanya dugaan praktik nilai ijazah siswa SMA Negeri 7 Takalar yang telah tamat. Bagi siswa yang tidak membayar sumbangan maka tidak akan dikasih nilai ijazahnya serta di suruh membayar sesuai nilai mata pelajaran yang tidak ada nilainya dan uang pembayaran tersebut dimasukkan sebagai sumbangan pembangunan musholla di sekolah tersebut dan menurut informasi yang berkembang, sumbangan siswa untuk musholla tersebut bervariasi mulai dari 300 ribu rupiah sampai 500 ribu rupiah tergantung banyaknya nilai siswa yang kosong di ijazahnya.

Awak media ini lanjut konfirmasi langsung melalui wattsaffnya kepada siswa tamat di Tahun 2021 yang namanya minta di rahasiakan sebagai sumber informasi untuk diberitakan. Saat siswa tersebut dikonfirmasi dalam percakapan wattsaffnya mengatakan, “Iyek disuru bayar untuk sumbangan mushollah nabilang yg tdk lengkap nilainya itu yg kena denda tergantung dari mata pelajaran.bilan berapa kosong nilainya Klo saya dendanya 500 ribu klo mau diisi nilainya yg kosong harus bayar dlu baru bisa diisikan nilai ijazahnya katanya itu uang dendanya mauji di sumbangkan di mushollah,”tuturnya.

Lanjut di konfirmasi guru SMA Negeri 7 Takalar Baharuddin melalui wattsaffnya mengatakan, “Datang maki saja kibawami temanta dan anak itu yg menjadi saksinya… Kenapa tidak dari dulu dikompleng, kau kira itu Mushallah berdiri karena apa, apa uang pemerintah…, Itu semua karena kita guru, siswa dan Alumni,
Terlepas dari itu saya tubgguki besok disekolah,”ucap Bahar. (LM 095)