oleh

Ketum LSM BARAPI Mengecam Keras Dengan Dugaan Adanya Pungli Penerima BLT Di Kelurahan Pallantikang Kecamatan Pattallassang

-Berita-226 Dilihat

Laskarmedia.com.Takalar-Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di setiap Desa dan Kelurahan membuat masyarakat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) merasa senang karena uang BLT meringankan sedikit beban dapur setiap rumah tangga. Sabtu,(17/9/2022)

Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Anti Korupsi (LSM BARAPI) mengecam keras atas adanya dugaan pungli dalam penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) BBM di Kelurahan Pallantikang, Ketua Umum LSM BARAPI Sudirman Danker mengatakan, “adanya dugaan pungli di penyaluran BLT di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, tidak sepantasnyalah ini di lakukan oleh salah seorang oknum di lapangan untuk melakukan pemotongan dana bantuan langsung karena ini hak untuk orang miskin dan ini harus diusut tuntas supaya menjadi pembelajaran kedepannya bagi yang mengambil hak orang miskin, “ucap Dirman Danker sapaan akrabnya.

Dalam percakapan salah seorang KPM dalam rekaman yang dikonfirmasi melalui via telepon, mengatakan, “seorang warga Kelurahan Pallantikang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar, warga yang menjadi salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut, mengaku kalau dirinya dan KPM lainnya mengaku dimintai uang masing masing sebesar Rp.50.000 oleh salah seorang inisial D G dengan alasan untuk biaya pembeli bensin saat dirinya menerima barcode BLT. janganki bilang bilang nah kalau dimintaiki uang, ini untuk biaya pembeli bensin,makanan dan minuman untuk menjamu pegawai pos, tapi saya pasti tanya orang kalau ada yang bertanya ,dipotong atau tidak BLT ta” ungkap sumber dalam salah satu rekaman percakapan tersebut.

Namun belakangan diketahui bahwa di Kelurahan Pallantikang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar, penerima BLT di duga mendapat potongan dari pihak kelurahan sebesar Rp 50 ribu/KPM dengan alasan untuk membeli makanan dan minuman untuk menjamu pegawai pos dan juga pembeli bensin untuk kader yg capek mengantarkan barkot sehingga warga merasa pihak Kelurahan berbuat di luar aturan

Dengan adanya dugaan pungli dalam penyaluran BLT Kemensos ini maka Kadis Sosial Kabupaten Takalar Dr Nilal angkat bicara yang dikonfirmasi melalui wattsaffnya mengatakan, “[16/9 02.36] Dr Nilal: Terkait dengan Hal Ini Kami dari Dinas sosial PMD menegaskan bahwa penyaluran BLT BBM yang di salurkan langsung oleh PT POS melalui Undangan Beserta Barkot kepada masing Masing keluarga Penerima manfaat Dan TIDAK ADA pemotongan Sama Sekali Untuk Alasan Apapun… masyarakat utuh menerima dari PT Pos sebesar 500 ribu rupiah , .. Petugas baik dari PT POS maupun dari Pendamping Sosial tidak pernah meminta bayaran atau honor dalam pembagian BLT tersebut” .

Kepala Kelurahan Pallantikang yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya mengatakan, “Tabe Pak… tidak benar itu🙏. (LM 095)