Stop Bakar Jerami di Sawah, Kalau Mau Kurangi Polusi Udara di Kerinci

Berita446 Dilihat

Stop Bakar Jerami di Sawah, Kalau Mau Kurangi Polusi Udara di Kerinci

KERINCI – LASKARMEDIA.COM
Petani di Kabupaten Kerinci masih mentradisikan membakar jerami hasil panen di lahan sawahnya. Padahal, membakar jerami di lahan tersebut membuat tanah menjadi keras dan menghilangkan unsur hara lahan.

Partok , Salah seorang petani di Kerinci mengatakan (06/09/23), kebiasaan petani setempat setelah masa panen berakhir, petani membakar sisa panen atau jerami di lahan sawahnya, menurutnya abu jerami juga dipercaya dapat membuat tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Padahal menurut Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dari Kementerian Pertanian, pendapat tersebut merupakan pendapat yang salah. Justru hasil pembakaran jerami dapat memberikan dampak yang buruk bagi tanaman. Selain itu, ada dampak-dampak lain yang juga diakibatkan oleh pembakaran jerami.

Menurut Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dari Kementerian Pertanian Jerami memiliki kandungan unsur hara yang cukup besar. Dobermann dan Fairhurst, dua peneliti yang pernah melakukan riset tentang jerami, mengatakan bahwa jerami mengandung 0,5 – 0,8% N, 0,07 – 0,12 P2O5, 1,2 – 1,7% K2O dan 4 – 7% Si.

Oleh karena itu, jika jerami dijadikan sebagai kompos, ia akan memperbaiki sifat-sifat tanah, baik fisik, kimia, dan biologi tanah.

Salah satu aktivis Air Panas Aris mengatakan Harmendizal selaku Kepala Dinas kesehatan mesti mengambil langkah tepat untuk segera menyelesaikan persoalan ini, kalau tidak polusi di Kerinci akan terus berlanjut.

Harmendizal dan juga dinas lain yang terkait diminta turun ke lapangan untuk melihat kondisi saat ini, agar masyarakat tidak berfikir negatif. (R-S-P)