POLRES NAGEKEO MEMBANTAH TUDINGAN TIM GALAK TERKAIT PEMBIARAN KASUS ANAK HILANG

Berita577 Dilihat

LASKARMEDIA.COM, MBAY-Kepolisian Resort Nagekeo melalui Kasat Reskrim Iptu Rifa’i membantah tudingan Tim Galak seperti yang diberitakan media sebelumnya bahwa Polres Nagekeo melakukan peradilan sesat dan terkesan bahwa Polres Nagekeo melakukan pembiaran pada kasus anak hilang. 

Kepada media ini Sabtu 15 Oktober 2022 di ruang kerjanya mengatakan bahwa apa yang disampaikan ke publik sudah sesuai dengan LP pertama tentang “Dugaan Pengeroyokan” dan LP kedua tentang ” Anak Hilang”.

“Kemarin pada hari Senin tanggal 10 oktober 2022 sekitar pukul 11.00 wita Polwan di Unit PPA Satuan Reskrim Polres Nagekeo yakni Briptu Clara Novita Wolomasi didampingi Kanit PPA Aipda Valent Sina dalam ruangan pemeriksaan telah berlangsung pemeriksaan terhadap anak korban dalam dugaan pengeroyokan (laporan pertama ) dan dalam dugaan anak hilang (laporan kedua). Saat diperiksa anak korban hadir bersama mamanya, untuk memaksimalkan pemeriksaan terhadap anak selaku korban”.Papar Iptu Rifa’i.

Dijelaskan Rifa’i, pihaknya juga menghadirkan psikolog dari P2TP2A Kabupaten Nagekeo untuk mendampingi korban dalam proses pemeriksaan secara maksimal.

“Dalam pemeriksaan, hadir juga seorang ibu psikolog anak dari P2TP2A Kabupaten Nagekeo, ibu Eka Lamury sebagai pendamping anak agar dapat memberikan umpan balik dan membantu korban ketika dalam memberikan keterangan saat pemeriksaan”ujar Rifa’i.

Masih dari Iptu Rifa’i, terkait dugaan Pengeroyokan (laporan pertama) dan Anak Hilang (laporan kedua), pihak Kepolisian Resort Nagekeo saat ini lebih fokus untuk mengungkapkan fakta serta bukti yang dapat mendukung pengungkapan perkara seturut yang dilaporkan. Dan pihak Polres Nagekeo berjanji akan proses tuntas siapapun yang terbukti dalam membuat surat gelap terkait yang diceritakan pelapor pada LP pertama dan LP kedua.

“Perlu diketahui oleh publik bahwa pada persoalan ini kami dari pihak kepolisian sudah terima laporan tersebut. Pada laporan pertama korban membawa surat untuk kaitkan dengan cerita yang dilaporkan sebanyak 2 lembar dan yang kedua juga membawa surat untuk kaitkan dengan cerita laporan sebanyak 3 lembar. Hal ini kami dari pihak kepolisian sedang dalami serta ungkap, dan kami dari Polres Nagekeo berjanji akan proses tuntas siapapun yang terbukti membuat surat 2 kali yang diceritakan korban sesuai isi laporan”.tegas Rifa’i.

Iptu Rifa’i mengharapkan kepada semua pihak agar menyampaikan informasi ke publik harus sesuai dengan fakta yang terjadi dalam proses penyelidikan yang dilakukan aparat Polres Nagekeo.Pihak kepolisian menerima 2 kali laporan masing – masing tentang “Dugaan Pengeroyokan” dan “Dugaan Anak Hilang“. Menurutnya, tidak benar dan tidak ada tentang “Dugaan Penculikan Anak”. Menurutnya, narasi dan cerita yang dibangun serta dilaporkan oleh tim yang mengatasnamakan Tim Galak merupakan cerita yang menyesatkan publik.

Kata Iptu Rifa’i, sejak proses penyelidikan kasus tersebut berjalan, pihak Polres Nagekeo belum pernah mendapat konfirmasi dari Tim Galak untuk memperoleh informasi yang sesuai dan benar.

“Disampaikan kepada publik bahwa informasi yang benar adalah kami pihak kepolisian Polres Nagekeo selama 2 kali terima laporan anak korban tentang; pertama dugaan pengeroyokan dan kedua dugaan anak hilang.Jadi tidak benar dan tidak ada tentang dugaan penculikan anak, terkait narasi dan cerita yang dibangun dan dilaporkan oleh tim yang atas namakan dirinya tim Galak itu adalah narasi dan cerita bohong atau sesatkan publik, dan selama kami pihak Kepolisian Polres Nagekeo dalam proses penanganan kasus anak sesuai laporan yang masuk dan kami terima. Kamipun belum ada konfirmasi langsung oleh tim Galak sebelum melaporkan kemana mana.Jadi, dengan demikian bahwa narasi dan cerita serta laporan tim Galak saat ini terhadap Polres Nagekeo adalah hal-hal yang tidak benar dan selajutnya tidak usah digubris”.Pinta Iptu Rifa’i.

Iptu Rifa’i menegaskan kepada para pihak untuk tidak mengaitkan kasus anak dalam dua dugaan tersebut dengan PPMAN seperti pemberitaan sebelumnya. Bahwa benar terdapat kakak korban yang terafiliasi dengan PPMAN, namun tidak boleh dihubungkan dengan PPMAN yang notabene menjadi penghambat proses realisasinya proyek Waduk Mbay/Lambo yang merupakan Program Strategis Nasional. Menurutnya, saat ini dalam proses pengerjaan Waduk Mbay/Lambo, pihaknya akan mengawal PSN tersebut hingga selesai.

“Kami tau bahwa kakak dari korban adalah seorang pengacara yang terafiliasi dengan PPMAN, dan PPMAN sendiri merupakan pihak yang selama ini berusaha dan mencoba menghambat dan menggagalkan pembangunan Waduk Mbay / Lambo. Fokus saja kita proses kasus terhadap anak, bukan kaitkan dengan PPMAN seperti cerita di media sebelumnya itu. Dugaan kita bahwa pihak PPMAN memboncengi kasus anak korban ini untuk menjatuhkan citra Polres Nagekeo.Sebab PPMAN merasa pihak Kepolisian Polres Nagekeo adalah salah satu yang bisa mengusir keluar mereka dari Kabupaten Nagekeo. Dan akhirnya pekerjaan Proyek Strategis Nasional di wilayah Nagekeo aman, kondusif, serta urusan Kamtibmas dan penegakan hukum di Nagekeo dapat berjalan dengan sebaik-baiknya”.tutup Rifa’i.(LM/132).