Polisi Diminta Tindak Pengancam Kepala Sekolah SMAN 3 Lahusa Nias Selatan

Foto : Halama SMA 3 Lahusa Nias Selatan ditanami Pohon Pisang oleh Pemilik Tanah

Laskarmedia.com, Nias Selatan – Polisi Resor Nias Selatan diminta untuk menindak tegas oknum pelaku yang mengancam Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Lahusa, di Desa Lahusa 1, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Pelaku pengancaman terhadap kepala sekolah Arobadano Bu’ulolo juga memalang akses jalan masuk ke SMA Negeri 3 Lahusa sejak bulan September yang lalu.

“Akibat perbuatan Arobadano Bu’ulolo, kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 3 Lahusa terganggu,” ungkap Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Lahusa Nursia Harefa, S.Pd, Jum’at 12 November 2021.

Nursia Harefa S.Pd juga menuturkan Arobadano Bu’ulolo bahkan pernah menanam pohon pisang serta bibit pohon kelapa dihalaman sekolah.

“Dengan berbagai alasan Arobadano Bu’ulolo meminta uang sebesar Rp. 5.000.000 kepada kami pihak sekolah,” jelasnya.

Menurut Kepala Sekolah. Pihak Polsek Lahusa bersama dengan Cabang Dinas Teluk Dalam, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Danramil serta Camat Lahusa telah melakukan mediasi untuk menyelesakan masalah tersebut.

Bahkan pihak sekolah bersedia memberikan uang Rp. 5.000.000 kepada Arobadano Bu’ulolo.

Ruangan Kelas dipenuhi kotoran Binatang dan Jalan Menuju Lokasi harus melintasi Kebun Warga

“Saat mediasi Arobadano berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan bersedia mencabut tanamannya yang ia tanami dihalaman sekolah serta membuka jalan yang telah dia palang,” tuturnya.

Bahkan penyelesaian masalah tersebut telah dimuat dalam berita acara oleh Polsek Lahusa dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan juga Kacabdis Teluk Dalam, Danramil, Camat Lahusa serta beberapa saksi pada Jumat, 1 November 2019.

Dimana dalam berita acara pihak Arobadano mengakui benar telah menghibahkan tanah miliknya untuk pertapakkan sekolah SMA Negeri 3 Lahusa dan berjanji tidak akan mengganggu/menghalangi proses kegiatan belajar/mengajar di sekolah.

Dan apabila dilanggar dia bersedia di proses secara hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

Namun pada awal September 2021 Arobadano kembali berulah,.dimana dia memblokir atau memalang jalan masuk ke sekolah dan menanami pohon pisang dihalaman sekolah.

Pihak Sekolah telah melakukan pendekatan kepada Arobadano Buulolo bersama dengan komite sekolah dan Kepala Desa, tetapi dia bersikeras tidak membuka palang jalan menuju sekolah dan menolak mencabut tanamannya tersebut.

Ironisnya pada tanggal 17 September 2021 keadaan sekolah makin memburuk, dimana ruang kelas dipenuhi dengan kotoran ternak sehingga kegiatan belajar mengajar terganggu.

Foto : Pernyataan Hibah Tanah dan Berita Acara Perdamaian di Polsek Lahusa

“Kejadian ini terjadi berkali kali, sehingga membuat guru dan siswa resah dan tidak nyaman untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar,” sesalnya

Pada hari Kamis, 30 September 2021, pihak Polsek Lahusa kembali mencoba memediasi kembali, tetapi Arobadano tetap bersikeras untuk memalang jalan masuk menuju sekolah dan menolak untuk mencabut tanaman yang telah ia tanami di lapangan sekolah.

Bahkan tanggal 10 Oktober 2021, anak Arobadano Buulolo yang bernama November Buulolo bersama dengan saudaranya Otenieli Buulolo mencabut plang sekolah.

“Kejadian ini telah kami laporkan ke Polsek Lahusa, pihak Polsek tidak menanggapi atau merespon” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, kepala sekolah memberitahu jika dia dan guru terpaksa melakukan pembelajaran sistim jaringan dalam (daring) kepada siswa sampai masalah ini selesai dan suasana kembali kondusif.

“Kembali pada, Jumat, 22 Oktober 2021, guru dan siswa beserta komite dan beberapa orang tua siswa mencoba menerobos jalan masuk menuju sekolah, tetapi pihak Arobadano bersama dengan istrinya, Ina Hatoli Buulolo dan anak anaknya, Otenieli Buulolo dan November Buulolo melakukan penyerangan terhadap pihak sekolah terutama Kepala Sekolah,” ucapnya.

Mereka bahkan mengancam akan membunuh Kepala Sekolah. (LM-120)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *