Pastor Paroki ST Fransiskus Nias : Pengambilan Alihan Gedung Serbaguna St.Yakobus Sesuai Prosedur

Daerah, Sosial3284 Dilihat

Laskarmedia.com, Gunungsitoli–Pastor Paroki St. Fransiskus Nias Fidelis Mendrofa, OFMCap mengatakan bahwa pengambil alihan pengelolaan bangunan serba guna St.Yakobus yang dibangun dari dana kemanusiaan Kompas adalah tindakan yang sah dan berdasar.

“Kita sudah ambil alih pengelolaan gedung serba guna St.Yakobus dari tangan Izanolo Duha atau sebelumnya lebih dikenal dengan Sr.Clara Duha,” ungkap,” Pastor Paroki Asisi Laverna Fidelis Mendrofa, OFMCap pada temu pers di ruang sekretariat Paroki StmFransiskus Nias, Kamis 11 November 2021.

Pastor Fidelis Mendrofa, OFMCap yang didampingi oleh Pastor Pius Fatoro Ndruru, OFMCap, Frarter Erick Dj.Gultom, OFMCap dan Suster Lucia Tumanggor, OSF memberitahu bahwa Gereja Katolik secara resmi telah mengeluarkan Izanolo Duha dari statusnya sebagai Sr.Clara Duha sejak tahun 2015.

“Izanolo Duha sudah dikeluarkan Gereja Katolik dari statusnya sebagai Suster dan keputusan Gereja Katolik tersebut dikuatkan oleh putusan pengadilan Negeri, Pengadilan Negeri Tinggi dan Mahkamah Agung,” tegasnya.

Sehingga dengan dikeluarkannya Izanolo Duha, seluruh aset milik Gereja Katolik yang sebelumnya dikelola oleh Izanolo Duha saat bertugas sebagai Suster Clara Duha ditarik Paroki St.Fransiskus Nias.

Bangunan panti asuhan yamg masih dikelola Izanolo Duha

Namun Izanolo Duha tidak mau menyerahkan aula serbaguna St.Yakobus dan klinik yang dibangun dari dana kemanusiaan Kompas, serta bangunan panti asuhan yang dibangun Rotary Club diatas tanah milik Ordo Kapusin Nias dan Kongregasi OSF.

Bahkan Izanolo Duha mendirikan yayasan Karya Faomasi bersama saudaranya dan mengelola ketiga aset tersebut secara pribadi.

“Kita sudah ambil alih aula serbaguna St.Yakobus, dan Dana Kemanusiaan Kompas telah menyurati kita bahwa mereka telah menarik pengelolaan bangunan yang mereka bangun dan menyerahkan pengelolaanya kepada pimpinan Ordo Kapusin Nias dan Kongregasi OSF,” terangnya.

Dari Pastor Fidelis Mendrofa OFMCap juga diketahui jika mereka sudah meminta Izanolo Duha meninggalkan aset aset tersebut dan menyerahkan pengelolaanya kepada yang ditunjuk Ordo dan Kongregasi secara baik baik.

Dan dia menegaskan bahwa tindakan Pastor Paroki St.Fransiskus Assisi Laverna mengambil alih gedung serbaguna St.Yakobus karena tanah dimana berdirinya aula serbaguna St.Yakobus adalah milik Ordo dan Kapusin Nias.

Kemudian dana kemanusiaan kompas telah menyerahkan pengelolaannya kepada Ordo Kapusin Nias/Gereja.

Mengenai rencana pengambil alihan bangunan panti asuhan, dia memastikan pihak Kongregasi OSF tidak akan menelantarkan anak anak panti asuhan tersebut.

Izanolo Duha atau Sr.Clara Duha yang ditemui di komplek panti asuhan pada hari yang sama mengakui jika dia telah dipecat sebagai suster pada tahun 2015.

Dia tidak mau menyerahkan pengelolaan panti asuhan yang dibangun Rotari Club dan gedung serbaguna St.Yakobus dan bangunan klinik yang dibangun oleh dana kemanusiaan kompas sesuai penyerahan pengelolaan ketiga bangunan tersebut diserahkan kepada dia.

“Rotary Club meminta saya tidak menyerahkan pengelolaan panti asuhan sehingga saya tetap bertahan, dan soal dana kemanusiaan Kompas sudah menyerahkan pengelolaan bangunan yang mereka bangun kepada Ordo dan Kapusin saya belum tahu,” tuturnya.

Izanolo Duha akan menyurati dana kemanusiaan Kompas untuk mendapat penjelasan, dan memastikan jika surat tanah dimana berdirinya ketiga aset tersebut telah diserahkan kepada Rotary Club dan dana kemanusian Kompas.

“Surat kepemilikan tanah panti asuhan, klinik dan aula serbaguna St.Yakobus sudah diserahkan Ordo dan Kapusin kepada Rotary Club dan dana kemanusiaan Kompas, karena itu adalah salah satu syarat Rotary Club membangun panti asuhan dan dana kemanusiaan Kompas membangun aula serbaguna St.Yakobis dan Klinik,” ujarnya.(LM-140)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *