Tokoh Kepulauan Nias Datangi Polres Nias Terkait Condrat Sinaga

Laskarmedia.com , Gunungsitoli, Nias — Gabungan sejumlah tokoh Kepulauan Nias, Sumatera Utara yang mengatasnamakan diri Forum Komunikasi Suku “Ononiha” (Nias) se Indonesia mendatangi Mapolres Nias, Selasa 16 November 2021.

Audensi sejumlah tokoh Kepulauan Nias yang diterima langsung oleh Kapolres Nias Akbp.Wawan Iriawan bertujuan menanyakan tindaklanjut laporan sejumlah warga Nias terkait penghinaan terhadap suku Nias yang dilakukan Condrat Sinaga melalui video yang dibagi di media sosial Facebook.

“Kedatangan kami di Mapolres Nias terkait laporan beberapa masyarakat tentang penghinaan suku Nias oleh Condrat Sinaga, dan mempertanyakan tindaklanjut laporan tersebut yang telah sampai di Polres Nias, dan prosesnya sudah level Poldasu,” ucap tokoh dari Kota Gunungsitoli yang juga mantan anggota Dprd Kota Gunungsitoli Damili R Gea.

Kepada Kapolres Nias, dia memberitahu jika masyarakat selalu bertanya tanya bagaimana proses dan mengapa polisi belum menangkap Condrat Sinaga.

Padahal Condrat Sinaga masih terus becuap cuap di media sosial, bahkan menurut dia nomor telepon Condrat Simaga tetap aktif.

“Kami mendukung Polisi melaksanakan tugasnya, kami memberitahu jika dari 12 tahap proses pernikahan pada budaya Nias, tidak ada satupun yang dikatakan Condrat Sinaga dalam videonya yang dibagi di Facebook,” ujarnya.
Sehingga dia mewakili sejumlah tokoh Kepulauan Nias menganggap perlu ada pelurusan, bagaimana juga Polisi yang selama ini bertugas di Kepulauan Nias melihat budaya Nias, agar bisa memberikan stigma positif di tengah masyarakat.

Di tempat yang sama Darwis Zendrato tokoh dari Kabupaten Nias yang juga mantan anggota Dprd Kabupaten Nias menegaskan pernyataan Condrat Sinaga sangat menyakiti hati masyarakat Nias.

Darwis juga membaca pernyataan sikap Forum Komunikasi Suku “Ononiha” (Nias) se Indonesia sebelum diserahkan perwakilan tokoh Orodugo Halawa kepada Kapolres Nias.

Dalam pernyataan sikapnya Forum Komunikasi Suku “Ononiha” (Nias) se Indonesia meminta kepada Kapolri untuk memproses dan menangkap Condrat Sinaga, serta menghukum Condrat Sinaga sesuai hukum adat nias

Menuntut Condrat Sinaga untuk memulihkan nama suku Nias melalui media cetak maupun elektronik, dan menyuruh Condrat Sinaga untuk membantah perkataannya melalui video bahwa hal tersebut tidak pernah terjadi.

Menanggapi pernyataan sikap Forum Komunikasi Suku “Ononiha” (Nias) se Indonesia, Kapolres Nias menerangkan jika kasus tersebut sudah mereka limpahkan ke Poldasu.
“Kasus ini sudah kami limpahkan ke Poldasu, karena kasus ini bentuknya kasus ITE dan harus ditangani reserse kriminal khusus atau ciber,” jelasnya.

Tidak lupa dia memberikan informasi kalau tim dari Poldasu sudah memeriksa tiga orang pelapor, dan Polres Nias meminta dukungan dan pengertian dari masyarakat Nias, karena proses penanganan kasus tersebut butuh waktu.

“Dari luar Sumatera Utara juga sudah ada yang melapor dengan kasus yang sama, dan kita bergabung disana, sehingga kami mohon dukungan agar bisa menangkap Condrat Sinaga yang saat ini belum diketahui keberadaannya,” tutur Kapolres Nias.(LM-140)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *