Tidak Ada Dasar Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen Dinilai Tidak Komunikatif

Berita78 Dilihat

Laskarmedia.com.Bireuen, – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar Mars, menjelaskan bahwa terkait adanya pemberitaan pada sebuah media online yang mengatakan dirinya tak Komunikatif disebutnya tidak mendasar sebab dirinya baru saja beberapa hari lalu memimpin rapat penerapan RME di Aula RSUD dr. Fauziah Bireuen.

“Maksud kata tak Komunikatif tersebut menurut saya sebuah tuduhan yang tidak mendasar, dari dulu saya menjabat dan saat ini kembali menjabat saya selalu well come buat kawan-kawan media bila ingin menjumpai saya, “ujarnya menjawab media ini Kamis, 2 Mei 2024.

Disebutkan, apa dasarnya sehingga dikaitkan Rumah sakit terancam kemajuannya. Perlu digarisbawahi bahwa pergantian direktur RSUD baru 3 bulan yang lalu atau dengan kata lain belum mencapai 100 hari kerja.

Bagaimana seseorang belum mencapai 100 hari kerja di anggap gagal dalam memimpin sebuah jabatan, tambahnya.

Menjawab terpaan issu tarif parkir Rp 10 ribu memang benar sebab , sejak diberlakukan di RSUD dr Fauziah sudah menggunakan aturan yang berlaku dan sudah di atur dalam Qanun dan hal tersebut diberlakukan sebelum saya menjadi direktur kembali di Rumah Sakit dr. Fauziah.

Justru saat ini kita sedang melakukan pembenahan terkait apa-apa yang disampaikan oleh rekan-rekan media kepada saya, dan adanya plus minus atau pro dan kontra di dalam sebuah institusi itu sudah menjadi tradisi, insyaallah dengan kerja baik dan niat baik semua akan berjalan dengan baik, ungkap dr Mukhtar.

dr. Mukhtar menambahkan, bahwa Media adalah sarana sosial kontrol dan kita mendukung rekan-rekan media memberikan kritik dan saran untuk kemajuan Rumah Sakit dr Fauziah.

Bagi saya kritikan adalah modal utama untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya namun kritikan itu harus cerdas.

Sebagai seorang Publik saya juga harus siap untuk di kritik karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT kita manusia tidak terlepas dari kealpaan dan saya berterima kasih sekali bila kawan-kawan media masih mau mengkritik saya berarti ada yang bisa mengingat kan saya.

Ke depannya saya akan lebih komunikatif lagi, semoga apa yang menjadi harapan rekan-rekan untuk kebaikan akan kita jalankan, juga bila ada indikasi yang tidak baik, bila tidak dapat menghubungi saya, silahkan berkomunikasi dengan wadir dan humas di manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen, tutup nya.

Sebagai catatan dr Mukhtar Mars terakhir menjabat direktur RSUD dr Fauziah, pada tanggal 27 Februari 2020 di ganti kan oleh dr.Amir Addani, M.Kes. Beliau menjabat direktur sejak masa kepemimpinan Bupati Ruslan M.Daud, kemudian berganti dengan H, Saifanur dan dimasa Bupati Muzakkar A.Gani, dr. Mukhtar Mars di tempatkan sebagai staf Ahli bidang keistimewaan Aceh, SDM dan kerjasama.

Banyak catatan prestasi saat dr.Mukhtar menjabat direktur RSUD dr Fauziah, salah satunya akreditasi pertama mendapat bintang lima.

Rumah Sakit dr.Fauziah mampu mempertahankan Rumah sakit tersebut pada posisi tipe B. Sebelum di ganti, dr. Mukhtar Mars juga berhasil menurunkan angka hutang Rumah sakit sebelum di tinggalkan olehnya.

Kalau mengenai Obat sebenarnya itu umumnya generik, waktu saya masuk Rumah Sakit tiga bulan yang lalu itu 30 urusan obat dan urusan BHP itu di kunci semua tidak di berikan lagi barang untuk Rumah Sakit Dr Fauziah, jadi begitu kita masuk kita lakukan komunikasi kita kerja sama sehingga di buka lagi untuk pemesana kita.

Alasan di tutup karna Keuangan belum di lakukan pembayaran, jadi saat ini kita sudah melakukan pembayaran walaupun belum habis semua ini sudah masuk ke 8 pembayaran baik Obat maupun BHP sehingga mereka setelah kita negosiasi mereka percaya dan membuka lagi Obat dan BHP dan yang lain yang kita butuhkan.

Terkait kamar di rumahsakit kita untuk Pasian memang selalu full, di IGD saja kadang kadang harus duduk di kursi roda kalau pun ada Pasien yang rujuk dari Pukesmas berangkasan bulan kita minta sebentar jangan bawa pulang dulu ke tempat Pasien begitulah kondisi Pasien yang berobat ke Rumah Sakit kita kadang banyak sehingga tempat tidur pun tidak cukup, jadi kalau ada Pasien Pasien yang sudah bisa pulang atau pulang atas permintaan nya sendiri makanya baru kita masukkan Pasien yang masih ada di IGD. Ini sebenarnya ada juga yang bertanya kepada kami mengenai kamar yang sebenarnya bukan kita khususkan kepada orang tertentu memang ada usulan masyarakat juga kita membuat kelas, layaknya Rumah Sakit ada kelas satu dan Kelas Dua ada juga masyarakat mau berbayar untuk naik kelas itupun penuh dan bagi masyarakat itu tidak masalah. Dan kalau ada isu juga kami menyediakan Kamar untuk Pejabat itu bukan hanya Pejabat siapa saja boleh masuk ya paling berbayar, kalau mereka bersedia untuk membayar itu akan kita berikan fasilitas tersebut.

Malah kita ada kamar yang 1jt semalam, ada satu kamar kalau masyarakat sanggup tidak masalah kita buka bukan hanya untuk Pejabat tapi seluruh masyarakat, tentunya dengan ada persyaratan.

Nah kalau orang mengatakan sekarang Aceh kan gratis semua, jadi ini juga atas usulan masyarakat kita membuat kamar yang bagus, ini sudah kita buat walaupun ada penambahan biaya, dan itu bukan di rumah sakit kita saja tapi di Rumah Sakit besar di Aceh pun ada kamar yang harus berbayar.

Lagi djjelaskan terkait parkir. Semua itu ada aturannya ada qanun, mungkin sebelum saya masuk Rumah Sakit qanun ada tapi setelah saya masuk Rumah Sakit kita lihat qanun mungkin sudah keluar waktu itu malah sekarang kami cetak kertasnya kita tempel di Ruang Pembayaran dan 15 menit pertama ada yang datang sebentar kita tidak ambil biaya, 15 menit pertama itu gratis lebih dari 15 menit itu baru ada pembayaran, kalau gak salah saya mobil entah dua ribu entah tiga ribu nanti baru lima jam ke depan baru ada penambahan sedikit lagi kalau memang sudah lebih dua belas jam itu kalau enggak salah saya entah sepuluh ribu entah lima ribu itu sudah terhitung dua puluh empat jam.

Jadi ada juga Pasien rawat inap terutama luar daerah misalnya dari Takengon mereka parkir lebih dari 12 jam bahkan ada yang lebih dari 24 jam cuma hanya diambil kalau gak salah entah 5 ribu atau mungkin 10 ribu.

Tapi kalau masalah pembayaran kita sudah ada qanun sudah kita tempel di boks pembayaran sengaja kita tempel supaya masyarakat tau semua dan tidak ada oknum yang bermain di parkir.

Kemudian ada yang bertanya kepada kami masalah pelayanan Pasien yang terhenti,itu bagaimana Pak? Itu bukan terhenti tetapi kita gak cukup bahan maka Pasien yang seperti ini kita rujuk ke tingkat yang lebih tinggi.

Jika terkait tentang pengelolaan anggaran yang tidak transparan itu saya heran juga dimana nya yang tidak transparan, karena kalau sudah masuk ke Pemda itu kan bisa di lihat di Internet dan semua, jadi tidak ada yang tidak transparan kalau di bilang pengelolaan anggaran yang tidak transparan ya aneh juga, sebenarnya kalau kita ingin berkomentar seharusnya kita kan harus ada data, fakta, harus ada realita kalau itu tidak ada baru kita main pemikiran, tapi kalau ada data , fakta dan realita.

Sehingga kita juga mengharapkan untuk hal hal seperti ini cerdas sedikit dalam berpikir.
Jadi semua bisa menilai dalam arti memberi masukan tapi kalau penilaian dari hal anggaran kita ada pihak yang menilai dari penilaian Kinerja juga ada yang menilai dan dari masyarakat, wartawan juga bisa menilai tapi dalam arti harus ada data, fakta jangan asal menulis, sehingga menjurus ke fitnah.

Perlu dijelaskan bahwa saya dilantik 10 Januari 2024 dan 11 saya minta laporan keuangan, dan setelah kami analisis dari laporan keuangan memang ada hutang lebih kurang ada 19M lebih hampir 20M, tapi ini tetap kewajiban kita sebagai Pimpinan dan harus di lunaskan siapa pun yang di tugaskan harus menyelesaikan permasalahan permasalahan yang ada.

Tapi ke depan mungkin akan lebih kita ketatkan lagi sehingga kita mengharapkan utang dalam setahun ini bisa terbayar, tapi selama 4 bulan ini saya memperlihatkan kas di keuangan mungkin sudah agak membaik. Kalau persen belum saya tentukan karna kalau barang yang sudah kita pesan belum kita hitung berapa semuanya, tapi dari segi pembayaran Alhamdulillah sudah membaik dan dua bulan yang lalu kami sudah rapat dengan DPR dan DPR pun mengharapkan dalam setahun ini kita bisa melunaskan hutang hutang tersebut.

Hutang kita dengan Perusahaan, Perusahaan Obat, Perusahaan yang habis pakai dan yang lainnya. ( LM 302)