oleh

Pj Bupati Buka Seminar dan Workshop Update on Emergency Management in First Line

-Berita-21 Dilihat

Laskar media.com
ACEH TIMUR, Pejabat (PJ) Bupati Aceh Timur Ir. Mahyuddin, M.Si membuka secara resmi seminar dan workshop Update on Emergency Management in First Line. Kegiatan tersebut di gelar di Aula Gedung Serbaguna Pendopo Idi, Sabtu (17/9/2022).

Pj Bupati Aceh Timur Ir. Mahyuddin, M.Si dalam sambutan dan arahannya mengatakan bahwa, rumah sakit adalah suatu bentuk instalasi pelayanan kesehatan terhadap semua orang yang membutuhkan.

“Dalam rangka untuk Kegiatan pengelolaan kesehatannya yang berbentuk pelayanan promotif, preventif, kreatif dan rehabilitasi,” kata Pj Bupati Aceh Timur.

Untuk itu sebut Pj Bupati, rumah sakit harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien.

Namun lebih lanjut dikatakan, untuk menjamin hal itu positip diperlukan pengelolaan manajemen rumah sakit yang baik dengan lebih intens,” ujarnya.

“Seperti memperhatikan hal-hal yang darurat atau emergency lebih baik, cepat dan tepat maka dibuatlah kode-kode yang harus ada dan diketahui semua petugas sehingga keadaan gawat atau emergency dapat ditangani lebih dan maksimal,” terang Ir. Mahyuddin.

Katanya, seperti Early Warning Score (EWS) adalah sistem yang dirancang untuk identifikasi tepat waktu terhadap resiko yang dapat perburukan suatu penyakit.

Kemudian EWS di definisikan sebagai proses sistemik untuk mengevaluasi dan mengguyur resiko awal untuk mengambil langkah-langkah preventif untuk meminimalkan dampak pada sistem tubuh,” terang Pj Bupati Aceh Timur.

Oleh karenanya dirasa perlu dilaksanakan seminar dan workshop ini, yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan pemahaman mengenai prinsip Early Warning Score (EWS),” katanya.

“Pendekatan dengan Early Warning Score (EWS) memberikan keutungan karena telah memfasilitasi beberapa aspek manajemen pada kondisi kritis serta untuk mengelola suatu klinis, baik secara mandiri maupun Kolaborasi dalam keperawatan Antara staf medis dan keperawatan,” terang Ir. Mahyuddin.

Untuk itu kami berharap kepada seluruh peserta seminar dan workshop, untuk mengikuti hingga tuntas. “Agar nantinya hasil dari seminar bisa di aplikasikan dan di manfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga tujuan untuk melayani pasien dengan prima dalam situasi dan kondisi apapun dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya,” demikian pungkas Pj Bupati Aceh Timur Ir Mahyuddin, M.Si.

Sebelumnya, T. Iskandar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Timur selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan dengan adannya seminar dan workshop ini dapat bermanfaat.

“Kita berharap topik (Update on Emergency Management in First Line) ini bermanfaat bagi kita semua,” sebut T. Iskandar.

Selain itu juga dapat bermanfaat baik yang bertugas d rumah sakit maupun puskesmas,” katanya.

“Kita juga berharap ilmu yang diberikan oleh pemateri dapat memanfaat bagi para peserta semua,” pinta T. Iskandar.

T. Iskandar menambahkan bahwa, kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dengan jumlah 160 peserta,” demikian pungkasnya.

Adapun pemateri Dr, dr. Zafrullah Khany Jasa, Sp. An., KNA dengan materi Penatalaksanaan Dini Cedera Kepala Perdarahan Epidural dan Subdural dan Fluid Therapy.

Sementara itu dr. Fachrul Jamal, Sp. An., KIC ICU dengan meteri, Indikasi Perawatan, Monitoring, dan Discharge kembali ke ruangan. Kemudian dr. Riswandi, Sp. An dengan meteri Early Warning Score.

LM242