Kepala TKBM Maropokot Mbay, Soroti Minimnya Kapal Bongkar Muat

Berita369 Dilihat

Laskarmedia.com,MBAY-Kepala TKBM Pelabuhan Maropokot Mbay Rahmad Daga menyoroti minimnya aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Maropokot beberapa tahun terakhir. 

Hal ini disampaikan Rahmad Daga ketika menghadiri Jum’ad Curhat 27 Januari 2023 di aula Polres Nagekeo.
Menurut Rahmat semenjak kapal konteiner Meratus pindah ke Ende, ratusan buruh TKBM kehilangan penghasilan dan sangat dirasakan perbedaannya ketika Konteiner Meratus masih beroperasi di pelabuhan Maropokot.
“Di moment Jum’ad Curhat ini, sedikit kami mau sampaikan bahwa penghasilan buruh khususnya buruh pelabuhan Maropokot sangat tergantung dengan tinggi rendahnya aktifitas di pelabuhan. Beberapa tahun terakhir keluar masuknya kapal barang sudah berkurang, bahkan ada beberapa kapal yang tidak lagi masuk karena alasan kondisi dermaga yang tidak kondusif untuk berlabuh. Seperti Kapal Konteiner Meratus, terpaksa harus pindah ke Ende, dan dampaknya kepada kami dari buruh yang semata – mata mendapat penghasilan dari aktifitas bongkar muat”, terang Rahmad Daga.

Rahmad mengharapkan seluruh stakeholder lintas sektor untuk berupaya dengan cara masing – masing dalam rangka meramaikan pelabuhan Maropokot seperti sedia kala.
“Terima kasih kepada institusi Polri yang sudah menggagas Jum’ad Curhat ini. Sehingga semua persoalan bisa kita sampaikan di sini dan mendapat jalan keluarnya.” Ucap Rahmad.
“Soal kamtibmas cukup baik. Kalau ada sedikit problem bisa diselesaikan secara baik. Upah TKBM sesuai ketetapan UMR.” Tambah Rahmad.
Diketahui, sesuai data yang disampaikan Rahmad bahwa jumlah buruh TKBM Pelabuhan Maropokot sebanyak 150 orang.

Keluhan para buruh tersebut mendapat respon positif dari perwakilan Syahbandar Pelabuhan Maropokot Deny Arisandi. Deny menjelaskan bahwa persoalan yang dihadapi oleh Pelabuhan Maropokot saat ini yakni kondisi dermaga yang kurang layak untuk labuh kapal – kapal barang dengan ukuran besar. Sehingga beberapa kapal barang yang pernah masuk ke Pelabuhan Maropokot harus bergeser ke Pelabuhan lain.
Namun Deny pun menerangkan bahwa untuk memenuhi unsur kelayakan, pihaknya bersama dirjen perhubungan laut sudah melakukan kajian sampai ke tahapan terakhir yaitu tahap ke empat. Katanya, pembenahan pelabuhan Maropokot kemungkinan terealisasi di tahun 2024.
Bahkan menurut Deny, pada kondisi cuaca tertentu, pihaknya merekomendasikan beberapa kapal barang ukuran kecil untuk membongkar di Nangadhero.
“Semoga tahun 2024 dermaga kita sudah diperbaiki dan layak untuk dilabuhi kapal ukuran besar. Saat ini memang kondisinya masih terus diperbaiki. Kita mohon dukungan semua pihak agar semuanya berjalan lancar seperti yang diharapkan. Kalau dermaga sudah bagus, Insya Allah kapal apa saja mau datang ke sini (Pelabuhan Maropokot, red)”.ujar Deny.

Kegiatan dengan tema “Peran Buruh Dalam Mendukung Pembangunan” tersebut dipimpin langsung oleh Waka Polres Nagekeo Kompol A.A GD Ngurah Surya dan dipandu oleh Ipda Bertho Apelaby sebagai moderator.
Selain itu, turut hadir Kabag Ops Polres Nagekeo AKP Serfolus Tegu, Kabag SDM Yosep K Dhosa, Kasat Reskrim Iptu Rifa’i, Perwakilan Lanal Mbay, Kapospol KP3L Maropokot, Petugas Karantina hewan dan tumbuhan Mbay serta para buruh TKBM.
Dikesempatan yang sama, Waka Polres Nagekeo Kompol A.A GD Ngurah Surya menyampaikan tujuan dari kegiatan Jum’ad Curhat salah satunya yakni mempererat hubungan Polri dengan masyarakat melalui pelayanan yang di berikan oleh Polri sesuai Tribrata Polri.

Kompol Ngurah Surya juga memberikan peneguhan sekaligus harapan agar diperkuat sistem pengawasan di wilayah Pelabuhan Maropokot dengan tetap menjalankan kordinasi baik lintas sektor.
“Kami berharap agar dapat memperkuat sistem pengawasan di wilayah pelabuhan agar tercipta kondisi yang sehat. Kepada Kepala TKBM, saya berharap agar identitas para buruh di data secara baik, sehingga hanya terdapat buruh yang terdaftar untuk melakukan aktivitas pembongkaran, diluar dari itu tidak boleh”.harapnya.
Berkaitan dengan upaya mendatangkan kapal ke Pelabuhan Maropokot, kata Kompol Ngurah Surya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah agar sebisa mungkin kapal barang maupun penumpang bisa kembali beroperasi dengan rute via Pelabuhan Maropokot Mbay.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah agar setiap keluar masuk barang milik setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Nagekeo dapat melewati Pelabuhan Maropokot” Imbuhnya.(LM/132).