Jacob Ereste : IKN Indonesia di Kalimantan Timur Perlu Memiliki Bobot Spiritual

Berita, Politik711 Dilihat

Laskarmedia.com, Jakarta — Drs. KH. Ahmad Ghufron yang juga akktivis Pejuang Sosial Ekonomi Kerakyatan berkenan hadir dalam dialog informal seputar masalah spiritual di Indonesia bersama GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesi) di Lanntai 2 Sektetariat GMRI Jl. Ir. H. Juanda No. 4 Jakarta Pusat, Rabu 16 Februari 2022.

Tokoh spiritual Indonesia Eko Sriyanto Galgendu yang menggagas gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual di Indonesia mengungkapkan keyakinannya bahwa spiritual kenegaraan akan melahirkan spiritual kebangsaan.

Atas dasar itu KH. Ghufron sepakat perluasan habitat gerakan spiritual di Indonesia akan menjadi semacam sanat (ruh) yang mampu menghadirkan banyak safaat bagi bangsa dan negara Indonesia pada masa mendatang imbuh KH. Ghufron yang juga aktif memberi tausiah di berbagai kelompok pengajian hingga ke pelosok tanah air.

Jadi nilai-nilai spiritual dalam IKN (Ibu Kota Negara) yang direncakan pindah dari Jakarta ke Penajam, Kalimantan Timur itu pun harus memiliki muatan spiritual yang tidak boleh diabaikan, supaya ada ruhnya hingga dapat memberi berkah bagi segenap warga bangsa Indonesia.

KH. Ghufron mengakui Republik Indonesia sudah menyalahi pakem. Pendapat serupa dibenarkan oleh Eko Sriyanto Galgendu, karena semasa Gus Dur menjabat Presiden RI beliau ingin menghapus sejumlah Kementerian, termasuk Kementerian Agama.

Karenanya, ideal sekali menurut Eko Sriyanto Galgendu
Kebangkitan bangsa dan negara harus bersamaan dengan kebangkitan spiritual, termasuk keinginan membangun Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia, kalau memang sudah disepakati untuk pindah ke Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

“Karena memang Ibu Kota Negara harus memiliki semacam Wali Spiritual, supaya ada ruhnya, imbuh Ustad Ghufron menambahkan pemaparan Eko Sriyanto Galgendu.

Sebab untuk membangun IKN itu harus memilih bagaimana yang seharusnya, atau memang cukup dibangun apa adanya saja. Karena musfirnya harus begitu.

Jadi idealnya, kata Ustad Ghufron para Sultan dan Raja-raja yang ada bisa menjadi wali IKN agar memiliki kekuatan dalam perlindungan dan keselamatan saat memanfaatkannya.

Karena derajatnya spiritual adalah yang tertinggi dalam agama. Seperti makhluk yang menjadi penghuni bumi ini adalah jin dan manusia, kata Ustad Ghufron yang merujuk pada Al Qur’an.

Bumi ini milik dua makhluk jin dan manusia. Firman Allah SWT menegaskan bahwa “Telah Aku ciptakan Jin dan manusia untuk mengabdi kepada-Ku” ujar Ustad Ghufron menyitir salah satu ayat Al Qur’an. Karenanya, manusia sangat dianjurkan untuk menghargai Jim sebagai saudara tua bagi manusia di bumi.

Sementara Eko Sriyanto Galgendu percaya pada siklus perubahan jaman besar setiap tujuh abad. Dan sekarang sedang memasuki siklus perubahan tujuh abad babak ke-4. Dalam perubahan besar ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu Timur arau Barat.

Padahal, kebangkitan spiritual itu dalam sejarahnya hanya pernah dan akan selalu muncul di Timur. “Karena dalam tradisi dan budaya Barat lebih mengedepankan pemikiran yang diorientasikan pada material. Sedangkan bangsa-bangsa Timur lebih dominan memiliki potensi dan nilai-nilai spiritual.

“Jadi boleh jadi jika IKN dapat diboboti dengan nilai-nilai spiritual, nantinya akan menjadikan Indonesia sebagai peradaban di dunia. Termasuk peradaban Islam di dunia”, imbuh Ustad Ghufron.

Maka boleh jadi bila IKN dapat memiliki bobot spiritual akan ikut mendorong percepatan kebangkitan spiritusl di Indonesia yang akan menjadi kiblat peradaban di dunia, kata Eko Sriyanto Galgendu meyakinkan.

Karena memang essensi spiritual dalam persepsi tasauf adalah silaturrachim, silatur fikr, silatur amal, silatur ukhuwah dan silatur ruh. Maka itu menjadi sangat relevan bila IKN dapat dibicarakan secara nasional dan terbuka dalam bentuk seminar atau diskusi yang dapat segera dilaksanakan pada bulan Rajab ini ujar Ustad Ghufron mengamini gagasan Eko Sriyanto Galgendu untuk mengusung topik IKN bersama dengan para Sultan dan Raja di Keraton Cirebon. (LM-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *