PETANI KARET MENGELUH EMAK EMAK IKUT BICARA

Berita290 Dilihat

Petani Karet Menggeluh? EMak EMak turut Bicara !!!

www.LASKARMEDIA.COM, Kab Muara Enim, 29 Agustus 2022.

Kabupaten Muara Enim, Desa lubuk Getam kecamatan Belida Darat Provinsi sumatera selatan, Masyarakat belida darat mengelukan harga karet turun dratis, emak emak pun turut bicara yang mana sebagai mata pencariannya selaku petani karet dengan harga karet turun terus menerus, sedangkan bahan pokok melojak naik senin 29 Agustus 2022.

Dari pantauan awak media. Bukan itu saja pak, kepada awak media menjelaskan , kami sangat sulit membagi keuangan dan juga dapur kami, terutama kami yang mempunyai anak sekolah kalau harga karet terus menerus turun, Bahkan disini juga ada yang nyadap kebun karet milik orang lain, itupun harus berbagi dengan pemilik kebun.
“Kami emak emak disinipun ikut bekerja demi keseharianya membantu suami kami memenuhi dan mecukupi kebutuhan rumah tangga terkadang dari pukul 05.00 subuh sudah mulai meninggalkan rumah, beraktivitas menyadap karet (deres) di kebun, terkadang belum paktor alam yang dihadapi kurang bersahabat habis nyadap (deres) hari hujan.”

Jadi kami, sebagai petani karet, yang berada di kecamaran belida darat khususnya merasa resah, akibat naik turunya harga karet yang belum begitu normal (stabil) karena tanggapan kami sebagai emak emak yang tahu akan keadaan dapur kami belum banyak terpenuhi di tambah harga bahan pokok yang tidak sesuai dengan pendapatan harga karet ini tukasnya emak emak ” berceloteh.” Bahkan di media sosial pun di grup petani karet pun banyak mengeluh.

Bukan itu saja, “terkadang pedagang penjualan barang dan sayuran di pasar desa kami juga mengeluh, dan juga pedagang di kota prabumulih banyak bertanya harga karet berapa” karena barang daganganya tidak banyak pembeli (sepi) di karenakan harga karet ini terus menenerus menurun, jadi banyak dampaknya?

Harapan kami sebagai emak emak, kepada pemerintah pusat, dan pemerintah provinsi dan juga pemerintah daerah kabupaten agar harga karet bisa mencapai dengan harga maksimal sesuai dengan harga bahan pokok. Agar upaya kami sebagai petani karet bisa merdeka kedepannya tukasnya Emak Emak.

LM 216.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *