Misteri Kematian Sudimani Ndruru alias Ina Fiki (41) Warga Desa Lolomaya – Nias Selatan Masih Dalam Penyelidikan Polisi

Acara Pemakaman Korban oleh Keluarga Jumat 19/11/21 Pukul 20.00 WIB.

Laskarmedia.com, O’o’u, Nias Selatan – Misteri kematian Sudimani Ndruru alias Ina Fiki (41) Warga Desa Lolomaya Nias Selatan yang diduga korban penganiayaan oleh 3 orang Pria bertopeng pada hari Senin 15/11/2021 hingga berita ini dityangkan masih belum berhasil diuangkap oleh pihak kepolisian.

Peristiwa terjadi pada hari Senin 15 November 2021, sekira pukul 13.00 Wib korban izin pergi ke kebun. Lalu sekitar pukul 17.30 Wib, korban menelepon anaknya dengan berkata “Datang Dulu Kau Ke Kebun Sudah Dipukul Orang Aku Ini, Ada 3 Orang Pakai Topeng Ditawari Aku Minum Kalo Gak Ku Minum Dibunuh Aku” selanjutnya anak korban bersama Ama Marfin pergi ke kebun lokasi ibunya, diperjalanan menuju kebun tersebut, melihat Sdr. Ama Ucok yang merupakan Bapatalu anak korban berada di kebun dan kemudian anak korban memanggil dan memberitahukan kejadian tersebut dan mereka bersama menuju ke lokasi tempat Ibunya, sesampainya mereka di kebun lokasi Ibunya berladang anak korban melihat posisi Ibunya terlentang dengan tali masih menempel di kedua tangan dan kaki namun tidak terikat. Kemudian anak korban beserta Ama Marfin dan Bapa Talunya membawa korban ke rumahnya dengan cara di gendong.

Foto : Olah TKP dari Polsek Lolowau Polres Nias Selatan

Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Bripka Feris Dakhi Kanit Pidum Polres Nias Selatan melalui percakapan Aplikasi WathsApp mengatakan kepada Laskar Media bahwa Polres Nias Selatan sedang melakukan penyelidikan dan masih belum ada titik terang, karena itu diharapkan kerjasama yang baik kepada warga sekitar untuk membantu kepolisian mengungkap kasus ini.

Jenazah Korban telah diotopsi di RSUD Thomsen Nias Gunungsitoli pada Jumat 19/11/2021 dengan sengaja Polres Nias Selatan mendatangkan dokter ahli forensik dari Kota Medan, malamnya Jenazah langsung dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan dan Jenazah korban malam itu juga dimakamkan oleh keluarga pada pukul 20.00 WIB di tempak pemakaman umum desa Hilimbowo Kecamatan O’o’u Nias Selatan.

Bripka Feris Dakhi menambahkan bahwa Kepolisian menunggu hasil analisa dari Lapobratorium Forensik Polda Sumatera utara guna memastikan penyebab kematian korban apakah mati normal atau mati karena akibat kekerasan yang dialaminya, sehingga Polisi dapat mengambil langkah-langkah praktis bertindak berdasarkan bukti yang ada.

Himbauan yang sama juga disampaikan langsung oleh AKP Freddy Siagian, SH Kasat Reskrim Polres Nias Selatan yang turun langsung menemui keluarga korban sambil menyampaikan turut berduka cita didampingi oleh IPTU Adolf. M Purba,SH Kapolsek Lolowa’u Polres Nias Selatan Kamis, 18/11/2021 sambil memberi pemahaman kepada keluarga 

Foto : Dari Kiri Kekanan , Bripka Feris Dakhi (Kanit Pidum Reskrim Polres Nisel), AKP Freddy Siagian, SH (Kasat Reskrim Polres Nisel), IPTU Adolf. M Purba,SH Kapolsek lolowau Polres Nisel

“Keluarga korban harus bersabar menghadapi cobaan ini kami dari kepolisian terus bekerja keras melakukan upaya maksimal agar kasus ini cepat tuntas, karena itu bantulah Kepolisian memberikan informasi, sekecil apapun informasi dari warga sangat berharga dan berguna dalam pengungkapan kasus ini”. 

Bripka Feris Dakhi menambahkan agar keluarga jangan terpengaruh dengan banyak rumor yang beredar ditengah-tengah masyarakat dimana ada yang mengatakan bahwa Korban ada hubungan cinta segitiga dengan seseorang dan ada juga yang berkata bahwa kenapa setelah Korban disuruh oleh seseorang mengambil daun ubi di kebun, baru ada kejadian itu, informasi itu semua kita tampung dan perlu pendalaman, karena itu diharapkan kerjasama yang baik dari masyarakat sekitar.

Salah seorang Ibu rumah tangga, Warga desa Lolomaya Kecamatan O’o’u Nias Selatan yang tidak mau disebut namanya berkata kepada wartawan laskarmedia.com “sejak peristiwa ini terjadi, kami takut pergi ke kebun tanpa didampingi anggota keluarga, rasa was-was dan gelisah menghantui kami, karena itu diharapkan kepada Bapak-bapak dari  Kepolisian agar secepatnya mengungkap kasus ini dan bila perlu sering-sering melakukan patroli disekitar desa kami. Jangankan ke Kebun sekarang untuk keluar rumah saja pada takut, baik anak-anak maupun orang-orang dewasa terutama Perempuan”.(LM-006/120)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *