Seorang Pria Tewas dengan Usus Terburai di Padang Bulan Medan

Hukrim, Peristiwa172 Dilihat
Foto:Kamar hotel tempat insiden pembunuhan yang sudah terpasang garis polisi.


Laskarmedia.com, Medan-
-Beni MP Sinambela, warga Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tewas dengan luka tikam di sekujur tubuhnya, ususnya terburai. Jenazah korban ditemukan di salah satu kamar Hotel Hawaii, Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sabtu (9/10/2021).

Menurut Edi, pegawai hotel, korban Beni MP Sinambela dibunuh oleh teman prianya. Sebelum ditemukan tewas, korban datang bersama teman prianya menumpangi mobil Wuling BK 1301 AJZ sekira pukul 07.30 WIB. Keduanya memesan kamar dengan alasan hendak beristirahat. “Saat datang, keduanya tidak ada ribut-ribut,” katanya.

Selanjutnya, pihak hotel memberikan kunci di kamar nomor 200. Keduanya kemudian pergi dan masuk ke kamar tersebut. Dari pengakuan Edi, saat dia mengantarkan handuk, keduanya masih baik-baik saja.

Jelang pukul 13.30 WIB, terdengar ribut-ribut di kamar yang dihuni korban dan pelaku. Pegawai hotel bernama M Diki Pratama kemudian mengecek apa yang terjadi.

Begitu sampai di depan kamar hotel, Diki melihat teman korban memegang kelewang berlumuran darah. Melihat itu, Diki sempat akan bertanya apa yang terjadi. Namun pelaku mengancam akan membacok Diki. “Pelakunya ini bertubuh gempal. Saya kemudian lari menutup pintu portal,” kata Diki.

Dari pengakuan Diki dan Edi, korban mengalami luka bacok di hampir sekujur tubuhnya. Bahkan para pekerja hotel melihat perut korban robek, hingga ususnya terburai. Pihak hotel sendiri belum tahu kenapa kedua tamunya bisa ribut. Saat awal masuk ke hotel, keduanya baik-baik saja.

Pasca membunuh Beni MP Sinambela, pelaku masuk ke dalam mobil Wuling yang dibawanya. Dia kemudian menyalakan mobil, lalu menabrak portal di pintu masuk. Para pegawai hotel sudah sempat berupaya menghalangi pelaku. Namun para pegawai takut ditabrak oleh pelaku. Dari penuturan para saksi, pelaku memacu kendaraannya ke arah Berastagi.

Kanit Reskrim Polsek Medan Tuntungan, Ipda Elia Karokaro, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Dia mengaku penyidik sudah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk pegawai hotel dan keluarga korban.

Polisi sendiri belum bisa menyimpulkan apa motif pembunuhan ini. Sebab, pegawai hotel sendiri mengatakan awalnya korban dan pelaku terlihat baik-baik saja.

“Belum ada kejelasan apakah pembunuhan ini ada kaitannya dengan masalah asmara, masih dalam penyelidikan,” kata Ipda Elia Karokaro, Minggu (10/10/2021) siang.

Sementara, kakak kandung korban, Sahudur Sinambela mengatakan, adiknya ini bekerja sebagai salesman di perusahaan farmasi. Korban meninggalkan rumah sejak Jumat (8/10/2021) sore karena alasan ada pekerjaan. Sejak meninggalkan rumah, tidak ada kabar apa pun dari korban.

“Pokoknya kemarin itu dia pamit mau kerja. Karena dia kan kadang kerjanya banyak melalui zoom. Rupanya dapat kabar sudah meninggal,” kata Sahudur, di RS Brimob Medan.

Pihak keluarga sendiri tidak tahu dan tidak mengenal rekan korban. Selama ini, korban tidak pernah bercerita menyangkut masalah pekerjaannya kepada keluarga. (LM-009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *