oleh

IOM FGD dengan Perangkat Desa Mee Kandang Terkait Manajemen dan Tempat Pengungsian Rohingya

-Daerah-333 Dilihat

Laskarmedia,com,  Lhokseumawe – International Organization For Migration(IOM-UN Migration) bersama Pemko Lhokseumawe mengadakan kegiatan Forum Group Diskusi) dengan perangkat Desa (Gampong) Mee Kandang Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, Selasa (21/9) yang berlangsung di desa setempat.

Projek Asisten IOM di Lhokseumawe , Fahmi Ibrahim dalam kesempatan tersebut mengatakan, tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan umpan balik dan sudut pandang, serta pengalaman masyarakat Desa Kendang yg sudah 1 tahun lebih hidup berdampingan dan berinteraksi secara langsung dengan Pengungsi Rohingya yg ditempatkan sementara di Desa Kandang – Lhokseumawe beberapa waktu yang lalu.

Sebagaimana mana kita ketahui bahwa di Camp BLK Kandang tidaj ada lagi pengungsi Rohingya saat ini , 4 orang penghuni terakhir, kita satukan dengan keluarganya yaitu anaknya yg berada di Makasar pada tanggal 25 Agustus 2021 kemarin dengan dukungan dari IOM ujar Fahmi.

Menurut Fahmi , FGD ini sangat penting untuk dilakukan karena dalam standar internasional untuk koordinasi dan manajemen tempat pengungsian, sebelum camp ditutup perlu dipastikan tidak ada persoalan yg ditinggalkan  dilokasi dimana camp tersebut berada.

IOM yang merupakan sebuah organisasi PBB bidang kemigrasian yang dimandatkan untuk mempimpin Sub-Klaster Manajemen Tempat Pengungsian (Camp Coordination dan Camp Management) di Indonesia dan juga salah satu koordinator di tingkat global, didampingi Pemko Lhokseumawe dalam kegiatan FGD dengan warga Desa Kandang.

Dalam acara ini, IOM juga didukung oleh Yayasan Geutanyoe dan IPSM (Ikatan Pekerja Sosial Kota Lhokseumawe).

Melalui diskusi ini masyarakat desa Kandang berbagi pendapat, pengalaman dan praktik baik tentang penanganan pengungsi Rohingya selama ini. Hasil pertemuan ini menjadi masukan yang begitu penting untuk perbaikan penanganan pengungsi di masa datang kalau Lhokseumawe diberi kesempatan untuk menampung pengungsi Rohingya dikemudian hari.

Fahmi menambah , Dar hasil pertemuan ini juga penting untuk melihat bagaimana cara meningkatkan pola keterlibatan masyarakat kedepannya. Masyarakat juga berharap, masukan dari mereka ini untuk dapat ditampung di kegiatan FGD lainnya ditingkat pemerintah daerah, dan kalau bisa juga sampai ke tingkat nasional.

Sementara Kepala Desa Mee Kandang, Saifuddin Yunus dalam sambutannya mengatakan bahwa selama pengungsi Rohingya berada di Desa Kandang, tidak ada masalah masalah yang begitu krusial terjadi antara masyarakat dan pengungsi Rohingya.

Bahkan masyarakat Kandang sudah membangun hubungan emosional dengan pengungsi Rohingya yang berada di Kandang selama ini. Geuchik juga menyampaikan bahwa keberadaan pengungsi di Kandang juga mempunyai dampak ekonomi ke masyarakat, walaupun hanya dalam skala kecil.

Dan walaupun ada beberapa laporan-laporan kecil tentang sikap dan perbuatan penghuni camp selama ini, namun masyarakat masih menganggap itu dalam batas kewajaran karna adanya perbedaan latar belakang dan budaya.

Geuchik juga menambhkan, bahwa kedepannya, kami berharap jika ada kedatangan pengungsi Rohingya lagi, maka keterlibatan warga desa perlu dilibatkan dari awal, sejak masa perencanaan dan pembenahan tempat penampunan sementara.

informasi yang diperoleh Ladkarmedia dari IOM, kegiatan ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari organisasi Uni Eropa (ECHO – European Commission for Humanitarian Affairs), Organisasi Kepemerintahan Negara Swiss (Swiss Development Corporation) dan Pemerintah Amerika (khususnya PRM – Bureau of Population, Refugees, and Migration).
Juru bicara Satgas Pengungsi Rohingya dari Pemko Lhokseumawe, Drs Marzuki M.Si mengatakan, Pemko Lhokseumawe dengan IOM dan lembaga internasional look lainnya dan NGO lokal telah bekerjasama dengan baik dalam penanganan ratusan pengungsi Rohingya sejak awal hingga pemindahan pengungsi dari Lhokseumawe ke Medan dan Makasar. Demikian juga kami dari Pemko Lhokseumawe menyampaikan terima kasih kepada kepala desa, Perangkat Desa. (LM-074)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.