Polemik Di Tubuh Askab, Mantan Pengurus Askab Nagekeo: Selamatkan Uang Daerah

Berita804 Dilihat

Laskarmedia.comMBAY-Polemik di tubuh Askab PSSI Nagekeo terkait keikutsertaan Nagekeo dalam dua laga besar di NTT, yakni Soeratincup di Ende dan Liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) di Lembata ,yang kedua event tersebut terjadi di tahun 2022 mendapat sorotan dari mantan Pengurus Askab Yohanes Lado.

Respon Yohanes Lado pada Kamis 07 Juli 2022 di Mbay tersebut setelah mengamati polemik yang tidak berujung di tubuh Askab dalam urusan sepakbola di Nagekeo dan persiapan mengikuti dua event besar nanti. Sebagai mantan pengurus Askab PSSI Nagekeo periode 2013-2016, Yohanes Lado meminta pemerintah Nagekeo untuk selamatkan uang negara dan selamatkan generasi sepakbola Nagekeo dari pertikaian di tingkat elit Askab Nagekeo.

“Kami minta Pemda Nagekeo untuk selamatkan uang daerah dan selamatkan generasi sepakbola Nagekeo jauh lebih penting ketimbang mengikuti Suratincup di Ende dan Liga 3 ETMC di Lembata dalam keadaan tidak siap”.ujarnya

Menurut Yohanes Lado, anggaran yang dialokasikan ke PSSI sebaiknya digunakan untuk pembenahan administrasi klub yang belum memiliki legal standing dalam hal ini akta notaris dan pembenahan infrastruktur serta peningkatan kapasitas SDM perwasitan dan para pelatih.

“Polemik tidak berujung merupakan bukti bahwa kita belum matang dan belum siap untuk mengikuti event apa saja terkait sepakbola. Kita dukung Nagekeo mengikuti ajang turnamen di manapun soal sepakbola, tapi harus siap dari semua tuntutan persyaratan yang diminta. Sehingga, anggaran yang dialokasikan tidak mubazir begitu saja”.tambahnya.

Yohanes Ladopun mengapresiasi klub yang menjuarai turnamen Bupati Cup Under 17 yang diikuti 17 club di Nagekeo baru-baru ini.
Dirinyapun memberikan apresiasi kepada desa atau kelurahan yang menyelenggarakan turnamen sepakbola sebagai wujud nyata dari visi daerah yang menjadikan olahraga sebagai sport tourism.

“Lebih baik memberikan apresiasi kepada 17 klub yang mengikuti turnamen bupati cup ketimbang menggelontorkan anggaran dalam suasana kegaduhan yang berdampak pada gagal fokus, akibat dari polemik yang berkepanjangan. Terima kasih kepada desa atau kelurahan yang sudah menginisiasi penyelenggaraan turnamen sepakbola, baik Deru Cup maupun Kotim cup sebagai wujud nyata dari visi daerah yang menjadikan olahraga sebagai sport tourism. Karena disana terjadi perputaran ekonomi di desa atau kelurahan yang menjadi lokus turnamen tersebut”. jelas Yohanes.

Kepada DPRD Nagekeo, Yohanes Lado berharap pertimbangkan juga anggaran untuk mendukung olahraga berprestasi misalnya dari cabor beladiri, untuk menyiapkan generasi Nagekeo dalam mengikuti berbagai event yang lebih tinggi.

Yohanes Lado meminta kepada seluruh pengurus Askab Nagekeo untuk mengakhiri polemik berkepanjangan dan diselesaikan secara profesional.

“Kita harap polemik di tubuh Askab bisa berakhir dan solutif demi keberlangsungan sepakbola di Nagekeo”.tutupnya.(LM/132). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *