Pesan LaNyalla Mattalitti Buat Pemda Nagekeo Di Seminar Nasional Ekonomi Nagekeo Bangkit

Berita447 Dilihat

www.LaskarMedia.ComMbay-Menyongsong Hari Lahir Pancasila 01 Juni 2022, Komunitas UMKM Nagekeo Bangkit dibawah pembina Yohanes Lado menggelar Seminar Nasional UMKM Nagekeo Bangkit di Mbay Ibukota Kabupaten Nagekeo NTT.

Kegiatan digelar langsung di aula Kantor Bupati Nagekeo Senin 30 Mei 2022 dengan menghadirkan pemateri utama Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Ir. M. M LaNyalla Mattalitti dan Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do. M. Kes.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti sekaligus memberikan sambutan berkaitan dengan UMKM yang merupakan salah satu jalan untuk membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan pasca pandemi covid19.

LaNyalla Mattalitti dalam sambutannya mengatakan bahwa sesuai dengan program Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, UMKM merupakan cara yang ditempuh dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEM) yang digerakan melalui kementerian kementerian terkait seperti Kementerian Koperasi dan UMKM, serta Kementerian Keuangan.

“Secara umum pemerintah telah bekerja untuk mempertahankannya UMKM sebagai bagian penting dari Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB). Karena faktanya, PDB Indonesia di tahun 2019 sebelum adanya Pandemi Covid19, sebesar 61% atau senilai Rp. 8,573 Triliun disumbang oleh UMKM”.Terang LaNyalla Mattalitti.

Sebagai Ketua DPD RI , LaNyalla Mattalitti memberikan dukungan penuh kepada para pelaku UMKM Nagekeo Bangkit melalui slogan “Nagekeo The Heart Of Flores”, untuk mengembangkan semua potensi lokal yang tersedia. Pastikan semua produk mampu bersaing dan menembus pasar nasional dan global.

” Intinya jaga kualitas dan kontinyuitas produksi, sehingga mampu bersaing di semua level market dan mampu memenuhi permintaan konsumen”.jelasnya.

Namun dalam sambutannya juga, LaNyalla Mattalitti memberikan dua catatan penting kepada pemerintah, baik pemerintah pusat, propinsi maupun daerah, lebih khusus Pemda Nagekeo berkaitan dengan UMKM.

Pertama, semangat pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM melalui beberapa stimulus yang diberikan, perlu diimbangi dengan kehadiran pemerintah dalam memastikan Angka pasti Ketersediaan Pasar (Decision Maker). Para pelaku UMKM terus didorong untuk melakukan produksi dan para calon UMKM didorong mengikuti diklat untuk berani terjun menjadi pengusaha UMKM, namun pemerintah tidak memiliki angka pasti ketersediaan pasar yang dapat menyerap produk produk UMKM yang dihasilkan.

Lanjutnya, berkaitan dengan hukum ekonomi, ketika suplay (pasokan) produk lebih besar dari deman (permintaan) maka harga jual (selling price) akan turun dan pelaku UMKM akan gulung tikar (bangkruft).

“Hal inilah yang sering saya sampaikan sebagai bentuk kritik kepada pemerintah di daerah – daerah yang gencar menciptakan sentra – sentra usaha bagi para pelaku usaha, sementara tidak mendesign pasar secara baik. Akibatnya, satu persatu pedagang mulai meninggalkan sentra sentra usaha tersebut. Dan kasus seperti ini banyak kita temukan disetiap sentra – sentra kuliner. Sehingga yang terjadi, bukan menambah jumlah wirausahawan, tapi menambah jumlah penduduk miskin di Indonesia karena pelaku usahanya gulung tikar dan kehabisan modal. Apalagi modal yang diperoleh dari penjualan aset, gadai aset dan melalui kredit di lembaga keuangan. Akibatnya, banyak dari kalangan pelaku usaha tersebut yang menjadi debitur macet karena kedai kedai jualannya ditutup”.Papar LaNyalla Mattalitti.

Lebih lanjut kata LaNyalla, hal tersebut merupakan persoalan serius di pemerintahan kita, yang lebih berorientasi pada angka jumlah pertumbuhan UMKM. Pemerintah masih berorientasi pada angka seberapa banyak jumlah izin usaha yang dikeluarkan ke para pelaku UMKM, sementara pemerintah tidak memiliki data riil berapa jumlah pelaku usaha yang mati di tiga bulan, enam bulan bahkan satu tahun, serta informasi secara spesifik yang menjelaskan mengapa mereka mati.

“Pesan saya kepada Pemda Nagekeo, semangat dalam menumbuhkan pelaku UMKM terus dipertahankan, namun pastikan juga metode pasar penyerapan produk yang tersedia, sehingga para pelaku UMKM Nagekeo Bangkit terus meroket bersama seluruh produk yang dihasilkan. Sukses selalu UMKM Nagekeo Bangkit, jangan menyerah, eksplorkan semua kemampuan yang dimiliki untuk kesuksesan diri sendiri, orang lain dan kejayaan Nagekeo. Wassalam”.Demikian disampaikan Mattalitti.

Sementara itu, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do pada kesempatan yang sama juga memberikan sambutan pada seminar nasional UMKM Nagekeo Bangkit dengan menjelaskan bahwa pasar tetap bagi para pelaku UMKM Nagekeo salah satunya melalui belanja pemerintah.Dijelaskannya, setiap kegiatan yang sifatnya kepemerintahan dari skop kabupaten sampai ke desa – desa wajib menggunakan produk lokal, baik yang sifatnya konsumsi seperti snack atau cemilan dan pangan lokal maupun pernak pernik dari kerajinan tenun maupun anyaman.

“Akan kita arahkan secara perlahan mulai kurangi pemakaian produk luar Nagekeo dan mulai wajib menggunakan produk buatan sendiri dengan motto “Bela Beli Nagekeo”.

“Berkaitan dengan data pertumbuhan UMKM disupport oleh Dinas Koperindag dan fokus kita dalam menumbuhkan pelaku usaha UMKM lebih menyasar pada kaum milenial. Mulai dari SMA sudah kita dorong untuk berani terjun dalam dunia usaha melalui UMKM. Sambil belajar sambil berusaha. Terima kasih pak LaNyala yang sudah memberikan perhatian penuh akan kebangkitan ekonomi Nagekeo melalui kritik dan saran serta pemikiran bagi kami dan seluruh komunitas UMKM Nagekeo Bangkit”.tutup Bupati Nagekeo.

Seminar Nasional UMKM Nagekeo Bangkit diikuti 500 peserta dari berbagai desa di Nagekeo dan para siswa siswi SMA / Sederajat sebagai calon pelaku usaha UMKM.

Turut hadir dalam seminar tersebut, anggota DPD RI dari dapil NTT, Angelo Wake Kako dan beberapa anggota DPD RI lainnya dari dapil Sulawesi Selatan dan dapil Maluku.(LM/132).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *