Masyarakat Harus Paham Tentang Resiko Dalam Investasi

Berita, Daerah, Ekonomi611 Dilihat
Dok : Dr.Yenni Triana, SH, MH, Tim pengabdian masyarakat Magister Hukum Universitas Lancang Kuning.

Laskarmedia.com, Pekanbaru — Berbagai cara perusahaan investasi menawarkan investasi kepada masyarakat, namun pemahaman terhadap resiko investasi kadangkala tidak dijelaskan dalam prospektus perusahaan investasi ketika melakukan penawaran kepada calon investor. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan pemahaman terhadap resiko dalam investasi agar mereka dapat membuat perencanaan dan mempertimbangkan apabila mengambil peluang dari investasi yang ditawarkan tersebut.

Hal inilah yang dijelaskan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Magister Hukum Unilak, Dr. Yenni Triana, SH, MH saat melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Rumbai Timur (9/12/21) di aula Kantor Lurah Lembah Sari Kecamatan Rumbai Timur.

Dosen Magister Hukum Pascasarjana Unilak ini juga menjelaskan masyarakat juga harus tahu payung hukum dari investasi tersebut sehingga mereka paham apa dasar-dasar hukum tentang investasi yang akan mereka lakukan.

Dalam Undang-undang nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal dimana UU ini menggantikan UU no.1 tahun 1967 dan UU No.6 tahun 1968 menyebutkan Penanaman modal terdiri dari : pertama PMDN yaitu kegiatan menanam modal untuk melakukan kegiatan usaha di wilayah NKRI yang dilakukan penanam modal dengan modal dalam negeri. Kedua PMA yaitu kegiatan menanam modal untuk melakukan kegiatan usaha di wilayah NKRI yang dilakukan penanaman modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan  dengan penanam modal dalam negeri.

Yenni Triana juga melanjutkan masyarakat juga harus paham apa sebenarnya pengertian dari investasi. Dimana Invest dapat diartikan menanam  atau menginvestasikan uang sedangkan investasi kegiatan yang dilakukan baik oleh orang pribadi ataupun badan hukum dalam upaya untuk meningkatkan dan atau mempertahankan nilai modalnya baik yang berbentuk nilai tunai (cash money), peralatan, aset tidak bergerak, hak atas kekayaan intelektual, maupun keahlian.

Dalam pasal 1 ayat 1 UU No.25 tahun 2007 menerangkan investasi adalah segala bentuk kegiatan penanaman modal baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara RI.

Adapun mekanisme dari investasi, prosesnya adalah mempertemukan penawar ( mereka yang memiliki dana lebih) dengan peminta (mereka yang membutuhkan dana). Penawar dan Peminta dipertemukan bersama melalui Lembaga Financial dan Pasar Financial melalui proses Pemerintah, Perusahaan, dan Individu.

Dalam prakteknya, banyak sekali jenis-jenis investasi yabg ditawarkan kepada masyarakat. diantaranya : surat berharga atau kekayaan, langsung atau tidak langsung, hutang atau penyertaan / opsi,  resiko rendah atau tinggi, jangka pendek atau jangka panjang. Namun semua investasi tersebut tentunya memiliki resiko yang memiliki kemungkinan adanya hasil nyata dari suatu investasi dapat berbeda nilainya dari apa yang diharapkan, seperti resiko bisnis, resiko financial, resiko daya beli, resiko suku bunga, resiko likuiditas, resiko pasar dan lainnya.

Pada umumnya semakin variabel atau lebar range, maka kemungkinan nilai hasil dari suatu investasi akan semakin besar resikonya dan sebaliknya. Jadi, resiko dari suatu investasi langsung berkaitan dengan hasil yang diharapkan. Untuk itu, investor diharapkan dapat berusaha meminimalisir resiko untuk mendapatkan tingkat hasil tertentu atau memaksimalkan hasil untuk tingkat resiko tertentu.(LM-103)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *