Guru SLTA Di Mbay Soroti Keberadaan Bus Sekolah Milik Pemda Nagekeo Yang Tidak Beroperasi

Berita713 Dilihat

Laskarmedia.com,MBAY-Wenseslaus Geru, salah satu guru di SMA Negeri 1 Aesesa Kota Mbay menyebut keberadaan Bus Sekolah milik Pemda Nagekeo yang mubazir karena tidak difungsikan secara baik untuk mengangkut anak sekolah. Hal ini disampaikan Wenseslaus Geru saat menghadiri Jum’ad Curhat di aula Polres Nagekeo dengan tema “Mencegah Lakalantas Bagi Anak Dibawah Umur”,Jum’ad 13 Januari 2023.

Persoalan yang mendasar bagi Wens Geru, ketika Polantas Res Nagekeo melalui Kasat Lantas Iptu Melky D Nenobais memaparkan seluruh peraturan berlalu lintas di jalan raya dengan batasan usia maksimal di atas 17 tahun. Hal ini tentunya berdampak pada seluruh siswa/i yang berdomisili jauh dari lokasi sekolah.

Kata Wens, ketika aparat Kepolisian menegakkan peraturan terhadap para pengendara di bawah umur, yang dominan pada anak sekolah, maka Pemda kembali mengoperasikan Bus Sekolah untuk mengangkut pergi dan datang para siswa.

“Bus itu sampai diadakan karena usulan dari kami pihak sekolah, namun tidak pernah beroperasi sesuai peruntukan. Lama – lama banyak siswa yang alpa. Kami harap pihak kepolisian juga punya kebijakan terhadap siswa yang tinggalnya jauh dari sekolah.pinta Wens Geru.

Menanggapi hal ini, Kasat Lantas Polres Nagekeo Iptu Melky Nenobais menegaskan bahwa sudah menjadi aturan baku untuk tidak membolehkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.Sudah pasti tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Sesuai dengan tema kita pada hari ini yaitu keselamatan dalam berlalulintas. Semua laka lalin yang terjadi diawali dengan pelanggaran dalam berkendara. Tahun kemarin terjadi 47 kasus laporan polisi terkait dengan laka lalin dan 9 diantaranya anak dibawah umur. Itu sudah cukup banyak”.papar Kasat Lantas.

Lanjut Iptu Melky, kepada para peserta Jumad Curhat menyampaikan beberapa alasan mengapa anak dibawah umur tidak diperbolehkan membawa kendaraan karena secara mental psikis yang mudah terganggu dan belum siap. Secara fisik yang rentan atau masih lemah karena pada umumnya kita orang NTT anak yang masih di bawah 17 tahun fisiknya masih kecil-kecil, serta pengetahuan yang masih kurang tentang peraturan berlalu lintas. Jika terjadi laka lalin berkaitan dengan anak dibawah umur maka tidak dapat diberikan asuransi.

” Tidak ada tebang pilih dalam menegakan aturan, jadi baik yang melanggar masyarakat maupun anggota polri akan tetap ditindak”tambahnya.

Hadir dalam kegiatan Jumad Curhat 13 Januari 2023, PJU Polres Nagekeo antara lain Wakapolres Nagekeo Kompol AA Gde Surya, Kabag Ops Iptu Serfolus Tegu dan Kasat Reskrim Iptu Rifa’i, serta Ipda Bertho Apelaby sebagai moderator. 

Dari lembaga sekolah para guru dan siswa dari Man Mbay,SMAK Baleriwu Danga,SMANSA AESESA, dan SMAK SANTRES.(LM/132).