Truk Pengangkut Batu Gajah Diduga Mengundang Bencan

Berita139 Dilihat

Laskarmedia. com. Bireuen,–Sejumlah truk pengambil dan pengangkut batu gajah di kawasan Desa Pante Karya Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen diduga telah merusakkan sepanjang jalan dalam Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.

Dari pantauan wartawan media ini Kamis dan Jumat l11 dan 12 Mei 2023 terlihat jalan rusak mulai dari Desa Pante Karya, Bukit Sudan, Alue Glumpang, Alue Iet, Awe Geutah, Blang Cirih, Teupin Raya dan Kubu.

Kerusakan jalan dalam Kecamatan Peusangan Siblah Krueng mencapai 15 km diduga akibat lintasan truk pengambil dan pengangkut bat gajah.

Menurut informasi dari warga Desa Teupin Raya, Fakhrurrazi  (55) menybut, truk pengangkut batu gajah sejak tahun 2022 yang lalu diperuntukkan untuk pembuatan pembangunan birem tebing di aliran Krueng Peusangan yang terkena erosi dan abrasi di Gampong Blang Panjo Kecamatan Kuta Blang dan Kapa Kecamatan Peusangan.

Pengambilan batu gajah dengan beicho dimasukkan ke truk di sekitar Sungai Krueng Meuh dapat merusak ketahanan tanah sehingga bisa menyebabkan longsor, erosi dan banjir. Ini sudah berlangsung lama.

Tidak bisa dihitung berapa ratus truk sudah mengambil batu gajah di Pante Karya dan Pulau Harapan. Maka daerah tersebut sering terjadi banjir seperti minggu lalu. Bila hujan datang, seketika Sungai Krueng Meuh meluap ke perkampungan penduduk Desa Pante Karya.

Pemerhati Lingkungan dan Akademisi Unimus, Peusangan, Drs Faizin,M.Pd mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Bireuen dapat mengantisipasi pengambilan batu gajah di sekitar aliran Sungai Krueng Meuh guna menjaga kelestarian alam dan lingkungan tempat tinggal masyarakat di sepanjang aliran sungai.

Menurut prediksi Pak Faizin bila tidak diantisipasi 10 tahun ke depan akan terjadi bencana alam sebab di perbukitan dan hulu sungai, kayu sudah ditebang dijadikan kebun sawit.

Dan bila hujan tiba tidak ada penyerapan air dan seketika volume air sungai bertambah dan meluap ke permukiman penduduk sehingga kita tanpa menyadari mengundang bencana. (LM 067))