Dewi Aryani Nilai Puskesmas Jatibogor Cukup Sigap Tangani Covid-19

Kesehatan180 Dilihat

LASKARMEDIA.COM | Tegal – (28/7), Masih dalam masa reses bulan juli, Dr. Dewi Aryani, M.Si anggota komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan melakukan kunjungan ke Puskesmas Jatibogor Kabupaten Tegal.

Dewi Aryani melalui tenaga ahlinya menyerahkan bantuan biskuit balita dan ibu hamil juga melakukan pemantauan terkait pelayanan puskesmas dalam melakukan prevensi, deteksi dan respon di dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Data yang berhasil di himpun dalam kunjungan ke Puskesmas Jatibogor diantaranya mengenai penanganan pandemi Covid-19 pelayanan Puskemas Jatibogor dalam melayani pasien dan menangani Covid-19 bertanggung jawab bersama dari lintas sektor baik masyarakat, tim satgas desa, puskesmas, satgas kecamatan, Forkompimcam Kecamatan Suradadi.

Dari awal Maret 2020- Selasa, 27 Juli 2021 data terkonfirmasi pasien Covid-19 sebagai berikut :

1. 313 orang positif

2. 252 orang sembuh

3. 26 orang meninggal

4. 18 orang dirawat dari rumah sakit

5. 17 orang isolasi mandiri

Data Pasien Terpapar Pendemi Covif-19 per Kasus di Tiap Desa di :

Kecamatan Suradadi sampai Selasa, 27 Juli 2021 sebagai berikut :

Desa Sidaharja
Dirawat 3 orang, insoman 1 orang, sembuh.

Desa Gembongdadi Dirawat 3 orang, insoman 2 orang, sembuh 1 orang.

Desa Karangmulya Dirawat 4 orang, insoman 3 orang, sembuh 0

Desa Karangwuluh Dirawat 1 orang, insoman 3 orang,
sembuh ada 2 orang

Desa Jatibogor
Dirawat 4 orang, insoman 5 orang, sembuh 0

Desa Harjasari
Dirawat 3 orang, insoman 3 orang, sembuh 0

Total Jumlah pasien Covid-19 yang terpapar sampai Selasa 27 Juli 2021

Kecamatan Suradadi per Desa Sebagai Berikut :

1. Dirawat 18 orang

2. Insoman 17 orang

3. Konfirm positif 35 orang

4. Sembuh 4 orang

Pelayanan Puskesmas Jatibogor :
Jam operasional 07.30-12.00
Jam pelayanan 07.30-10.00 wib di loket pendaftaran (Senin-Kamis)
07.30-09.00 (Jumat)
07.30-09.30. (Sabtu)

Namun demikian jika ada gawat darurat dan harus ada tindakan tetap dilayani walaupun lewat jam pendaftaran.

Bagi warga yang terpapar pendemi Covid-19 yang memilih Insoman di rumah tetap dipantau oleh bidan kesehatan dan kader kesehatan.

Kader Kesehatan Tiap Desa Ada 2 Kader Desa / Desa untuk Tracer.

Orang bergejala bisa ke puskesmas, bisa pelayanan via wa. Kalau ada keluhan semakin sesak bawa ke rumah sakit. Orang bergejala dan tidak bergejala pelayanan terpisah dan tempat duduk terpisah. Anosmia disarankan untuk rapid tergantung pasien ada yang mau dan tidak. Rapid untuk pasien free obat Covid-19. Obat Covid-19 antivirus dan acitrunusin tidak ada di puskesmas.

Untuk Pelayanan Ibu Melahirkan Anak

Pelayanan ibu melahirkan dan anak tetap dilayani tapi 11 bidan yang terpapar postif kekurangan tenaga bidan. Bidan isoman 14 hari. Untuk ibu melahirkan untuk melahirkan terlabih dahulu di swab antigen. Jika positif akan dirujuk ke rumah sakit. Jika negatif tetap dilayani di puskesmas. Ada pengalaman pasien positif dibawa ke rumah sakit alhasil penuh dirawat. Untuk pasien yang melahirkan minimal 6 jam puspartum pasca melahirkan sudah bisa pulang. Pelayanan covid dan pelayanan tidak covid dipisah. Petugas di rolling. Untuk petugas kesehatan yang bergelajala batuk pilek disarankan tapi wajib dilakukan swab di puskesmas, jika terpapar positif 14 hari.
Untuk petugas kesehatan yang tidak bergejala tidak swab.

Total Bidan Desa Ada 12 Orang per Desa, dengan Rincian Sebagai Berikut :

1. Bidan Desa Sidaharja ada 2 orang

2. Bidan Desa Jatibogor 2 orang

3. Bidan Desa Karang Mulya 2 orang

4. Bidan Desa Gembong dadi 2 orang

5. Bidan Desa Harjosari 3 orang

6. Bidan Desa Karangwuluh 1 orang

Bidan Puskesmas yang tugas di Puskesmas Jatibogor ada 3 orang

Bidan Maper mampu persalinan yang menanganin melahirkan ada 8 orang.

“Puskesmas cukup sigap menangani pelayanan Covid-19, Kepala Puskesmas memberikan usulan terkait alat SWAB PCR harus ada di RS. Suradadi menurut saya menjadi catatan agar kedepan dapat kita perjuangkan. Sehingga untuk pasien yang terpapar positif Covid-19 di Kecamatan Suradadi tetap bisa melaksanakan testing, tracing dan treatment. Mengingat SWAB PCR hanya dilaksanakan di RS. Soesilo dan satu-satunya di Kabupaten Tegal,” tandas Dewi Aryani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *