Petani Jagung Keluhkan Mahalnya Biaya Produk, Harga Jagung Murah

Berita65 Dilihat

Laskarmedia. com. Bireuen – Para petani Jagung dalam wilayah Kabupaten Bireuen, Aceh mengeluh akibat biaya produksi mahal sementara harga Jagung anjlok.

Terkait hal tersebut mengharapkan pemerintah membantu menaikkan harga jagung.

M.Nazar salah seorang petani Jagung di Desa Paloh Panyang Rabu (16/7) kepada media ini menyebut, harga jagung saat ini dinilai terlalu rendah dan tidak menguntungkan petani, biaya Produksi mahal.

Disebutkan, harga Jagung saat ini hanya sekitar Rp 3.500 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih rendah dari harga pokok produksi (HPP) jagung yang mencapai Rp 5.000 per kilogram.

“Harga jagung saat ini sangat rendah dan tidak menguntungkan bagi petani,” kata M Nazar seraya mengharap pemerintah membantu menaikkan harga jagung agar petani bisa mendapatkan keuntungan yang wajar.”

M Nazar menjelaskan, rendahnya harga jagung berakibat Rugi Produksi mungkin ada beberapa faktor, di antaranya akibatnya panen raya yang melimpah dan permintaan yang kurang stabil. menyebabkan harga jagung di pasaran anjlok.

Petani jagung di kabupaten Bireuen berharap pemerintah dapat membantu menstabilkan harga jagung dengan berbagai kebijakan, seperti intervensi pasar, subsidi, dan peningkatan akses pasar.

“Kami berharap pemerintah dapat membantu petani jagung dengan menaikkan harga jagung,” kata M Nazar.

“Hal ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pengembangan sektor pertanian di Bireuen.”

Berikut beberapa poin penting dari berita ini”
Petani jagung di Bireuen meminta pemerintah membantu menaikkan harga jagung. “Harga jagung saat ini dinilai terlalu rendah dan tidak menguntungkan petani. ( LM 067)