Mikron Antariksa : Kasus Omicron sudah ada di Babel

Berita, Kesehatan964 Dilihat

5 Wilayah Babel Masuk Level III

Laskarmedia.com, Babel- Berdasarkan data yang ada bahwa peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah dimulai sejak bulan Februari 2022.

Dimana, untuk saat ini sudah mencapai 1.149 kasus aktif untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan adanya peningkatan ini tentu saja bahwa kasus Omicron juga sudah ada di wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hal ini sebagaimana disampaikan Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa kepada Laskarmedia.com, Kamis (17/2/2022) melalui rilis Video nya.

Menurut Mikron, wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini sudah masuk katagori di Level III.

Dari Tujuh Wilayah Kabupaten/Kota yang ada di Bangka Belitung, tercatat bahwa terutama 5 wilayah Kabupaten/kota yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Belitung dan Belitung Timur masuk di Level III.

Sedangkan untuk 2 wilayah lainnya, yakni wilayah Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka Selatan masih posisi di level I.

“Dari 7 wilayah Kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kita ini, 5 daerah masuk katagori level 3 (tige) dan dua daerah Kabupaten lainnya masuk masuk di level I,” ujar Mikron Antariksa.

Mikron Antariksa menambahkan, di dalam pengenaan PPKM tentu saja adanya pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat yang sudah diatur didalamnya.

Dimana nantinya akan diterbitkan instruksi bersama dengan Forkopimda terkait dengan Pelaksanaan Imendagri No 11 Tahun 2022.

Kemudian, untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada level III ini, memang masih ada batasan. Tidak dilakukan sampai 100 %, tetapi cukup 50 % saja.

Salah satu contoh untuk saat ini yang telah dilakukan di daerah Kabupaten Belitung. Pemerintah sudah menganjurkan bahkan meniadakan PTM di wilayah tersebut.

Pihaknya juga telah meneruskan instruksi ini kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar mematuhi PTM semenjak PPKM Level III ini. Dengan melakukan PTM hanya 50 %.

Bila ada guru yang sakit dilakukan Lock down secara farsial atau meliburkan yang sakit ataupun meliburkan yang positif dan meliburkan kelas yang positif.

“Tentu saja untuk saat ini kita sudah meneruskan instruksi ini kepada Dinas Pendidikan agar mematuhi PTM semenjak PPKM Level III dengan 50 persen. Apabila ada guru yang sakit bisa dilakukan Lock down secara parsial ataupun meliburkan yang positif ataupun kelas yang positif,” ungkap Mikron.

Sementara itu dari pantauan Laskarmedia.com, dengan meningkatnya jumlah warga kota Pangkalpinang yang terpapar Covid 19, pihsk Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang untuk sementara waktu meniadakan jam kunjungan atau besuk pasien.

Berkakunya keputusan ini sesuai dengan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Direktur RSUD Depati Hamzah dr. Della Rianadita. Nomor 440/002/RSUDDH/II/2022. Tentang Jam Besuk Pasien RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.

Keputusan ini diberlakukan mulai 15 Febuari 2022. Jam kunjungan/besuk pasien ditiadakan hingga waktu yang ditentukan kemudian

Hal tersebut dikarenakan untuk kenyamanan pasien dan keluarganya ditengah meningkatnya covid 19 di kota Pangkapinang

Selain itu, sehubungan dengan memingkatnya kembali kasus baru Covid 19 (Covid-Omicron) secara nasional dan untuk mencegah resiko penularan Covid-Omicron. (LM-136).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *