INSIDEN KEBAKARAN KAPAL CANTIKA EXPRESS 77 MENEWASKAN 14 ORANG PENUMPANG

Berita, Peristiwa289 Dilihat

LASKARMEDIA.COM,MBAY-Sebanyak 14 orang dilaporkan tewas dalam insiden kebakaran Kapal Motor (KM) Cantika Express 77 Route Kupang-Alor di wilayah perairan Timor pada Senin 24 Oktober 2022 kemarin.

Hal itu disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Drs. Johni Asadoma, M.Hum dalam Konferensi PERS-nya yang dilansir Laskarmedia.com melalui akun youtube Humas Polda NTT, Selasa (25/10/22).

“14 jenazah tersebut, ada anak-anak dan ada orang dewasa, ada wanita dan ada pria. Kepastiannya masih kita identifikasi terus,” kata Irjen Pol Drs. Johni Asadoma, M.Hum.

Dia menambahkan, pada Senin kemarin pasca insiden tersebut, sebanyak 7 jenazah telah di evakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kupang. Kemudian hari ini, Selasa (25/10) lanjut Irjen Johni, bertambah 7 jenazah.

“Setelah masuk, kita identifikasi baik antemortem maupun postmortem, selanjutnya, kalau ada keluarga yang mengambil jenazah langsung kami serahkan secara resmi kepada pihak keluarga. Pagi ini, ada dua keluarga yang mengambil jenazah, yang satu akan diterbangkan ke Tulung Agung Jawa Timur dan yang satu ke Alor,” jelasnya.

Irjen Johni menyebut, jumlah penumpang KM Cantika Express 77 berdasarkan data sementara, sebanyak 321 orang dan jumlah tersebut masih bisa berubah.

“Dari 321 orang ini terdiri dari 144 wanita dan 177 pria. Tetapi ini masih bisa berubah. Ini data sementara yang terkumpul dari yang selamat,” kata Irjen Johni.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi sementara, sebab terbakarnya KM Cantika Express 77 di wilayah perairan Timor tepatnya di Naikliu, diduga terjadi ketika awak kapal memperbaiki AC.

“Begitu kejadian semua stakeholder yang ada menuju ke TKP, baik dari Polair yang mengarahkan 3 kapal, dari Basarnas, dari TNI AL dan juga nelayan-nelayan sekitar TKP. Ini semuanya memberikan bantuan penyelamatan dan pencarian korban. Tentu kita semua turut berduka,” tuturnya.

Irjen Johni mengaku, bahwa pihaknya akan terus melakukan bantuan pencarian, pertolongan dengan mengarahkan 3 kapal dan membentuk Posko baik di Polres Kupang dan Polres Alor serta membentuk posko DVI (Disaster Victim Identification).

“Selain itu, kami juga telah membentuk tim khusus terdiri dari
Ditreskrimum dan Ditpolairud Polda NTT serta tim terpadu dari
stakeholder terkait untuk melakukan investigasi terhadap sebab-sebab terjadinya kebakaran,” tandas Irjen Johni.

Dalam Konferensi PERS itu dilaporkan bahwa, data sementara dari 14 korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi oleh Tim DVI RS. Bhayangkara Kupang, yakni sebanyak 9 jenazah yang mana terdiri dari, 4 perempuan dewasa dan 4 laki-laki dewasa ditambah 1 anak-anak.

Adapun identitas 9 korban yang sudah teridentifikasi diantaranya, Khusnul Fatmawati, Masbuh Baitua, Ros. Sangadji, Herson Bagailan, Suryani Kari, Maria Mudak, Rony Bait, Muhammad Djawa dan Haikal.

Kesempatan itu juga, Irjen Johni didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda NTT mengecek para korban meninggal dunia di RS Bhayangkara Kupang serta mengecek korban selamat di RS. Prof. Dr. W.Z. Yohanes Kupang dan di RS. S.K. Lerik.(LM/132).