Sebanyak 150 KK Katholik Di Mbay Mendapat Daging Qurban Di Hari Idul Qurban

Berita914 Dilihat

Laskarmedia.comMBAY-Hari raya Idul Adha atau Hari raya Haji merupakan salah satu hari raya besar umat Islam selain Idul Fitri yang diselenggarakan setiap tahun di seluruh penjuru dunia.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Setiap memasuki Hari raya Qurban tiap tahunnya, umat muslim diwajibkan untuk berqurban sebagai bukti kecintaan kepada perintah Allah dan agama dengan mengurbankan hewan untuk dibagikan kepada para penerima yang berhak seperti kaum dhuafa, dan fakir miskin.

Penelusuran Laskarmedia.com pasca dilaksanakan perayaan Idul Adha atau Idul Qurban 1443 Hijriyah beberapa hari lalu, di Mbay, tepatnya di Desa Nggolonio Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, terdapat 150 Kepala Keluarga Katholik juga kebagian daging Qurban yang diberikan oleh panitia Qurban di hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah. Berdasarkan keterangan yang disampaikan panitia Qurban di Desa Nggolonio Heri Amekae yang dijumpai media ini Rabu 13 Juli 2022 di Mbay, bahwa seluruh keluarga yang menerima daging Qurban baik umat Muslim maupun umat Katholik sudah sesuai dengan data yang diberikan oleh relawan Insan Bumi Mandiri (IBM) sekaligus kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nafriqal Ijdan Ninong selaku sekertaris Bapilu DPD PKS Nagekeo.

“Selain 19 KK dari umat Muslim, juga 150 KK dari umat Katholik. Ini kita distribusi sesuai dengan data yang kita peroleh dari relawan IBM atau kader PKS”.terang Heri Amekae.

Secara terpisah, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Nagekeo Bhabha Kiflin mengatakan bahwa pembagian daging Qurban di Hari Idul Qurban kepada kaum dhu’afa dan fakir miskin tidak memandang agama apapun juga. Menurut Ketua DPD PKS tiga periode ini, siapa saja yang dianggap berhak untuk mendapatkan daging qurban, itulah yang harus diberikan.

“Sasarannya jelas untuk kaum dhu’afa dan fakir miskin yang kita berikan. Mereka berhak mendapatkan daging qurban di hari Idul Adha, tanpa melihat latarbelakang apapun juga”.Ungkap Bhabha Kiflin.

Lanjut Bhabha Kiflin, pembagian hewan Qurban ke umat Katholik di momentum Idul Qurban ini, merupakan bentuk perwujudan nyata PKS dalam merealisasikan nilai – nilai kebhinekaan dalam keberagaman yang ada di NTT lebih khususnya di Nagekeo. Sehingga, bangunan toleransi yang dibangun sejak dahulu kala dapat dipertahankan sampai kapanpun.

“Inilah PKS, inilah keberadaannya yang selalu kami lakukan selama ini. Karena kehadiran PKS di Republik ini bukan hanya mengurus satu golongan saja, namun seluruh masyarakat Indonesia secara umum dan Nagekeo khususnya tanpa memandang latarbekakang apapun”.Tutup Bhabha Kiflin.(LM/132).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *