Info Perkembangan Kasus Pasar Danga, Satreskrim Polres Nagekeo Lakukan Pemeriksaan Terhadap 3 Tersangka

Berita549 Dilihat

Laskarmedia.com,MBAY-Kapolres Nagekeo melalui Kasat Reskrim Iptu Rifa’i memberikan informasi terkini terkait kasus dugaan korupsi, memperkaya diri, kelompok atau koorporasi dan penyalahgunaan wewenang jabatan yang berhubungan dengan pemusnahan aset daerah berupa 4 gedung Pasar Danga Mbay pada Dinas Koperindag tahun 2019.

Pada konferensi pers yang digelar Jum’ad 24 Maret 2023 di ruang Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Rifa’i mengatakan bahwa terkait perkembangan kasus pasar Danga, saat ini pihak Polres Nagekeo telah memberitahukan kepada para tersangka secara sah untuk diperiksa lebih lanjut. 

Lebih lanjut Iptu Rifa’i menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah mengagendakan waktu untuk melakukan pemeriksaan kepada para tersangka yang jatuh pada hari Senin tanggal 27 Maret 2023.

“Polres Nagekeo pada hari Senin tanggal 27 Maret 2023 akan melakukan pemeriksaan kepada para tersangka kasus pemusnahan aset dengan menghilangkan 4 gedung Pasar Danga. Ketiga tersangka tersebut seperti yang telah diberitakan beberapa waktu lalu yakni GJ, IP dan RS/HS”.papar Iptu Rifa’i.

Seperti telah diberitakan sebelumnya bahwa ketiga tersangka tersebut diduga melakukan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme untuk memperkaya diri, serta menyalahgunakan kewenangan kedudukan, sarana jabatan, dan pemalsuan daftar buku- buku pertanggungjawaban administrasi keuangan dalam proses penghapusan atau pemusnahan aset daerah berupa Pasar Danga – Mbay, dengan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp.333.621.750.

“Para tersangka dijerat dengan Undang -Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan Undang- Undang Nomor: 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal yang ditetapkan untuk para tersangka yakni, pasal 2, pasal 3 dan pasal 9 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara”.terang Iptu Rifa’i beberapa waktu lalu.(LM/132).