Penerima Bantuan Bedah Rumah Di Desa Ujung Baji Ini Penjelasan Tenaga Fasilitator Lapangan

Berita505 Dilihat

www.Laskarmedia.com.Takalar, Sulawesi Selatan – Terkait Penerima Program bedah rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, diduga banyak yang tidak tepat sasaran, membuat tenaga fasilitator lapangan, mulai angkat bicara.

Salah satu Tenaga fasilitator lapangan yang angkat bicara ialah, tenaga fasilitator lapangan yang menangani Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar.

Subair yang mengaku bertugas sebagai tenaga fasilitator lapangan khusus didesa ujung baji itu, mengungkap jika 10 nama warga yang diusulkan yang datanya ada di data BNBA Takalar tahun 2022 tersebut, belum tentu semuanya lolos.

“Jadi 10 nama warga yang di usulkan untuk menjadi calon penerima bantuan bedah rumah khusus di Desa Ujung Baji, itu belum tentu semuanya lolos,”Ungkap Subair Selaku Tenaga fasilitator lapangan Saat dikonfirmasi. Jum’at (27/05).

Ia mengatakan, jika 10 nama itu, belum ia verifikasi, sehingga bisa saja dalam tahap verifikasi itu ada yang tidak lolos karena tidak layak menerima program bantuan bedah rumah.

“10 nama yang di usulkan itu, belum di verifikasi, sehingga bisa saja dalam tahap verifikasi nanti ada yang tidak lolos, kalau tidak lolos, pasti tidak akan mendapat bantuan bedah rumah,”katanya.

Mengenai Beberapa nama yang ada didata BNBA Takalar tahun 2022 yang keluar dari pusat, kata Subair, data itu belum final.

Menurutnya, sesuai mekanismenya, 10 nama di Desa ujung Baji yang ia dampingi, masih akan di verifikasi.

Saat di tanya kapan akan dilakukan verifikasi 10 nama-nama tersebut, Subair mengaku jika ia sudah memverifikasi 10 nama-nama itu, dua diantaranya telah di Kirim datanya sebagai penerima yang tidak layak mendapatkan bantuan.

“Saya sudah verifikasi 10 nama-nama penerima bantuan bedah rumah di Desa Ujung Baji, 2 diantaranya sudah saya kirim datanya sebagai penerima yang tidak layak mendapatkan bantuan.”kata Subair.

Tidak hanya itu, Subair Selaku Tenaga fasilitator lapangan menerangkan jika anggaran bedah rumah tahun ini, berjumlah 20 juta rupiah per rumah.

Dengan rincian, 2,5 juta rupiah untuk upah pekerja, dan 17,5 juta rupiah untuk pembelian material.

Subair juga menyampaikan jika bantuan bedah rumah tersebut, warga yang mendapatkan bantuan itu harus melakukan swadaya.

Semisal, jika ingin membuat rumah semi permanen, penerima bantuan harus membuat pundasi awal terlebih dahulu.

Sementara penerima bantuan yang ingin membangun rumah kayu, terlebih dahulu harus mempunyai sisa bangunan yang bisa digunakan sebagai swadaya.

Penerima Bantuan Bedah rumah di takalar miliki rumah besar dan mobil.

Terkait pemberitaan tersebut, anak penerima bantuan bedah rumah di Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mengklarifikasi terkait pemberitaan yang sempat viral itu.

Putra dewa agung, anak dari penerima bantuan bedah rumah atas nama Roslina Daeng Carammeng mengaku jika foto rumah yang di pasang di pemberitaan bukan rumah Roslina Daeng Carammeng melainkan foto rumah anaknya yang bernama Irma Dewanti.

“Jadi foto yang di pasang di pemberitaan media online itu, bukan foto rumah Roslina Daeng Carammeng, foto rumah itu milik anaknya yang bernama Irma Dewanti”Kata Putra Dewa Agung, Anak Roslina Daeng Carammeng.

Lanjutnya, Putra mengutarakan, jika ibunya tidak memiliki rumah lagi, rumah milik ibunya itu, beberapa bulan lalu yang berada di belakang rumah Irma Dewanti anaknya telah di bongkar, sehingga Roslina Daeng Carammeng memilih menumpang di rumah anaknya sembari menunggu rumahnya di bangun dengan bantuan bedah rumah dari dana aspirasi anggota DPR-RI.

” Roslina Daeng Carammeng itu sudah tidak memiliki rumah, sehingga ia menumpang dirumah anaknya, karena rumahnya yang dulu ada di belakang itu, sudah di bongkar”jelas putra.

Namun menyikapi pemberitaan tersebut, putra dewa agung bersama pamannya yang juga mantan kepala desa ujung baji memilih pasrah jika Nama Roslina Daeng Carammeng dikeluarkan dari daftar penerima bantuan bedah rumah.

“Kalaupun memang tidak layak, tidak apa apa, Maumi di apa, keluar kan saja”Tutupnya.

Sebelumnya, dalam pemberitaan, LSM Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) temukan Penerima Program bedah rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, melalui Bantuan aspirasi Anggota DPR-RI, diduga banyak yang tidak tepat sasaran.

LSM Geram juga mendapati dari 10 nama warga yang menerima bantuan bedah rumah, ada beberapa nama warga yang Rumahnya Sangat besar bahkan memiliki kendaraan, seperti mobil dan motor.

“Hasil investigasi saya di lapangan, saya menemukan adanya sejumlah warga penerima bantuan bedah rumah Yang berpura pura miskin, bayangkan saja, selain rumahnya besar, ada juga mobilnya”Ungkap Tuan Sore Pengurus LSM Geram. Rabu (25/05/22).

Selain memiliki rumah besar yang sangat layak ditempati, Pengurus LSM Geram itu, juga mengungkap jika penerima bantuan bedah rumah itu juga Mempunyai perabotan rumah yang terbilang mewah dan ekonominya terbilang menengah ke atas.

“Bayangkan, selain memiliki rumah besar dan sejumlah kendaraan, perabotan rumahnya saja sudah mewah, sudah masuk kategori orang yang perekonomiannya menengah ke atas”Tutur Tuan Sore.

(LM 095)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *