Mengukir Prestasi Saat Pandemi, Rumah Literasi Ranggi Gelar Pentas Seni

Daerah119 Dilihat

Laskarmedia.com, Medan– Situasi pandemi Covid-19 tak menjadi halangan bagi anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakat mereka, bahkan mengukir prestasi sebagai juara.

Minggu pagi, 26 September 2021, puluhan anak-anak usia 6 sampai 13 tahun berkumpul di Rumah Literasi Ranggi, Komplek Perumahan PWI, Jalan PWI, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Mereka mengikuti berbagai lomba yang dikemas dalam acara Gelar Pentas Seni. Memang orang yang hadir tidak begitu ramai karena menghindari kerumunan, namun acaranya terkesan meriah.

Semua anak mengikuti lomba sesuai minat dan bakatnya. Perlombaan dibagi dua ketegori yakni tingkat anak usia 6 sampai 7 tahun, dan 8 sampai 13 tahun. Ketua panitia Juju yang akrab disapa Mungil menyampaikan, pentas seni yang digelar di Rumah Literasi Ranggi ini dibuat bertujuan untuk mengisi kegiatan anak-anak di luar jam sekolah di masa pandemi.

“Walau di masa pandemi, anak-anak usia sekolah tetap bisa menyalurkan minat dan bakatnya melalui acara pentas seni. Kegiatan ini bukan semata-mata sebagai ajang kompetisi, tapi tempat anak-anak untuk berkreasi sesuai minat dan bakatnya. Kalau ada yang juara dan mendapat hadiah itu adalah bonus,” ujar Juju.

Dalam ajang pentas seni yang diperlombakan adalah lomba tari kreasi, mewarnai dengan tema Bhinneka Tunggal Ika, baca puisi, dan bercerita. Acara dimeriahkan dengan penampilan bermain biola asuhan Axel’s Student, Vallerie Abby Liano dan Kristy Valentine yang tampil menakjubkan. Ini sengaja diundang untuk membangkitkan semangat anak-anak dalam meraih mimpinya.

Sungguh tak disangka, anak-anak desa yang sehari-hari belajar di tengah-tengah ladang ini, berani tampil di atas panggung. Ada yang menari, membaca puisi, bercerita. Semua tampil percaya diri. Baim dan Revan, dua anak usia kelas 3 dan 5 SD, namun saat ini sedang putus sekolah karena kesulitan ekonomi, tampil ceria dengan tarian “Dubidam” bersama teman-temannya. Begitu juga Nadira yang bercerita tentang Pulau Samosir dalam lomba berceritanya.

Begitu juga ketika Wali Akbar, putra relawan bahasa Jerman dan Merajut Darmaila Wati menampilkan pidato bahasa Inggrisnya yang berpesan tentang pentingnya membaca, di hadapan anak-anak. Juga saat Pasukan Dongeng memulai aksinya, anak-anak riuh bertepuk tangan. Mudah-mudahan semua terinspirasi untuk semangat menggapai cita-citanya. Mereka bisa jadi apa saja asal mereka mau belajar.

Suksesnya acara ini berkat bantuan semua pihak dengan sukarela secara gotong royong, bahu membahu. Para relawan dan Duta Bahasa menuangkan ilmunya di Rumah Literasi Ranggi. Teman-teman relawan mencari teman-temannya yang bisa membantu, seperti Jujuk yang mengajak temannya Sahman Simbolon dari Pasukan Dongeng untuk mengisi acara Mendongeng sekaligus menjadi juri dan menyumbangkan suvenir dan goodie bag dari tempatnya bekerja di Galenium Pharmasia.

Mbak Mariana Widya mengajak temannya untuk meminjamkan sound system-nya, yang ternyata dibeli karena ingin dipinjamkan ke acara Rumah Literasi Ranggi. Annisa Anwar bersama suaminya, Jamil, dan adiknya Latifa, Duta Wisata Deli Serdang yang merias anak-anak dan mendokumentasikan acara. Gadis Tikka, anak Kak Ranggini Triyono Krisna yang mengurusi acara dari A sampai Z. Indah Permata Sari Lubis yang mendokumentasikan video. Annisa Luthfia Arman dan Iqbal Harun yang membungkusi kado-kado, pigura dan mengurus jalannya acara.

Ketua Yayasan Rumah Literasi, Ranggini Triono, pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih untuk orang-orang baik yang sudah mendukung terselenggaranya acara ini, antara lain Rika Susanto atas donasi dan buah pikirannya, Edy Ikhsan, Mimi dari Tjong A Fie yang menghadiahkan jalan-jalan gratis ke Tjong A Fie Mansion untuk adik-adik yang menang lomba, Duta Bahasa Provinsi Sumatera Utara yang menjadi juri, Silvadiah Suci Utami dari TVRI yang memandu acara, Rawaty Sagala dengan puisinya, Grace Kolin juri mewarnai, juga Nanda Primadana yang sudah menghubungi Aksata Food untuk donasi minuman anak-anak. Esra Lastiur Hutapea mempercantik desain backdrop.

“Rumah Literasi Ranggi masih seusia jagung dengan visi dan misinya sebagai lentera di tengah kegelapan. Di sekitar Rumah Literasi banyak anak-anak putus sekolah karena faktor ekonomi, ditambah situasi pandemi Covid-19 yang mengharuskan mereka belajar di rumah yang minim fasilitas. Kami hadir untuk menghantarkan anak-anak ini menatap masa depannya,” ujar Ranggini.

Kegiatan rutin yang dilakukan Rumah Literasi bersama para relawan adalah belajar bahasa Inggris, Jerman dan bahasa Arab. Selain itu, juga anak-anak dibekali berbagai keterampilan dan pemahaman tentang lingkungan selain pelajaran sekolah.

Bagi orangtua mereka, dibimbing belajar membatik dan membuat keterampilan tangan lainnya. “Guru dan instruktur adalah para relawan yang datang tanpa pamrih. Mereka adalah orang-orang hebat yang mau membagikan ilmunya kepada orang lain,” ujar Ranggini.

Ranggini juga menyampaikan apresiasi kepada anak-anak didiknya yang telah berani tampil dan percaya diri maju ke atas pentas. ”Apa pun yang ditampilkan anak-anak hari ini merupakan kehebatan yang mereka miliki. Ayo, jangan ragu untuk maju, gapailah cita-cita kalian dengan rasa percaya diri,” ujar Ranggini yang disapa Oni oleh anak-anak asuhnya.

Acara digelar dengan mematuhi protokol kesehatan, dan menunjuk dua relawan sebagai Satgas Covid di acara ini. (LM-009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *