KEMENTAN RI GELAR BIMTEK BAGI PELAKU USAHA HORTIKULTURA

LASKARMEDIA.COM, MBAY– Kementerian Pertanian RI menggelar Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Peningkatan Kapabilitas bagi para Pelaku Usaha Hortikultura Nagekeo Jumad (21/10/2022) di Aula Hotel Sinar Kasih Mbay.

Dibuka secara resmi oleh Kadis Pertanian Kabupaten Nagekeo Oliva Monika Mogi sekaligus memberikan sambutan singkat diawal kegiatan.

Dalam sambutannya, Oliva Mogi mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi satu satunya yang mampu bertahan di tengah bencana kemanusiaan, baik secara nasional maupun global. Selama tiga tahun dunia bahkan Indonesia dilanda pandemi Covid19, beberapa sektor pertumbuhan ekonomi lumpuh, baik pariwisata, bisnis kuliner, bisnis transportasi dan masih banyak lainnya tidak terhindar. Namun, yang paling bertahan yakni dari sektor pertanian.

Oleh sebab itu, lanjut Oliva Mogi, sebagai petani harus berbangga dengan karya -karya di bidang pertanian, karena menjadi bagian terpenting dalam menyelamatkan kehidupan manusia disaat dunia dilanda bencana kemanusiaan.

Dengan demikian, sangatlah penting bimtek ini diselenggarakan untuk penguatan kapasitas kita, untuk membuka dan menambah wawasan kita dalam mengelola sektor pertanian dengan dorongan yang kuat dari pemerintah daerah maupun pusat.

“Kondisi pangan Nasional bahkan dunia pasca pandemi covid19 sedang menuju pemulihan. Oleh karena itu, kita dituntut untuk bekerja ekstra dan cerdas dalam menumbuhkembangkan usaha – usaha di bidang pertanian dengan dampingan pemerintah dalam bentuk permodalan maupun sarana alsintan”. Ucap Oliva Mogi.

Ia berharap agar kegiatan Bimtek terus digelar di Kabupaten Nagekeo sebagai bentuk dorongan dan support dari pemerintah,baik daerah maupun pusat, agar memberi dampak manfaat bagi para petani sebagai upaya penguatan kapasitas petani dan mendukung peningkatan sektor pertanian di Kabupaten Nagekeo.

“Harapan saya, kita hadir pada hari ini dapat mengikuti kegiatan ini secara baik, materi-materi yang kita terima bermanfaat dan dapat kita implementasikan di lapangan. Apalagi sajian materi diberikan langsung dari staf Kementan RI. Pada saatnya nanti, petani kita tidak hanya monoton bekerja sawah padi, selain itu bisa juga dengan Hortikultura. Sehingga kita tidak hanya menyuplai beras untuk dijual, bisa juga dari tanaman hortikultura”.Ungkapnya.

Hadir juga pada kegiatan tersebut dari Dirjen Kementerian Ir. Farida Nuraini selaku
Koordinator Tanaman Jeruk, Perdu dan Pohon, Ermi Nur Cahyani, S.TP, M.Si selaku
Analis Potensi Budidaya Pertanian dan Farid Styawan, SP, selaku Analis Potensi Budidaya Pertanian.

Ir. Faridah Nuraini di sela – sela kegiatan menyampaikan bahwa potensi Kabupaten Nagekeo cukup menjanjikan untuk dikembangkan tanaman hortikultura seperti jeruk, mangga dan jenis buah lainnya. Begitupun jenis tanaman obat dan bunga. Menurutnya, bila tanaman hortikultura dikelola secara baik, maka mampu mendongkrak perekonomian masyarakat petani, yang selama ini masih terlalu fokus dengan pola yang sama.

“Untuk Nagekeo bisa kita kembangkan jeruk, mangga maupun alpukat. Yang jelas disesuaikan dengan kondisi iklimnya. Ada tanaman yang cocok dengan daerah panas,dan cocok dengan daerah dingin. Saya dapat cerita dari ibu kadis pertanian bahwa di selatan Kabupaten Nagekeo cenderung dingin, atau tingkat kelembaban tanah cukup baik, disitu bisa ditanami alpukat, jeruk, dan lainnya. Sedangkan daerah panas,ada mangga, semangka, bisa juga anggur. Kebutuhan akan buah kalau di Indonesia sangat tinggi. Kita punya konsumen yang cukup besar. Ini modal dasar kita, pasar kita”.ujar Faridah.

Ir. Faridah berharap kepada seluruh peserta yang tergabung dalam poktan, selalu berkoordinasi dengan dinas pertanian di Kabupaten Nagekeo. Dinas selalu aktif dalam proses pendampingan kepada para petani, sehingga tidak membiarkan petani berjalan sendiri. Lebih – lebih kepada para petani milenial.

“Semoga hasil dari Bimtek dapat memberikan warna tersendiri bagi para petani yang tergabung dalam setiap poktan. Dampingan dinas diperlukan, terlebih bagi para petani milenial. Apabila berhasil secara baik, maka Nagekeo kedepannya menjadi lumbung buah dengan varian jenis buah. Dan rupiah nya lebih menjanjikan”.tutup Ir. Faridah.(LM/132).