Sat Narkoba Polrestabes Medan Ungkap Penyelundupan 23 Kg Sabu dari Tanjung Balai

Berita, Hukrim196 Dilihat


Laskarmedia.com, Medan—Sat Narkoba Polrestabes Medan kembali mengungkap penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 23 kilogram dari Tanjung Balai yang dibungkus memakai kemasan teh china. Delapan pelaku, satu di antaranya perempuan, turut diamankan dalam pengungkapan tersebut.

“Pelaku yang ditangkap itu ada kurir, pengedar dan pemasok sabu untuk diedarkan di Kota Medan,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, didampingi Plt Kasat Narkoba, Kompol Rikki Ramadhan, dan Kasi Propam Kompol Zonni Aroma kepada pers di Mapolrestabes Medan, Rabu (20/10/2021).

Para pelaku yang ditangkap itu masing-masing berinisal S (22), GS (43), MJ, SNU (30), I (47) warga Medan FS (42) dan EA (34) warga Batubara dan 1 unit senjata api jenis revolver.

Kombes Riko menjelaskan, penangkapan dilakukan mulai 21 September 2021 sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Bakul, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal dan dikembangkan ke Jalan Sidomulyo. Dari sana ada satu tersangka, S (22), yang ditangkap dan disita barang bukti sabu sebanyak 0,13 gram. Dari hasil penangkapan itu dikembangkan lagi ke tempat lainnya.

Hasilnya, pihak Polrestabes Medan berhasil meringkus pelaku berinisial GS (43) yang membawa 1 kg sabu dan uang tunai Rp 100 ribu. Dari penangkapan di Jalan Sei Mencirim itu, pelaku lainnya berinisial MJ itu kabur dari TKP. Namun dapat ditangkap beberapa hari kemudian.

“Pelaku MJ berhasil ditangkap yang terlibat menggendong sabu bersama pelaku GS di kawasan Jalan Sei Mencirim,” papar Kombes Riko didampingi Kanit Idik I Iptu Ainul Yaqin, Kanitnya Idik II, Iptu J Panjaitan dan Kanit Idik III Iptu Irwanta Sembiring. Lantas, petugas melakukan pengembangan lagi, pada 30 September ada tiga kali penindakan.

Pada pukul 16.00 WIB, petugas berhasil menangkap pelaku berinisial SNU (30). Dari pelaku itu barang bukti sabu yang disita sebanyak 3,91 gram dan pemeriksaan serta penindakan lagi di Jalan Sei Mencirim barang bukti diamankan 2,02 gram sabu.

Kemudian, penindakan itu dikembangkan dan petugas berhasil mengamankan pelaku berinisial I (47). Dari pelaku itu barang bukti diamankan 9,12 gram sabu dan satu pucuk senjata api jenis revolver.

Lalu, pada 11 Oktober sekitar pukul 02.00 WIB, petugas mengarah ke daerah Kabupaten Batubara untuk menangkap kurir sabu yang sudah diketahui ciri – cirinya. Hasilnya, petugas Polrestabes Medan berhasil membekuk FS (43) dan EA (34) warga Batubara.

“Dari kedua pelaku ini, petugas berhasil menyita barang bukti satu karung goni beras berisikan 22 kilogram sabu-sabu dan satu unit mobil Avanza. Jadi total yang disita si putih itu lebih kurang 23 kilogram sabu,” jelas Kombes Riko.

Kombes Riko juga mengaku, tidak segan menembak mati gembong narkoba di Kota Medan. “Gembong narkoba ditangkap melawan petugas diberikan tindakan tegas, terukur dan keras,” tandasnya.

FS di hadapan Kombes Riko dan pers, mengaku baru sekali bermain dengan si putih tersebut. “Saya hanya sebagai kurir dan mendapatkan upah dalam satu kilogram sabu diantar ke Kota Medan senilai Rp5 juta,” paparnya.

Dia mengaku menyesal dengan perbuatannya. “Barang haram yang diperoleh itu dari Kota Tanjung Balai,” tandasnya.

“Para pelaku melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika. Pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” tukas Kombes Pol Riko Sunarko. (LM-009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *