Wali Murid Menjerit, Diduga Adanya Praktek Jual Beli LKS di MTsN 3 Muara Enim

Berita851 Dilihat

Laskarmedia.com, Muara Enim– adanya Penjualan buku lembar kerja siswa (LKS) yang di lakukan MTS Negeri 03 Muara Enim yang berada di Desa Pajar Bulan Kecamatan Semende Darat Ulu,Kabupaten Muara Enim kepada ratusan anak didiknya mulai mencuat.29 Mei 2024.

Hal itu berawal dari informasi salah satu orang tua siswa berinisial (n.d.r) kepada wartawan,yang merasa keberatan, dan terbebani dengan pembelian LKS seharga Rp.175 ribu/ dalam 14 buah buku LKS “ujar” orang tua siswa tersebut yang meminta namanya dirahasiakan kepada kami”

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, wartawan coba menemui pihak sekolah MTSN 03 Muar Enim,Efi Sosilowati N ,S.Pd selaku kepala sekolah yang membenarkan terkait penjualan buku LKS sebesar 175 ribu kepada tiap siswa.

“Ia memang benar ada penjualan buku LKS kepada siswa seharga 175ribu”.Efi juga menambahkan,jumlah siswa MTSN 03 Muara Enim keseluruhan sekitar 200 anak didik dengan 25 orang tenaga pendidik.

“Penerapan buku LKS itu,untuk penyesuaian kurikulum baru agar murid bisa belajar di rumah,, kebijakan itu sudah terjadi sebelum saya menjadi Kepala Sekolah di sini,dan mengenai pembelian sudah melalui hasil musyawarah dengan wali murid bersama komite,untuk kedepan,jika memang wali murid keberatan kita akan tiadakan”ucap ibu Efi Sosilowati.29/05/2024

Dengan adananya dalih selaku kepala sekolah mengatakan hasil musyawarah antara ketua komite sama wali murid,sama saja dengan kebohongan karna ketua komite sekolah mts tiga tersebut salah satu oknum guru honorer di sekolah MTSN tiga kabupaten muara enim tersebut.

Untuk itu kepada pihak yang bersangkutan terutama ,kepala Depag kabupaten muara Enim, inspektorat kabupaten muara enim untuk menindaklanjuti,dana bos sekolah MTSN 3 kabupaten muara enim tersebut,karna adanya dana bos itu supaya anak sekolah bisa belajar sampai ke tingkat menenga atas,tapi kalu di tingkat menenga pertama Uda gelabakan wali muridnya,bisa jadi anak putus sekolah gara2 terlalu banya biaya untuk beli itu ini lah.yang kami takut kan kalau dana bos itu tidak sesuai dengan peruntukannya.

LM–125