Hal Sepele Penyebab Penganiayaan Fonazatulo Halawa Warga Desa Hilimbulawa Nias Selatan

Berita, Hukrim1063 Dilihat

Laskarmedia.com, Nias Selatan – 

Penganiayaan terhadap Fonazatulo Halawa (54) alias Ama Nata Halawa warga yang terjadi di Desa Hilimbulawa Kecamatan Amandraya Kabupaten  Nias Selatan Sumatera Utara pada hari Selasa 11/01/2022 yang diduga dilakukan oleh MH Kepala Desa Sinar Ino’o Kecamantan Amandraya Nias Selatan dan SH Sekertaris Desa Hilimbulawa Kec. Amandraya Nias Selatan dan FH Mantan Lektor masih dalam Penyelidikan.

Hal Sepele yang menjadi penyebab terjadinya dugaan penganiayaan tersebut, saat Awak media melakukan wawacara kepada korban dirumahnya mengatakan bahwa kronologis kejadian berawal pada pagi hari  Selasa 11/01/2022 Pukul 06.30 WIB Pagi, Saya membersihkan kotoran Anjing milik SH Sekdes Hilimbulawa tetangga saya dimana Kotoran Anjing (Tai Nasu) tersebut mengotori teras rumah saya, lalu saya bersihkan teras tersebut dengan cara menyemprotkan air dan Kotoran Anjing tersebut jatuh tanah  Disamping rumah saya yang kebetulan halaman rumah pelaku berinial SH.

Sekitar Pukul 07.30 WIB saya didatangi oleh Pelaku SH sambil marah-marah bertanya kepada saya kenapa anda mengotori halaman rumah saya dengan Kotoran Anjing, lantas saya menjawab bahwa kotoran Anjing tersebut berada diteras rumah saya dan saya bersihkan dengan menyemprot air dan jatuh dihalaman rumah Suadara.

SH tidak terima penjelasan dari Korban lalu SH melontarkan kata-kata yang tidak pantas didengar dengan yaitu HORI DAI NASUNDRE MBAWAMÖ, IHI INAU, ONO HORÖ artinya kalimat ini memicu pertengkaran keduabelah pihak yang berakhir dengan keributan.

Kemudian SH memanggil abangnya MH yang juga kepala Desa Sinar Ino’o Kecamatan Amandraya melalui Telepon Selular, setelah MH tiba dilokasi kejadian MH langsung masuk ke rumah Korban dan secara bersama-sama dengan SH dan FH diduga melakukan penganiayaan terhadap korban hingga babak belur, sementara Istri SH berteriak-teriak meminta agar korban diangkat kerumah SH untuk dibunuh dan dimultilasi kepalanya seperti membelah Pepaya.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepolisian Nias Selatan dan laporan pengaduannya diterima dengan Surat Tanda terima Laporan polisi Nomor : STTPL/B/06/I/2022/Polres Nias Selatan / Polda Sumatera Utara Tanggal 13/01/2022 dengan harapan mendapat rasa keadilan dan pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya.

Saat Awak Media melakukan konfirmasi kepada MH menanyakan perihal keterlibatannya pada peristiwa tersebut MH menjawab agar Awak Media menghubungi Kuasa Hukumnya yaitu Bapak MARETI NDRAHA, SH. Kuasa Hukum MH menjelaskan kepada Awak Media bahwa Kasus tersebut masih dalam Penyelidikan pihak Kepolisian Resort Nias Selatan dan belum ditetapkan siapa tersangka pelaku tindak pidana tersebut.

Mareti Ndraha, SH menerangkan bahwa Kliennya juga telah melaporkan Pelaku atas tuduhan tersebut dan rencana akan dilakukan mediasi kepada kedua belah pihak karena mereka masih bersaudara, sesungguhnya persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan karena mereka masih Abang beradik, tutur Mareti Ndraha, SH melalui percakapan WhatsApp.

Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian laporan (SP2HP) telah dikirimkan kepada Pelapor pada tanggal 13 Januari 2022 yang ditanda tangani langsung oleh Kasat Reskrim Polres Nias Selatan Bapak AKP Freddy Siagian, SH.

Anak Korban Natalius Halawa meminta kepada Pihak penegak Hukum abar Kasus Penganiayaan terhadap Orang Tuanya ditindak lanjuti guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada orang tua kami, Sampai saat ini kami merasa tidak nyaman karena dihantui ketakutan karena bisa saja para pelaku mengulangi hal yang sama, apalagi kedua pelaku merupakan penguasa di Desa Kami dan Desa tetangga.

Kami memberikan dukungan penuh kepada Polres Nias Selatan, jika ada hal-hal informasi yang dibutuhkan untuk mempermudah penyelidikan kasus ini dengan sangat senang hati kami dari pihak keluarga korban siap membantu, mohon kepada Bapak Kapolres untuk membantu kami keluarga korban, kami adalah keluarga yang tidak berdaya. (LM-211)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *