Majelis Hakim Keluarkan Staff Advokasi PKPA Nias Saat Sidang

Laskarmedia.com, Gunungsitoli–Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Sumatera Utara Taufiq Noor Hayat mengeluarkan staff Advokasi Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Nias Iren Bohalima dari ruang sidang, Rabu 8 Desember 2021.

Staff advokasi PKPA Nias Iren Bohalima dikeluarkan dari ruang sidang atas permintaan tim kuasa hukum korban YN (17) dan tersangka SN (15) pada sidang pembacaan eksepsi kuasa hukum atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (Jpu).

Usai sidang, Yaminudin Laoli mewakili tim kuasa hukum YN dan SN membenarkan jika staff advokasi PKPA Nias Iren Bohalima dikeluarkan dari ruang sidang atas permintaan mereka sebagai kuasa hukum kepada majelis hakim.

“Kita meminta majelih hakim mengeluarkan Iren Bohalima dari ruang sidang karena dalam Berita Acara Pemeriksaan (Bap) YN dan SN dia tercantum sebagai saksi,” ungkapnya.

Sehingga kami sebagai kuasa hukum korban maupun tersangka menganggap jika Iren Bohalima tidak layak berada di dalam ruang sidang yang dilaksanakan tertutup untuk umum.

“Kita bukan keberatan atas kehadiran PKPA Nias, kalau yang mewakili PKPA Nias orang lain yang belum dijadikan saksi dalam Bap, kami tim kuasa hukum pasti tidak keberapatan,” jelasnya.

Jaksa Penuntut Umum, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Arpan Richat Pandiangan yang ditemui usai sidang di kantor Pengadilan Negeri Gunungsitoli menolak dengan halus permintaan konfirmasi.

“Saya bukan tidak mau, kami di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli ada humasnya, sebaiknya konfirmasi melalui humas saja,” pintanya.

Manager PKPA Nias Chairidani melalui telepon seluler pada hari yang sama membantah jika anggotanya dikeluarkan dari ruang sidang, tetapi keluar sendiri untuk menghindari kuasa hukum korban dan tersangka ribut.

“Anggota kita bukan diusir dari ruang sidang, tetapi dia keluar sendiri untuk menghindari para pengacara ribut,” jelasnya.

Dia juga menegaskan jika Iren Bohalima hadir pada persidangan atas permintaan Jpu dari Kejaksaan Negeri Gunungsitoli sebagai pekerja sosial, dan bukan sebagai saksi.

“Iren hadir pada sidang karena permintaan Jpu dari Kejaksaan Negeri Gunungsitoli sebagai pekerja sosial dan bukan sebagai saksi, bahkan ada suratnya,” ujar Chairidani.(LM-140)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *