Tambang Ilegal Kembali Marak Di Perairan Mengkubung Belinyu

Berita, Daerah, Hukrim265 Dilihat

Laskar media.com, Dua Oknum Aparat Disebut Sebagai ‘Sutradara’ . Setelah sempat menghilang aktifitas tambang biji timah illegal di perairan Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka karena ditertibkan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) beberapa waktu lalu, kini kembali menggeliat lagi.

Bahkan aktifitasnya pun semakin menggila. Hal ini terlihat jelas, dimana kali ini aktifitas penambangan biji timah di perairan setempat saat ini bukanlah menggunakan sarana Ponton Isap Produksi (PIP) melaiinkan dengan menggunakan Tambang Selam.

Padahal, dalam giat razia yang dilakukan saat itu sedikitnya 3 orang oknum pelaku tambang ilegal menggunakan sarana PIP sempat diamankan tim Dit Polair Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Namun sayangnya, tindakan tegas oleh APH justru terkesan tak memberikan efek jera terhadap para oknum para pelaku tambang ilegal lainnya.

Seperti halnya, para oknum pelaku tambang Ilegal saat ini kembali menjalankan aksi kejahatanya yakni melakukan aktifitas penambangan biji timah di perairan Mengkubung, Belinyu.

Dari pantauan awak media di lapangan baru-baru ini bahwa jumlah unt tambang selam di perairan Mengkubung saat itu diperkirakan mencapai puluhan unit.

Menurut keterangan dari sejumlah warga di desa setempat yang tidak mau disebutkan namanya karena demi keselamatan dirinya, bahwa aktifitas tambang selam di wilayah perairan Mengkubung, Belinyu hingga saat ini telah berjalan dua pekan lebih.

Diduga dikoordinir oleh dua orang oknum aparat penegak hukum berinisial J dan P. Kedua oknum ini berperan layaknya sebagai ‘Sutradara’ yang menyusun strategi termasuk mengatur para pelaku tambang yang ingin menambang di perairan setempat.

Selain itu juga , aktifitas tambang selam Ilegal ini selain ada oknum aparat, juga diduga dikoordinir oleh seorang oknum warga berinisial R.

“Dua oknum aparat itu yang mengkoordinir tambang selam di perairan Mengkubung sekarang ini termasuk seorang oknum warga,” ungkap sumber ini kepada awak media Senin (16/18/2022).

Sementara itu Direktur Ditpolair Polda Kepulauan Babel melalui Kasubdit Gakkum Polda Kep Babel, AKBP Toni Sarjaka sempat dikonformasi melalui pusat What’s App (WA) oleh awak media, Rabu (17/8/2022) sore sayangya tak memberikan jawaban. (LM-136).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *