Prosesi Resepsi Pernikahan Di Cotbatee, Rombongan Dara Baroe Disambut ” Seumapa “

Berita408 Dilihat

Foto : Penyerahan dan penerimaan barang untuk persiapan Dara Baroe diserahkan oleh ibunda mertua dara baroe. (Laskarmedia/ Muhammad Husen)

Laskarmedia.com.Bireuen –  Alhamdulillah !  Prosesi pelaksanaan resepsi pernikahan Farhan Zikry, SH, MH & Desi Andriana, S.Pd pada Rabu, 22 Mai 2024 yang merupakan salah satu tahapan acara  adat istiadat Kabupaten Bireuen Aceh  lancar dan sukses.

Masyarakat Cotbatee Kecamatan Kuala eksis mengikuti resam  dalam acuan Adat Aceh di Gampong ( Desa) Cotbatee Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh.

Lain lubuk lain ikan. Lain Padang lain pula belalangnya. Namun terkait Prosesi pelaksanaan upacara resepsi pernikahan
di rumah Lintoe Baroe (  Pengantin Laki- Laki) Farhan Zikry, SH, MH  Anak dari H Fadli, M. Pd dan Hj Safridawati, A. Md, Kes dengan Dara Baroe anak dari Drs Kamaruddin (alm) & Nurlaili, S. Pd mengikuti  adat istiadat Aceh hanya saja resam yang sedikit berbeda .

Diawali dengan tahapan penantian rombongan Dara Baroe disambut dengan acara ” Seumapa ” ( berbalas pantun) dan acara serahkan batee juga diwarnai ” Zikir ” serta disambut Ranub (sirih ) setibanya di rumah  Linto Baroe  di Cotbatee  sebelum bersanding di kursi mahkota kedua mempelai .

Begitupun dengan budaya adat pernikahan seperti prosesi adat dan budaya tentunya memperkaya kebudayaan Aceh .seperti Seumapa ( berbalas pantun bahasa Aceh ) dan diwarnai ” Peusijuk “.

Untuk diketahui tahapan penyambutan luar biasa sebaik pengantar rombongan Dara Baro ( mempelai perempuan ) tiba dalam rombongan diterima dengan penukaran payung dan Batee Ranub (sirih ) disambut oleh Ibu Keuchik dengan acara ” SEUMAPA ” ( Berbalas pantun bahasa Aceh ) yang dilanjutkan penyambutan Keuchik kedua desa bersama Peusijuk Peutuha Tuha Peut mengadakan acara penyerahan dan penerimaan.

Disisi lain  para Majelis Adat Aceh ( MAA) Kecamatan Kuala Bireuen menyebut, prosesi pernikahan Adat Aceh masyarakat Aceh masa lampau, telah banyak yang hilang tetapi kini butuh pelestarian  membali dengan mengikuti perkembangan  zaman .

Seusai prosesi acara penyerahan dan penerimaan barulah kebebasan berfoto dengan pengantin pihak keluarga perempuan dan laki–laki mulai dari keluarga dan semua rekan,sahabat secara bergiliran .

Barulah yang terakhir prosesi pelaksanaan ” Peut Campli ‘ ( petik cabai ) sebagai upaya memperkenalkan keluarga Dara Baro kepada Linto Baro yang diawali dengan Ibu dan Ayah beserta dilanjutkan dengan para keluarga.

Demikian penjelasan Kabid Putro Phang Majelis Adat Aceh ( MAA) Kabupaten Bireuen, Sakdiah Amin. 
Selamat Berbahagia. ****