Kunker KB MAA Bireuen Ke “Jaboi ” Desa Adat Penuh Sejarah

Berita95 Dilihat

Laporan : Drs H Suherman Amin Bireuen Aceh

www.Laskarmedia.com.Sabang – Alhamdulillah Keluarga Besar Pengurus Majelis Adat Aceh dan Sekretariat MAA ( KB MAA) dalam rangkaian kunjungan kerja ( Kunker) ke Desa “Jaboi ‘ Kecamatan Suka Jaya Kodya Sabang lancar dan aman.


Perjalanan yang santai dan enjoi atas gebrakan prakarsa Ketua Bidang Hukum Adat Badruddin Yunus SH dkk yang akrab disapa Abu Laoet atas motivasi Ketua MAA,Drs Ridwan Khalid , Pj Kepala Sekretariat MAA Kabupaten Bireuen Ibu Cut Meutia Fathiati, S.ST, SH disertai hasil musyawarah mufakat di Kantor MAA Bireuen berhasil.

Perjalanan selama empat hari pertengahan Juli 2024 yaitu 13 -16 Juni 2024 tujuannya mengunjungi gampong adat Jaboi di kecamatan Sukajaya Kota Sabang Aceh melakukan pertemuan dengan MAA Sabang terkait adat istiadat sekaligus mendapatkan input tentang adat istiadat di desa adat tersebut.

Rahmat Allah walau cuaca mendung situasinya aman dan nyaman dalam perjalanan sehingga Kapal Cepatpun dari Ulelheu Banda Aceh ke pelabuhan Sabang dengan perjalanannya hanya 46,12 menit.

Setibanya di Pelabuhan Sabang ternyata rombongan diterima wali kota Sabang bersama pengurus MAA Sabang yang disambut dengan acara “Peusijuk”
( Tepung Tawar) sebagai sempena adat menyambut tamu.

Seusai acara penyambutan rombongan berangkat dengan mobil yang telah disediakan dan terus di antar ke tempat peristirahatan di Home Stay dan losmen kawasan kota bawah Timur Kota Sabang.

Sedangkan pagi setelah Shalat Subuh, sarapan pagi rombongan berangkat ke Desa adat ” Jadoi ” Kecamatan Suka Jaya Kodya Sabang Aceh untuk temu ramah rangkaian silaturrami diskusi sekaligus menampilkan tarian khas Aceh dan PM TOH.

Keuchik Rahmat Desa Jaboi Kecamatan Suka Jaya Kodya Sabang dalam sambutannya memaparkan bahwa
Jaboi adalah salah satu desa adat di kecamatan Sukajaya Kota Sabang, Aceh yang terletak kisaran 15 Kilometer dari Kota Sabang.

Desa Jaboi terbentuk dari dua suku kata ” Jak dan Boi ” selain memiliki wisata bahari yang indah juga memiliki wisata ekstrim bagi pengunjung yang memiliki jiwa petualang.

Seperti Gunung berapi yang masih aktif dan memiliki pemandangan yang indah namun Teungku Selamat tidak berani memakamkan mayat yang tergeletak di kawasan itu.

Hal tersebut dikarenakan takut akan terjadinya wabah penyakit yang sangat mematikan maka dikala itu sehingga ketua pasukan pun memerintahkan prajurit Aceh untuk mundur dan berhijrah. meninggalkan desa.

Maka dari peristiwa itu kata ‘Jaboi’ terbentuk, pergi meninggalkan desa dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Aceh berarti Jak Beoh (Pergi untuk Membuang).

Itulah catatan sejarah singkat desa Jaboi yang dipimpin oleh tokoh masyarakat desa tersebut.jelasnya seraya mengatakan sumbernya
dari HTM Yusuf BBA / Sejarah Sabang yang disarikan oleh AIS.

Ketua MAA Kabupaten Bireuen dalam pengantar kata pertama sekali mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang mengharukan bahkan dihadiri wali kota Sabang dan rombongan MAA serta Tokoh dari Sabang dalam hal ini kami berdoa agar Allah membalasnya. Amin.

Pada kesempatan ini kami juga mengharapkan dan pintu Kantor MAA Bireuen terbuka lebar untuk menunggu kedatangan rombongan yang ramah dari Sabang.

Selanjutnya Syeh Ramli bidang adat istiadat dari MAA Kabupaten Bireuen melantunkan Syair ” Seumapa ” yang biasa dikumandang pada acara berbalas pantun pada acara pesta perkawinan.

Begitu juga Syeh Syarifuddin Sabon bagian pengkajian pendidikan pengembangan adat MAA Bireuen
mensyairkan cerita Dang Deria PM TOH dengan memukul Rapa’i dan bantal dengan pegang yang memukai para hadirin dari sekitaran Desa Jaboi.

Seusai acara pertemuan di Desa Adat Jaboi rombongan pulang ke penginapan, makan siang dan Shalat Istirahat dan barulah menuju wisata Sejarah .

Perjalanan ke wisata sejarah Benteng Anoi Itam, merupakan Benteng Jepang di Anoi Itam Sabang Sarat Nilai Sejarah mengharukan .

Amatan jurnalis media ini terhadap Askarimuddin bidang hukum adat dan Said Mukhsen SM bidang pengkajian pendidikan pengembangan adat serta Drs H Hasbi Musa, M. Si menaiki ke atas untuk melihat destinasi sejarah Benteng Jepang Pasir (Anoe) Itam.


Safran yang merupakan pemandu tim menyebut Benteng Anoi Itam, merupakan Benteng Jepang di Anoi Itam Sabang Sarat Nilai Sejarah.

” Destinasi yang tak kalah menarik adalah ” Benteng Anoi Itam” ( Benteng pasir Hitam -red) ” Sebut Safran.

Menurut Safran kondisi dalam cuaca mendung dan nyaris ekstrim tidak ada yang ke sana tetapi kami bersahaja ke sana sebab kondisi memungkinkan apalagi hujan dan angin kencang sudah mulai reda.

Benteng Anoi Itam, atau biasa disebut Benteng Jepang, menjadi salah satu destinasi wisata Sabang yang banyak nilai sejarahnya.

Safran bercerita bahwa Benteng peninggalan serdadu Jepang ini dibangun antara tahun 1942 dan 1945, di mana dulunya berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai jenis senjata bagi para armada Jepang.

Setibanya di Lokasi kami terpana komplek Benteng Anoi Itam dipugar dan luar biasa indahnya alam sekitarnya.

Sejumlah rombongan menaiki ke atas bukit dengan jalan berliku dan dimana dulunya berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai jenis senjata bagi para armada Jepang.*****