Truk Batubara Melanggar Jam Operasionl, Pagi Hari Sudah Lewat

Daerah, Peristiwa2035 Dilihat

Laskarmedia.com-PALI: Dilansir tribunsumsel.com, Kartika Sekda menjelaskan, jika para Kades telah menyetujui, Camat, Dishub Provinsi dan bahkan Bupati PALI juga telah memberikan izin dari 10 November 2021 sampai 31 Oktober 2024.

“Jadi PT EPI harus bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang dilalui. Masyarakat dipersilahkan mengawasi. Apabila ada menyalahi atau melakukan pelanggaran, maka silahkan laporkan ke Dishub PALI. Kita juga akan melakukan evaluasi kalau menimbulkan masalah atau masyarakat resah,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dishub Sumsel, Ari Narsa JS menerangkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mengeluarkan izin yang bersifat sementara dengan jam operasional dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

“Kendaraan yang diperbolehkan melintas armada kecil dan setiap angkutan diberikan stiker barcode untuk mengetahui plat kendaraan dan identitas sopirnya,” terang Ari.

Untuk jalan umum yang dilintasi sepanjang 23,8 KM, terdiri dari jalan provinsi sepanjang 10,1 KM dan jalan Kabupaten PALI seoanjang 13.7 KM.

Saat dipantau oleh awak media beberapa ini, masih ada satu atau dua mobil truk batubara, melanggar jam operasional, terlihat pada hari rabu (22/6/22), sekitar pukul 10.30 wib, lewati di Desa Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi.

Dikonfirmasi oleh awak media, Aprizal Muslim, Ormas GNPK RI, menuturkan, “Pemkab PALI harus tegas dengan perusahaan yang mendapatkan bagian dalam Pertambangan ini, apalagi jalan PALI cukup lah kecil, dan Penuh Padat Penduduk, ” ucapnya.

Bukan itu saja sesuai dengan Pemprov melalui Dinas Perhubungan Sumsel, mengeluarkan Ijin Operasional di malam hari, akan tetapi masih ada yang melanggar.

“Saya meminta Pemkab PALI tegas dan APH, agar bisa memanggil PT BSEE mau PT MAS, keduanya merupakan tanggung jawab dalam Pertambangan khususnya di Batubara ini, apalagi banyak Insiden terjadi, seperti terbaliknya mobil truk batubara, ” tegasnya.

Sambungnya, Dishub maupun Satlantas harus bisa meninjau ulang, jam Operasional Mobil Truk Batubara, dan apabila ada temua muatan tidak sesuai dengan Kapasitas hendaknya tindak, sesuai dengan aturan yang ada.

“Melihat dari keterangan Supir juga, PT BSEE tidak memenuhi Standar Operasional yang ada, terlihat mobil derek untuk kecelakaan tidak ada, mobil Ambulance pun tidak ada, ” pungkasnya (LM-036)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *