Lelang BBM Hasil Sitaan,Begini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Nagekeo

Berita389 Dilihat

Laskarmedia.com,MBAY-Kapolres Nagekeo melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo Iptu Rifa’i menggelar konferensi pers terkait pelelangan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disita penyidik Polres Nagekeo Minggu 18 Desember 2022 di ruang Reskrim Polres Nagekeo.

Kepada sejumlah media, Iptu Rifa’i menjelaskan bahwa pelelangan BBM jenis solar dengan isi 1190 liter sudah sesuai prosedur.

“Publik dan masyarakat berhak untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan penyidikan terhadap perkara dengan pidana penyimpangan dan penyalahgunaan BBM Solar yang disubsidi
oleh pemerintah atas tersangka dengan inisial “S” alias Daeng yang diproses oleh penyidik Polres Nagekeo. Tidak benar kalau ada berita yang menulis dan memuat barang sitaan dijual dan dibeli oleh tersangka, itu hoaks. Yang benar bahwa semua proses pelelangan melalui prosedur dan memiliki dasar hukumnya sebagaimana termuat dalam Pasal 45 KUHAP yakni :

1).Dalam hal benda sitaan terdiri atas benda yang dapat lekas rusak atau yang membahayakan, sehingga tidak mungkin untuk disimpan sampai putusan pengadilan terhadap perkara yang bersangkutan memperoleh kekuatan hukum tetap atau jika biaya penyimpanan benda tersebut akan menjadi terlalu tinggi, sejauh mungkin dengan persetujuan tersangka atau kuasanya dapat diambil tindakan sebagai berikut :
a).apabila perkara masih ada ditangan penyidik atau penuntut umum, benda tersebut dapat dijual lelang atau dapat diamankan oleh penyidik atau penuntut umum dengan disaksikan oleh tersangka atau kuasanya.

2).Hasil pelelangan benda yang bersangkutan berupa uang sebagai barang bukti.

3).Guna kepentingan pembuktian sedapat mungkin disisihkan sebagian kecil dari benda sebagaimana dimaksud pasal (1).

Uang hasil lelang Rp. 8.092.000 dengan harga perliter Rp. 6800/liter, harga subsidi.
Total 1190 liter, karena penyisihan 10 liter.
Hasil lelang dititipkan di Satuan Tahanan Barang Bukti (SATAHTI)”.Demikian disampaikan Iptu Rifa’i.

Masih menurut Iptu Rifa’i, langkah-langkah yang ditempuh dalam proses pelelangan barang sitaan yang sesuai dengan pasal 45 Kuhap antara lain :

a). Penyidik membuat dan mengirim surat kepada tersangka untuk meminta persetujuan.
b).Penyidik sudah memperoleh surat persetujuan tersangka.
c). Uang hasil lelang sudah dijadikan barang bukti.
d). Pada saat dilakukan lelang, sudah didahului dengan penyisihan sebanyak 10 liter sebagai barang bukti untuk kepentingan persidangan.

Selain itu, lanjut Rifa’i, pihak yang membeli barang lelang tersebut sesuai dengan surat kuasa yakni Syamsudin Ismail sesuai dengan surat kuasa yang diberikan oleh tersangka Syafrudin.

“Jadi tidak benar kalau ada informasi bahwa tersangka beli kembali barang sitaan dari Polisi, karena yang beli itu Syamsudin Ismail, sedangkan tersangkanya Syafrudin. Jadi, informasi yang beredar itu tidak benar. Sama juga dengan pinjam pakai kapal. Sudah ada surat kuasa dari tersangka ke Syamsudin Ismail. Alasan dipinjampakai karena barang itu butuh perawatan, sampai menunggu proses penetapannya nanti”.terang Iptu Rifa’i.

Terkait dengan proses hukumnya, menurut Iptu Rifa’i, karena perkara tersebut merupakan atensi khusus dari Mabes Polri, Polda dan Polres, maka prioritas utama untuk segera menyelesaikan perkara tersebut dengan jumlah tersangka 1 orang.

“Saat ini sedang dilakukan pemberkasan,dan tidak lama lagi akan kita limpahkan ke kejaksaan”.tutup Rifa’i.
(LM/132).