Gampong Geudong-Geudong Bireuen Gelar Isra’ Mi’raj

Berita49 Dilihat

 

Foto : Suasana peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Al Mujahidin Kemukiman Geudong Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. (Suherman Amin)

Laskarmedia. com. Bireuen, – Gampong Geudong-Geudong Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Mujahidin, Kamis,8 Pebruari 2024 malam Jum’at  ba’da Magrib

Teungku Rusli yang diamini Imum Gampong Teungku Hasbi menyebut, peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini mengambil tema ‘Mari Kita Tingkatkan Shalat Berjamaah Dalam Membentuk Pribadi Disiplin Dan Istiqomah’.

Disebutkan, Isra’ Mi’raj yang merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam di Gampong Geudong Geudong diperingati rutin setiap tahunnya dan tahun ini penceramah Waled Muhammad Nasir dari
Dayah Nurul Islam Babah Buloh  Kecamatan Sawang Aceh Utara

Prosesi pelaksanaan diawali pembacaan ayat suci Al Qur’an  oleh Teungku Imum Hasbi Akhmad sekaligus memimpin Selawat Badar yang diikuti lebih  seratusan warga Desa Geudong Geudong.

Hadir mengikuti acara tersebut santri yang mengaji di Balai Masjid, para Jamaah Magrib, Dewan Guru dan masyarakat Geudong – Geudong, Teungku Keuchik, Imum Chiek, Imum Gampong, aparatur Pemerintahan Gampoeng, Tuha Peut, Tuha Lapan dan kepala mukim Geudong.

Penceramah Waled Muhammad Nasir dalam ceramahnya menguraikan peristiwa Israq dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah shalat lima waktu dari Allah SWT.

Dijelaskan, Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul utusan Allah SWT dan manusia yang paling sempurna hanya Nabi Muhammad SAW bahkan beliau menjamin umatnya masuk surga kecuali bagi orang-orang yang enggan dan tidak mau menjalankan perintah Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW sangat sayang dengan Umatnya bahkan ketika Nabi Muhammad SAW Isra’ Mi’raj diperlihatkan langsung oleh Allah SWT tentang keadaan surga dan neraka serta kondisi umatnya.

“Kewajiban shalat ini adalah perintah langsung dari Allah SWT kepada ummat Nabi Muhammad SAW, khususnya bagi masyarakat agar jangan sampai meninggalkan shalat lima waktu,” terangnya.

“Selain itu diharapkan agar semua kita  bisa mengambil hikmah dengan apa yang telah disampaikan untuk memahami dan menghayati dan bisa meresap ke hati sanubari  untuk  diterapkan di kehidupan sehai-hari secara nyata.” Harapnya.  (LM 067)