Kisah Sekitar Lapangan Migas, Harapan dan Impian di Desa Jirak

Berita1156 Dilihat

www.Laskarmedia.com, Musi Banyuasin- Wilayah kerja migas dalam kabupaten Musi Banyuasin (Muba) provinsi Sumatera Selatan. Salah satunya terdapat di Desa Jirak, Jirak adalah sebuah perkampungan yang terletak di jantung kawasan penghasil minyak bumi di bumi Sriwijaya ini, menyimpan kisah unik tentang interaksi antara masyarakat dan industri ekstraktif.

Keberadaan operasi lapangan migas di sekitar desa ini telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan warga. Namun, di balik gemerlap industri, terdapat harapan dan impian yang masih terus digenggam erat oleh masyarakat desa.

Potret Kehidupan sehari-hari warga Desa Jirak tak lepas dari bayang-bayang aktivitas pertambangan minyak.

Hasil pantauan dan wawancara dengan masyarat adanya getaran terdegar Suara mesin-mesin berat dan bau khas minyak menjadi bagian integral dari lingkungan mereka.

Sebagian besar warga bekerja di perusahaan migas atau terlibat dalam sektor pendukung seperti transportasi dan perhotelan baik di bumi Serasan Sekate sebutan untuk kabupaten Musi Banyuasin dan juga di bumi serepat serasan yaitu kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

Pendapatan yang relatif stabil dari sektor migas telah meningkatkan taraf hidup masyarakat di bidang ekonomi dan sosial.

Rumah-rumah penduduk kini sudah banyak yang dilengkapi dengan fasilitas modern seperti listrik dan air bersih.

Namun, di balik kemakmuran yang tampak, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh warga Desa Jirak. Masalah lingkungan seperti pencemaran tanah dan air menjadi isu yang seringkali muncul.

Selain itu, ketergantungan yang tinggi pada sektor migas membuat masyarakat rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia berdampak dengan masyarakat sekitar wilayah operasi migas.

Harapan dan Impian
Walaupun menghadapi berbagai tantangan, warga Desa Jirak tetap menyimpan rasa, harapan dan impian untuk masa depan yang lebih baik.

Mereka berharap agar perusahaan migas dapat menjalankan operasinya dengan lebih bertanggung jawab, memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, ini dibuktikan pemberian kompensasi sebagai tanggung jawab pihak migas atas dampak kegiatan pengeboran sumur JRK-IW 5, kepada masyarakat  berlangsung di Kantor Camat Jirak Jaya. Jumat (7/8)

Salah satu warga penerima dana kompensasi yakni Sutiman, mengatakan, dirinya menerima uang cash sebagai kompesasi sebesar Rp 59.555.000 dari Pertamina EP 2 Assets Pendopo Field.

“Ya pak, uang kompensasinya sudah saya terima secara langsung. Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. Uangnya digunakan untuk memperbaiki rumah yang retak,” tandas dia

Selain dari pada itu, masyarakat juga menginginkan adanya program pemberdayaan masyarakat yang lebih intensif, sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi ketergantungan pada sektor migas.

Beberapa harapan dan impian yang seringkali diungkapkan langsung oleh kepala desa dan juga warga Desa Jirak antara lain Peningkatan kualitas pendidikan, Masyarakat menginginkan adanya fasilitas pendidikan yang lebih baik, sehingga anak-anak mereka dapat mengakses pendidikan berkualitas dan memiliki peluang yang lebih luas untuk meraih masa depan yang cerah dan juga Pengembangan infrastruktur, dari sisi Pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan yang memadai menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Desa Jirak.

Terkait kepedulian perusahan terkait pendidikan setiap tahun ada program beasiswa, hal ini diberarkan oleh kepala desa Jirak yang sempat dikonfirmasi.

Ini kata Kades Jirak di kecamatanJirak Jaya kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Iskandar Kamarullah menuturkan sangat berterima kasih terhadap PHRZ 4 setiap tahun menginfokan program ini, sehingga warga kami selalu ikut di seleksi ikut program beasiswa full ikatan dinas.

“Terima kasih banyak terhadap PHRZ 4 setiap tahun menginfokan program ini, sehingga warga kami selalu ikut di seleksi ikut program beasiswa full ikatan dinas PHRZ 4. Tentunya, harus punya prestasi dan punya motivasi dan semangat kuat menuju keberhasilan di tengah kondisi ekonomi kurang,” tuturnya.

Ditambahkan oleh beliau setidaknya ada 6-7 orang pelajar memiliki keterbatasan secara ekonomi di desanya mengikuti seleksi lewat program beasiswa full non ikatan dinas PHRZ 4 ini.

Kades Jirak berharap pelajar kurang mampu yang punya potensi akademik mumpuni di desanya bisa meraih mimpinya mewujudkan cita-citanya lewat program beasiswa full non ikatan dinas PHRZ 4.

” Anak desa kita bisa meraih mimpinya mewujudkan cita-citanya lewat program beasiswa full non ikatan dinas PHRZ 4 kuliah di Politeknik Akamigas Palembang secara gratis, setelah lulus lolos seleksi penerimaan dan menjadi pekerja,” tutupnya

Dibidang pemberdayaan masyarakat, Pertamina aktif dalam program-program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Pertamina selalu mensuport Program-program pemerintah dan usulan masyarakat. Pertamina berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah di Sumatera Selatan, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur sebagai contoh rehap atau bangun baru dan pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan dan UMKM binanya

Selanjutnya tidak kalah pentingnya terkait pelestarian lingkungan, salah satu Warga juga berharap agar perusahaan migas dapat menerapkan teknologi yang ramah lingkungan dan melakukan upaya-upaya rehabilitasi lahan yang terdampak kegiatan pertambangan dan juga Pemberdayaan ekonomi masyarakat, Masyarakat menginginkan adanya program-program yang dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, sehingga mereka dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi tingkat pengangguran.

“Upaya rehabilitasi lahan yang terdampak kegiatan pertambangan dan juga adanya Pemberdayaan ekonomi masyarakat, dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi tingkat pengangguran” Aminah

Setelah dikonfirmasi dengan humas yang tidak asing lagi di dunia jurnalis yang sering disapa bung sukeri di komplek komperta pendopo membenarkan adananya binaannya.

“Saat ini mitra binaannya yaitu Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP)” keterangannya pada saat awak media www.laskarmedia.com ini mengambil hadiah perlombaan menulis di partisifasi mitra binaan pertamina pada kegiatan Fastival Sagururung, Rabu 14 Agustus 2024 di Kantor ComRel Pendopo Field

Dari uraian karya tulis ini dapat kami simpulkan bahwa Desa Jirak merupakan potret kecil dari interaksi antara masyarakat dan industri ekstraktif khususnya di wilayah MUBA dan PALI  umumnya di Indonesia.

Keberadaan oprasional lapangan migas telah membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan warga dapat dirasakan, namun juga menimbulkan berbagai tantangan.

Adanya harapan dan impian warga Desa Jirak menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat dan juga Desa Jirak dapat menjadi contoh keberhasilan dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Penulis : Joni Karbot, S.Th.I 

Peserta Lomba karya tulis Feature dengan tema Migas di Sumatera Selatan.