
Oleh:Muhammad Sontang/Dara Aisyah
Bagian II
Laskarmedia com, Medan – Keunggulan bersaing dapat di capai dengan orientasi kewirausahaan (Bhegawati dan Yuliastuti, 2019).
Adapun kunci keberhasilan untuk mampu bertahan di tengah persaingan usaha terletak pada kemampuan UMKM dalam mengembangkan keunggulan kompetitifnya.
Salah satu strategi dalam mengembangkan keunggulan kompetitif yaitu melalui inovasi. Seorang entrepreneur di tuntut untuk menghasilkan nilai lebih yang diperoleh melalui berbagai pengembangan inovatif.
Sasaran yang harus dicapainya adalah menghasilkan produk dan pelayanan baik di banding pesaing (Andrio, 2018). Salah satu karakter yang sangat penting dari entrepreneur adalah kemampuannya berinovasi (Larsen & Lewis 2007).
Inovasi terjadi karena perasaan tidak puas terhadap kondisi dan situasi yang ada serta adanya peluang untuk memperbaiki keadaan yang ada, inovasi harus dijadikan sebagai suatu alat dan bukan suatu tujuan.
Tujuan dari suatu inovasi adalah perubahan atau perbaikan dari kondisi yang ada menjadi lebih baik, namun tidak semua perubahan dapat dikatakan sebagai suatu inovasi (Saiman, 2011).
Para UMKM yang berinovasi memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah sehingga dapat mempercepat pekerjaan mereka. Kemampuan berinovasi dengan mencoba ide-ide baru, mencoba metode operasi baru, inovasi produk, akan meningkatkan kinerja personal (Assegaf, et al. 2015).
Tujuan utama UMKM berinovasi adalah untuk memenuhi permintaan pasar sehingga produk inovasi merupakan salah satu yang dapat digunakan sebagai keunggulan bersaing (Wahyono, 2002 ; Gray et. al 2002).
Keberhasilan melakukan inovasi produk berarti selangkah lebih maju dibandingkan pesaingnya (Supranoto, 2009). Penelitian Defin dan Atim (2011) menyatakan bahwa terdapat pengaruh langsung orientasi
kewirausahaan yang terdiri dari sikap inovatif, proaktif dan pengambilan resiko yang dimiliki pelaku usaha memiliki pengaruh langsung terhadap peningkatan keunggulan bersaing.
Pada dasarnya tanpa adanya inovasi, pelaku usaha tidak akan dapat bertahan lama. Hal ini disebabkan kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggan berubah-ubah.
Pelanggan tidak selamanya akan mengkonsumsi produk yang sama. Pelanggan akan mencari produk lain jika dirasakan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Untuk itulah diperlukan adanya inovasi terus menerus jika usaha akan berlangsung lebih lanjut dan tetap berdiri dengan usahanya. Hal ini tidak terlepas dari keinginan konsumen yang selalu berubah- ubah.
Inovasi memiliki peran yang sangat penting dalam pencapaian tujuan UMKM dalam mempertahankan kemampuan bersaingnya. Pada dasarnya UMKM diharapkan dapat memiliki kemampuan berinovasi dalam merespon lingkungan dan mengembangkan kemampuan baru.Sehingga akan meningkatkan kinerja usaha.
Ketidakpastian pasar menyebabkan para pelaku usaha harus selalu berinovasi agar dapat memenangkan persaingan, bukan hanya untuk menghadapi ketidakpastian pasar dan kondisi persaingan bisnis yang semakin meningkat. Inovasi merupakan sumber penting bagi pertumbuhan perusahaan dan kunci penentu untuk menghadapi persaingan usaha (Lam, 2010 dalam Andrio, 2018).
Sebenarnya untuk mencapai inovasi membutuhkan usaha yang terkoordinasi dari seluruh pihak. Menurut (Fontana, 2011) inovasi sebagai keberhasilan ekonomi berkat adanya pengenalan cara baru atau kombinasi baru dari cara – cara lama dalam mentransformasi input menjadi output (teknologi) yang menghasilkan perubahan besar atau drastis.
Dalam perbandingan antara nilai guna yang dipersepsikan oleh konsumen atas manfaat suatu produk (barang dan/atau jasa) dan harga yang ditetapkan oleh produsen. Inovasi dalam konteks lebih luas bahwa inovasi yang berhasil mengandung arti tidak saja keberhasilan ekonomi melainkan juga keberhasilan sosial.
Inovasi yang berhasil adalah inovasi yang menciptakan nilai besar untuk konsumen, untuk komunitas, dan lingkungan pada saat yang sama. Sesungguhnya UMKM harus mengadopsi pendekatan holistik terhadap inovasi berkelanjutan (continuous innovation) lewat suasana inovatif terhadap iklim dan interaksi antar pelaku usaha.
Membangun inovasi secara berkelanjutan merupakan dasar yang memungkinkan suatu usaha terus berlanjut karena inovasi berkelanjutan mempunyai hubungan langsung kesemua elemen yang dikaitkan dengan kemampuan kompetisi didalam pasar global (Steiber, 2014 dalam Andrio, 2018).
Inovasi berkelanjutan (continuous innovation) didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengabungkan efektifitas operasional dan strategi yang fleksibel – exploitasi dan ekplorasi (Boer, Kuhn, & Gertsen 2006 dalam Andrio, 2018). Inovasi merupakan sebuah prasyarat bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah berkembang dan tumbuh.
Inovasi UMKM yang dilakukan secara terus menerus dapat bersaing dan terus hidup (sustainability). Apalagi dengan melibatkan aspek-aspek komunikasi untuk memperoleh keberhasilan dalam menanamkannya…
- Muhammad Sontang WA: Dr.Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, Jabatan Kepala Laboratorium Fisika Nuklir USU.
- Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D, Jabatan Sekretaris Prodi Ilmu Adminstrasi Publik FISIP USU















Komentar