Miris, Distan Nagekeo Salurkan Benih Padi Oplosan Ke Petani Mbay

Berita538 Dilihat

Laskarmedia.comMBAY-Romualdus Dera (46) warga RT 14, Kelurahan Danga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo yang berprofesi sebagai petani pada wilayah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Konstruksi Mbay (KM) 2.2 Kiri, Kamis 07 Juli 2022 menemui sejumlah awak media seraya mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak Dinas Pertanian yang telah mengedar benih padi oplosan ke para petani.

Romualdus Dera keberatan terhadap benih padi yang disalurkan Pemerintah, melalui Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo ternyata tidak sesuai yang diharapkan seperti yang tertera di RDKK.

Dirinya mengaku, berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK), benih padi yang seharusnya disalurkan kepada para petani dari varietas Inpari 6 JT, namun ternyata berbeda dengan fakta di lapangan.

Harapan benih unggul varietas Inpari 6 JT yang harus diterima oleh petani untuk musim tanam tahun ini akhirnya berubah jadi benih oplosan.

“Menurut RDKK benih yang seharusnya kami terima, Inpari 6 JT, tapi kenyataannya tidak seperti itu.Labelnya saja yang Inpari 6 JT, namun isinya bukan, ini ada warna-warni ketika kita kupas. Dugaan saya, mereka ambil dari padi ladang di area sawah tadah hujan. Karena terdapat varian warna berasnya ketika dikupas.Ada merah, hitam dan putih, ada juga yang berekor. Saya ini petani sudah puluhan tahun, jadi benih ini saya tahu persis, bukan benih unggul Inpari 6 JT”.Terangnya.

Romualdus berharap kepada Dinas Pertanian Nagekeo untuk serius menangani sektor pertanian lebih khusus persoalan benih dan saprodi (pupuk dan obat-obatan). Sebab dua hal tersebut merupakan kebutuhan dasar yang dapat mendongkrak produktifitas hasil panen para petani. Kata Romualdus dalam Sapta usaha tani yang disosialisasikan pemerintah juga menjelaskan salah satunya adalah penggunaan benih yang unggul dan bermutu.

“Pemerintah yang jelaskan ke kami tentang Sapta Usaha Tani, salah satunya adalah menggunakan benih unggul, penggunaan saprodi yang tepat, namun dalam pelaksanaan pemerintah justru menyalurkan benih oplosan”.jelasnya.

Di waktu yang sama, Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, melalui Kepala Bidan (Kabid) Tanaman Pangan, Ahmad Afendi Pua Upa menjelaskan bahwa perihal indikasi benih padi yang tidak unggul dipersilahkan kepada para petani untuk melaporkan kepada Dinas Pertanian untuk diganti dengan benih padi unggul oleh penyedia.

“Sebelum pembagian benih berlangsung, kami sudah himbau kepada para petani kalau ada indikasi, benih tidak unggul, benihnya dipisahkan nanti kami turun bersama petugas untuk lakukan kroscek, kami minta pihak ketiga juga turun, dan kita perintahkan untuk ganti”.Kata Avendi Pua Upa.

Menurut Ahmad Afendi, total benih padi yang disalurkan kepada petani di Irigasi Mbay sebanyak 15 Ton dengan sasaran untuk 500 Ha sawah petani irigasi Mbay.

“Total benih yang akan kita salurkan 15 ton untuk 500 Ha sawah di Mbay”.Kata Avendi.

Berdasarkan temuan dilapangan oleh Laskarmedia.com Kamis 07 Juli 2022 di Mbay, Nomor Seri Label benih padi, Label Biru, Produsen benih KT. Usaha Bersama, Muhamad Jafar. Alamat, Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Varietas Inpari 6 JT. Tanggal selesai Uji, 09/06/2022. Tanggal akhir label, 09/12/2022.(LM/132).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *